Love History

Love History
#30


__ADS_3

Alvin menggendong Reina, sedangkan Reina masih saja merintih kesakitan di kakinya yang masih terus keluar darah


"argh sakit, huhu" tangis reina memeluk alvin yang sedang menggendongnya


"sssuutt tenang" alvin menenangkan reina yang kesakitan


Alvin menggendong Reina sampai ke tempat perkemahan, Reina sudah nggak menangis namun masih merintih kesakitan, ketika alvin dan reina memasuki perkemahan yang lain berusaha melihat Reina dan membantu membukakan tenda


"reina, lo nggak papa?" tanya kak Sisil yang dulu pernah bertemu dikelas alvin


"duh kenapa bisa kayak gini?" tanya yang lain, dan masih banyak lagi yang bertanya satu sama lain


alvin menidurkan reina di tenda milik Reina sendiri, Reina kembali duduk dan memegangi kakinya yang masih sedikit perih, alvin menerima kotak P3K yang diberi bu risa


"tahan sedikit" ucap Alvin lalu memberi sedikit alkohol untuk mengobati luka reina


"isshhh" desis reina menggigit bibir bawahnya, Alvin melihat reina kesakitan menjadi marah karena sudah membuat Reina terluka, setelah selesai mengobati alvin bertanya "siapa yang bikin lo kaya gini?" tanya alvin


"gue nggak tau, tadi gue lagi jongkok terus dari belakang ada yang dorong gue dan gue jatoh" jawab Reina mengingat sebelumnya


"ish" desis Reina saat ia menggerakkan kakinya


"lo diem sini dulu! jangan kemana-mana!" tegas alvin, Reina mendengus dan mengiyakan ucapan alvin


"gue pergi bentar" pamit alvin, namun dicegah oleh Reina


"lo mau kemana? nggak usah aneh-aneh deh" ujar reina yang melihat raut muka marah alvin


"lo diem disini dulu, gue ntar balik" jawab alvin mengelus rambut Reina


"lo nggak bakal bikin masalah kan?" Reina memastikan


"gue nggak bisa janji" jawab alvin, Reina mendengus mendengar alvin


"ish, ini tuh bukan disekolahan! ini di hutan. Gue nggak mau..." reina menghentikan ucapannya


"hm?nggak mau apa?" tanya alvin, Reina memalingkan wajahnya


"takut gue kenapa-kenapa?" tanya alvin, Reina memandang alvin

__ADS_1


"g-gue cuma takut lo bikin masalah dan gue bakal keseret ikut!" Reina berusaha menutupi kegelisahannya


"oh?!" jawab alvin


"iya" ujar reina


"gue cabut bentar" alvin pergi meninggalkan reina di tenda


"ati-ati" gumam reina lirih


alvin pergi mencari Farah, ia tahu ini perbuatannya karena ia sempat mendengar bahwa farah mengikuti reina


"alvin lo ngapain ke sini? nyariin gue ya?!" genit farah


Farah mendekati alvin dan merangkul tangan alvin, namun alvin langsung menghempas tangan farah


"gue tau lo yang bikin masalah ini!" ucap alvin menatap tajam


"m-maksudnya?" tanya farah


"lo yang bikin Reina kebawa arus sungai!" ucap dingin alvin


"a-ahaha nggak mungkin lah, walaupun gue musuhan sama dia tapi kan aku nggak sejahat itu" Farah berpura-pura menutupi kebenaran


"ah al l-lepasin g-gue, gue nggak b-bisa na-ffas" ucap farah terbata-bata


"lo akan mati kalo bikin masalah lagi sama Reina! gue peringatkan jangan berani sentuh Reina!" ucap Alvin dengan dingin dan memberi tatapan tajam membuat bulu kuduk Farah berdiri


alvin melepas tangan dari leher Farah dan berbalik badan "gue suka sama lo!" ucap farah, Alvin tetap diam "gue suka dari lama sama lo, tapi lo malah suka sama orang yang gue benci! gue yang duluan cinta sama lo! gue udah berusaha buat jadi yang terbaik buat Lo,tapi lo malah nggak pernah liat gue!" histeris Farah dengan menangis, Alvin berbalik badan "sorry, tapi gue nggak suka sama lo, semoga ini jawaban dari semua yang lo lakuin selama ini!" jawab alvin


"dan kalo lo bikin masalah lagi sama reina, gue jamin lo nggak tenang" ancam alvin, membuat Farah semakin nggak suka karena Alvin terus saja membela reina


*gue nggak bakal biarin lo bahagia diatas penderitaan gue, Reina!* benak Farah


Alvin pergi dan kembali ke perkemahan untuk bertemu Reina


"duh gue pengin minum, tapi botol gue dimana?" heran Reina, Reina membuka pintu tenda dan berusaha untuk berdiri mencari minum


"aishh susah banget sih!" ucap reina yang kesusahan untuk berjalan karena luka dikaki Reina itu ada di atas mata kaki

__ADS_1


ketika Reina sudah mulai berdiri tiba-tiba ia menginjak batu kerikil membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh


"aah, aduh bokong gue! huhuhu sakit" ucap reina yang masih terduduk di tanah, anak-anak lain yang melihat Reina terjatuh membantu


"duh lo kenapa pake keluar?! kan bisa panggil siapa kek!" ucap kak Sisil


"gue haus makanya gue keluar" terus terang reina, kak Sisil membantu Reina duduk disamping tenda dan mengambilkan air minum untuk reina


"kaki lo sakit banget ya?" tanya kak Sisil


"lumayan, buat jalan susah harus diseret-seret" jawab Reina


"oh ya udah lo istirahat aja, gue mau ke sana dulu kasian temen gue sendirian hihihi" kak Sisil pergi meninggalkan reina


"hm? gue tetep disini? apa nggak bosen, mendingan jalan-jalan kali ya! buat refreshing kan selama dirumah jarang ke tempat yang seger kayak gini" ujar reina, ia mengambil ancang-ancang untuk berdiri setelah bisa berdiri ia berjalan diem-diem supaya yang lain nggak tau


"eh lo mau kemana?" tanya salah satu temannya


"oh gue cuma mau kesana bentar doang, tenang aja lagian ini udah nggak sakit banget kok" ucap reina berusaha meyakinkan


"oh ya udah ati-ati" jawabnya, Reina kembali melanjutkan langkahnya


"oh iya handphone gue dimana ya? kalo nggak salah gue taro di-..." Reina mengingat-ingat kembali dimana ia menaruh handphonenya


"astaga, jangan-jangan!?" ucap Reina terkejut, ia langsung pergi ke tempat ia terjatuh di tepi sungai


Reina berjalan dengan hati-hati, dan berpegangan ke pohon yang disampingnya ketika harus sedikit menurun


Reina sampai ditempat yang tadi ia datengin namun ia nggak melihat handphonenya Reina terus mencari


"duh dimana si?!" ucap Reina mencari di semak-semak


Reina merasa ada yang mengganjal dikakinya *duh kaki gue ada apaan ya? liat, nggak, liat, nggak? duh gue takut* benak Reina


"liat aja kali ya" Reina mengangkat kakinya dan ternyata itu adalah benda yang sedang ia cari, yah itu adalah handphone Reina


"yuhu! ketemu" senang reina, ia mengambil handphonenya dan menyalakan


"hm, masih nyala okedeh ini masih aman, untung disini nggak ada maling hihihihi" cekikikan Reina

__ADS_1


Reina membuka aplikasi pesan namun sinyal susah didapat bisa dikatakan tidak ada sinyal


"yah nggak ada sinyal, pengin telfon rumah biar bisa liat ayana" sedih Reina dengan memandang pantulan wajahnya di handphone nya, Reina membalikkan badannya untuk kembali ke perkemahan, dengan menggeret kakinya, Reina bahkan mengambil ranting yang lumayan besar untuk menjadi tumpuannya


__ADS_2