
ketika reina sampai ternyata alvin sudah disana dengan memandang dirinya dengan tajam bahkan kak Sisil juga ada disampingnya dengan menatap marah Reina. *mati gue! mana liatin nya gitu banget lagi hufttt* benak Reina. Reina me
"hehe lo dari mana, baru dateng?" tanya reina, Alvin menatap reina dengan tajam
"lupa yang gue omong?" tanya alvin tanpa menjawab reina.
"gue cuma ambil hp doang"jujur reina dengan mengacungkan handphone yang ditangannya.
"gue kan udah bilang kalo mau kemana-mana tuh ngomong, kalo gini kan kita semua yang kena marah, lagian pergi nggak bilang-bilang bahkan tadi pak Rojak sama Bu pipit nyariin lo" geram kak sisil dengan menjewer telinga Reina membuat Reina berteriak meminta dilepaskan, kak Sisil melepaskan jeweran nya setelah suara alvin terdengar, Reina memegang telinga nya yang panas setelah dilepas oleh kak Sisil, alvin menyuruh kak sisil untuk pergi "sekali aja nggak bikin gue khawatir nggak bisa?" tanya alvin, Reina menatap Alvin ia tahu telah membuat orang lain khawatir, Reina meminta maaf kepada semuanya yang telah membuat khawatir.
Pagi mulai menjadi siang dan bahkan sudah berganti sore hari, Reina terus saja mencoba mencari sinyal untuk telefon rumah untuk melihat ayana sudah sejak pagi Reina tidak melihat ayana, Reina bahkan belum berpamitan dengan benar, Reina hanya menciumnya saat Ayana masih tidur, mungkin sekarang ayana sedang bermain dengan kelinci atau sedang makan es krim? entahlah Reina hanya memikirkan bagaimana keadaannya saja, Reina juga sudah meminta bantuan kepada teman-temannya dengan meminjam handphone mereka namun sama saja, tidak ada sinyal memang disana susah mencari sinyal.
Ketika sedang bergelut dengan pikirannya, ternyata guru meminta semuanya untuk mencari beberapa ranting pohon untuk membuat api unggun ditengah-tengah karena hari yang mulai gelap, Reina melihat pak rojak mendekati dirinya, entah ada apa Reina sendiri juga tidak tahu.
" Reina kamu masih sakit kakinya? kalau sekiranya masih sakit lebih baik kamu tetap disini dengan beberapa teman yang lain. sebenarnya siapa yang mendorong kamu, apa kamu melihat orangnya?" tanya pak Rojak yang tadi mendekati reina, Reina menggeleng-gelengkan kepalanya tanda bahwa Reina tidak mengetahui siapa yang telah mendorongnya
__ADS_1
"kaki saya sudah tidak begitu sakit, kalau untuk siapa yang dorong, saya tidak tahu pak, saya lagi jongkok tiba-tiba ada yang dorong aja gitu, saya langsung masuk ke air jadi tidak sempat melihat siapa yang dorong saya" jawab Reina sejujurnya dan menceritakan, pak Rojak menghela nafas
"ya sudah, lebih baik kamu masuk saja kedalam tenda lagian ini juga sudah mulai gelap, disini ada beberapa temen kamu ada juga kakak kelas jadi kalau butuh apa-apa bilang" ucap pak Rojak, Reina mengiyakan namun Reina menolak untuk masuk kedalam tenda karena Reina masih ingin duduk didepan panci yang telah digunakan untuk memasak mie instan oleh temannya. Pak Rojak pergi untuk ke yang lain dan ada yang sudah datang dengan membawa kayu bakar mereka langsung menumpuk jadi satu dan disusun untuk dinyalakan menjadi api unggun.
"Lo udah makan?" tanya alvin yang melihat Reina sedang melamun didepan panci yang menggantung dibeberapa kawat dan kayu.
"eem belum, tapi gue juga belum laper" jawab Reina seadanya, Reina tetap saja diam mencoret-coret tanah untuk menghilangkan kesuntukannya.
"makan dulu" ujar alvin dengan mengambil air dan menaruh di panci yang ada didepan Reina, Reina tetap diam bahkan Reina seperti tidak mendengar suara alvin, Alvin menyiapkan mie instan untuk dimakan Reina, Reina yang sekilas melihat alvin sedang memasak ia berfikir mungkin Alvin laper dan ingin makan jadi Reina tidak menghiraukan alvin, setelah mie instan sudah siap alvin memberikan untuk Reina, Reina bingung kenapa dikasih ke dirinya?
"hah? kenapa dikasih gue, bukanya itu buat lo?" tanya Reina menerima mie instan yang dibikin oleh alvin namun Reina menaruh disampingnya, Alvin yang melihat hal itu bertanya kenapa tidak dimakan?
"cepet makan, gue tau lo belum makan dari tadi, nggak usah banyak ngomong" ucap tegas alvin, Reina mengikuti ucapan alvin dengan Alvin yang menyuapi Reina
"ngomong aja kalo pengin disuapin sama gue" ujar alvin disela-sela menyuapi, Reina yang sedang mengunyah berkata dengan tidak terima dibilang seperti itu
__ADS_1
"eemm elo djangan njgawueer" Reina berusaha menelan makanannya dengan cepat membuatnya tersedak. uhuk uhukk Reina menepuk dadanya dan mencari minum, alvin memberikannya air Reina menerima dan langsung meminumnya
"huftt, kurang ajar lo. Lagian lo ngomong apa ha! kan lo yang maksa gue" ujar Reina dengan menjilat bibir sampingnya yang ia rasa ada yang menempel, alvin yang melihat itu langsung memalingkan wajahnya
"lo kenapa sih? lo kali yang mencari kesempatan dalam kesempitan!" jawab Reina membuat Alvin menatap dirinya dan menaikkan alisnya, sedangkan Reina mengerutkan keningnya
"jaga bibir lo!" ucap alvin membuat Reina langsung menutup bibirnya dan berbicara dengan geram
"Lo! mesum banget sih! sana pergi deh, lagi badmood malah ditambah!" ucap Reina yang masih menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"haha, udah cepet makan" alvin kembali menyuapi Reina, Reina memakannya dan mengambil rantang yang di pegang alvin.
"hgue bvisa hsendhiri!" gumam Reina, Alvin membiarkannya dan duduk memperhatikan Reina, Reina bodo amat dan tetap memakan mie instan yang dibuat oleh alvin, Reina menghabiskan makanannya dan sekarang Reina kenyang namun rindu kepada ayana tetap saja. Reina berusaha mengalihkan perhatiannya untuk tidak terlalu larut dengan rindunya.
semua sedang sibuk menata kayu yang akan menjadi api unggun untuk menghangatkan tubuh, sampai malam tiba semua sudah siap bahkan tadi ada beberapa yang menyempatkan untuk membuat makanan yang mereka bawa dari rumah masing-masing, ada beberapa makanan yaitu sosis, cumi bakar, basreng dan chiki-chiki lainnya, Reina juga membantu membuatkan minuman hangat untuk mereka, Reina membuat susu jahe sachet yang Reina beli di warung yang mereka sebelumnya lewati
__ADS_1
"baiklah, semuanya sekarang kita semua sudah cape pastinya, namun happy kan?!" ucap pak Rojak membuat semuanya berseru senang, pak Rojak tertawa melihat semuanya senang dan bercanda satu sama lain
"sekarang kalian boleh bernyanyi dan bercanda, dengan syarat jangan pergi-pergi karena hari sudah gelap, jika pun ada yang mengantuk boleh pergi ke tenda, apa ada yang udah ngantuk jam segini hahaha" tanya pak Rojak dan dilanjutkan dengan tertawa, semuanya juga menjawab dengan serempak 'tidak'. mereka yang membawa gitar langsung menggesek senar dengan nada lagu cuek Rizky Febian.