
Reina pergi ke meja makan untuk makan malam, bibi sudah memberi tahu jika Alvi sudah memakai baju harus ke ruang makan untuk makan bersama
*duh ciuman pertama gue udah ilang! huhuhu bibir gue udah nggak perawan* tangis Reina dibenaknya
ketika sedang melamun dan memukul bibirnya sendiri, ternyata alvin sudah duduk di depannya dan tersenyum simpul melihat Reina yang sedari tadi memukul bibirnya
"non, kenapa?" tanya bibi melihat Reina yang terus memukul bibirnya
"e-eh nggak papa bi, tadi pas makan ternyata masih panas" ujar Reina berpura-pura mengipas lidahnya
Reina menyuruh bibi untuk makan bersama mereka, namun bibi menolak karena ia sudah makan sebelum mereka, bibi juga harus membereskan yang lain, sekarang dimeja makan cuma ada Reina dan alvin cowok yang sudah merenggut ciuman pertamanya, Reina memakan dengan menatap tajam kearah alvin. Alvin yang menyadari hal tersebut bertanya kepada reina
"mata lo bisa copot jika liatin gue kayak gitu!" ucap alvin dengan tenang, membuat reina semakin melototi Alvin
"berani banget lo-" jeda Reina
"ngambil ciuman pertama gue!" sambung Reina dengan suara lirih
"oh" ucap Alvin dengan mengangguk kepala dengan memasukan makanan kedalam mulutnya
"anj***" ucap reina, Alvin langsung melihat Reina
"ngomongin gue?!" datar alvin, tanpa melihat alvin Reina menjawab dengan cepat setelah meminum air putih
"iya kenapa?!" jawab Reina dengan cepat, Alvin menatap mata indah Reina dan menjawab dengan dingin "lo mau kejadian kayak dikamar?" tanya Alvin dengan dingin, mata tajamnya tepat menatap mata indah Reina
Reina meneguk ludah kasar *kenapa gue yang ditindas gini sih! apalagi ini rumah gue!* benak Reina
"nggak gue nggak takut" ucap Reina lalu memanggil bibi
alvin tahu kalau Reina memanggil bibi hanya untuk menghindarinya
"iya non,ada apa?" tanya bibi
"temenin aku ke taman buat ketemu roby" ujar Reina membuat bibi bingung
"kenapa harus ditemenin? kan biasanya non rein juga sendiri ke Roby?" tanya bibi
"a-aku pengin aja sama bibi hehe, kan sekarang bunda lagi pergi jadi sama bibi aja" ucap Reina
"loh den alvin gimana?" tanya bibi
__ADS_1
"saya pamit" ujar Alvin lalu pergi melewati Reina, ketika didepan Reina, Alvin memberi seringai lalu melenggang pergi
*duh kok jadi ngeri huhu* benak Reina
setelah alvin pergi, Reina dan bibi pergi ke taman untuk bermain dengan Roby, namun ketika sudah ditaman "bibi kalo mau pergi boleh, sekarang aku pengin sendiri dulu sama Roby, yakan Roby gemoy" ucap Reina dengan mengangkat tubuh Roby
"ya sudah bibi mau beresin yang lain dulu" bibi pergi dan sekarang Reina duduk sendiri bermain dengan Roby, Sofia, dan dua sijoli Jaja dan jeje
keesokan harinya Reina sudah siap untuk berangkat sekolah, dia mengendarai mobilnya sendiri karena setelah mita meninggalkan Reina untuk selamanya Reina selalu sendiri berangkat sekolah, tapi hari ini ia ingin mengunjungi rumah Tante Sera dan om Denis
"pak tante Sera ada?" tanya Reina ke pak satpam rumah tante Sera
"ada neng, masuk aja nanti ada yang bukain pintu" ujar pak satpam
Reina pergi ke pintu dan memencet bel, pintu dibuka oleh bibi dirumah itu. "bi tante sera dimana?" tanya Reina setelah masuk ke dalam
"oh nyonya lagi duduk dibelakang lagi minum teh didepan kolam" ujar bibi memberitahu
Reina pergi ke belakang tepatnya didepan kolam, reina melihat tante Sera sedang melamun sepertinya ia merindukan mita anak semata wayangnya
"Tante" panggil reina membuat tante Sera menoleh ke belakang
"eh kamu disini? sejak kapan, sini duduk" tante Sera menyuruh Reina duduk disampingnya
"loh kamu nggak kesekolah?" tanya Tante Sera
"iya ini bentar lagi" jawab Reina
"sayang, kan bunda kamu lagi pergi kamu boleh nginep disini kalo mau?" tanya tante Sera dengan memegang tangan reina
"emm, nggak usah tan, kan dirumah juga ada bibi jadi aku masih ada temen" ujar Reina
"baiklah, tapi kalo kamu pengin kesini, pintu rumah tante sera selalu terbuka untuk kamu" ucap Tante Sera dengan menarik pipi Reina
"aduh i-iya Tante, aku mau berangkat dulu dadah tante" ucap Reina dengan mencium pipi Tante sera
"ati-ati!" seru Tante sera memperingati reina
Reina hanya mengangkat jari jempol untuk membalas tante Sera
"loh cepet banget non" ucap pak satpam
__ADS_1
"iya pak, saya harus ke sekolah kan saya udah udah pake seragam masa ngga kesekolah sih" jawab Reina
setelah itu Reina pergi ke sekolahannya, ketika sedang berjalan untuk ke kelas lagi-lagi ia melihat farah yang sendirian, entah kemana dua orang itu
reina melihat gerah gerik Farah yang mencurigakan dan benar saja tiba-tiba dia menyiram kuah bakso ke bajunya
"aahhkk panas-panas tolong!" teriak farah dan tersenyum ke arah Reina
semua orang mengerumuni tempat Reina dan Farah " ada apa ini!" tanya Bu BP
"Bu hiks s-saya disiram pake kuah bakso sama Reina" Farah berpura-pura menangis
sedangkan Reina tetap diam menonton drama didepannya
"kamu!! apa nggak capek buat keributan terus!" marah Bu BP
"cepat minta maaf!" ujar Bu bp
"nggk!" tolak reina
"dasar murid nakal cepat minta maaf atau saya hukum!" teriak Bu BP mengancam Reina
"Bu, emang ibu tau kejadian yang sebenarnya?" tanya Reina dengan tenang
"saya berdiri disini sejak tadi! bahkan nggak bergerak se inci, dan jarak antara saya dengan Farah itu sekitar empat meter, dan saya juga lagi bawa tas sama bawa minuman, jika saya nyiram Farah pake kuah bakso saya nyiram ya gimana sedangkan kedua tangan saya masing-masing membawa barang?!" ujar Reina dengan tegas
"dan jika itu saja nggak cukup! ibu tanya ke penjual es serut dia dari awal sudah melihat saya dan Farah, ia tahu siapa yang salah!" sambung Reina
Bu BP mendekat ke penjual es serut dan bertanya apakah benar yang diucapkan Reina, dan penjual itu menjawab benar karena ia sadari tadi melihat semuanya
Reina mendekati Farah dan membisikkan sesuatu
"lo nggak usah main-main sama gue, gue bisa aja buat lo nggak bisa ngomong apapun!" bisik reina ditelinga farah
Reina kembali memundurkan langkahnya namun tatapnya tetap pada mata Farah
"bahkan cctv-nya bisa menjelaskan semuanya!" suara Reina sedikit ditinggikan supaya Bu BP bisa mendengarnya
Reina dan Bu BP pergi ke ruang cctv lalu ia meminta diputar saat kejadian tadi, Bu BP marah melihat perlakuan Farah yang sangat memalukan ternyata ia sangat salah menilai Reina, Bu BP meminta maaf kepada Reina, Reina hanya mengangguk kepala
"jadi semuanya sudah beres, bahwa ini semua bukan salah saya!, dan saya ingin ibu membersihkan nama saya, karena ibu sudah menghina saya didepan banyak siswa!" ucap Reina datar
__ADS_1
setelah itu Bu BP menyalakan mic dan mengucapkan bahwa tadi itu bukan kesalahan Reina