
"diam kamu! lagian kita juga akan mencoba-coba baju pernikahan kita" ucap alex membuat reina kaget
"apa? baju pernikahan? kok mendadak gini sih, gue kan mau sekolah" ucap reina menolak ikut
"kamu harus mau, sekarang cepat ikut saya" alex berjalan menuju mobil dan Reina tetap berada disana berdiri
"ayo cepet non!! tunggu apa lagi?!!" tanya bibi dengan mendorong pelan reina
"tapi bi-" jeda reina karena sudah dulu dipotong oleh bibi
"tenang non, non cuma pilih baju doang kok nggak usah khawatir, bayangin aja non bukan mau nikah" ucap bibi mencoba menenangkan reina
reina akhirnya mengiyakan lalu pergi kedalam mobil dan mobil pun melaju menembus jalanan yang lumayan padat akan kendaraan, alex tetap diam sehingga reina memulai percakapan
"disuruh siapa pilih baju? lagian kita nggak akan nikah sekarang, gue kan masih sekolah nggak mungkin gue nikah saat masih sekolah!" ucap reina dengan menatap tajam alex
__ADS_1
"orang tuamu, tapi kita tetap akan menikah walaupun kamu masih sekolah!! saya seperti ini supaya kamu tidak melirik laki-laki lain" ucap alex sedangkan reina mengerutkan keningnya
"melirik? ya kali, nggak mungkin gue nggak suka siapa-siapa, jadi jangan terlalu cepet nikahannya ya?!!" ucap reina dengan senyum terpaksa
"tidak bisa semua sudah saya lakukan dan sedang dalam proses mungkin sekarang sudah 64%" ucap alex membuat reina terkejut
"ka-kapan? maksudnya kenapa bisa secepat itu? sejak kapan lo nyiapin semuanya kok gue nggak tau?" tanya reina.
"aduh alex, kenapa lo nggak ngomong dulu sih kalo udah hampir siap?!" tanya reina
*tapi boong hihi* benak reina dengan senyum sinis
saat alex menatapnya sedetik kemudian reina menghilangkan senyum yang sebelumnya dia tampilkan dibibirnya
"kita akan lamaran dulu, dan saya akan mempertimbangkan ucapanmu yang tadi" ucap alex dan menghentikan mobil karena mereka sudah sampai dirumah alex, kenapa dirumah alex? karena alex akan mengganti baju dahulu bagaimana mungkin menggunakan baju perempuan yang sangat kecil ditubuhnya
__ADS_1
"tapi ingat sayang, kamu akan tetap dibawah pengawasan saya" ucap alex lalu turun dari mobil menuju dalam Mension
sedangkan reina masih didalam mobil rasanya ingin sekali pergi dari sana tapi lihatlah banyak sekali algojo dimana-mana rasa berani reina hilang begitu saja, akhirnya reina turun dari mobil dan mengikuti alex masuk kedalam reina berjalan-jalan dan melihat kedalam Mension alex
"hm lumayan juga I like this" ucap reina lalu mendudukkan diri tempat duduk yang ada disana
reina merasa disana sangat sepi bahkan kalau dilihat-lihat sepertinya tidak ada pembantu rumah tangga disini, tapi bagaimana bisa alex memasak sendiri dan lain sebagainya,diluar hanya ada orang-orang bertubuh kekar. mungkin memang benar alex tidak memiliki pembantu
tidak lama kemudian ternyata alex sedang berjalan menuruni tangga dan bertanya kepada Reina, reina menatap kebelakang dan menjawab pertanyaan alex tersebut
"apa yang sedang kamu pikirkan, honey?" tanya alex menuruni tangga dengan meletakkan tangan di satu sakunya
__ADS_1