
"b-bukan seperti itu ayah, aku datang kesini buat liat bunda, rein juga berharap semoga bunda bisa sembuh dan bareng-bareng sama kita" ucap Reina dengan menunduk menahan tangis
"apa kamu nggak sadar, justru kalau bunda bareng sama kamu itu membuatnya serangan jantung! kamu adalah penyebabnya!" ucap ayah dengan sangat marah
"tenang om, jangan lampiaskan semuanya ke reina" ucap Alex yang melerai keduanya
"tenang? bagaimana om tenang kalau yang membuat istri om masuk rumah sakit itu anak om sendiri!" ucap ayah lalu menggenggam tangan bunda
"ayah, maafin reina" lirih Reina, lalu mendekati keduanya, Reina mencium kepala bunda
"sekarang kamu pergi"ucap ayah tanpa memandang Reina
"ayah maafin reina, Reina janji nggak bikin bunda sakit, Ayah, ayah Reina mohon" ucap Reina dengan menangis memohon kepada ayah
"reina keluar dari sini!" ucap ayah, Alex yang melihat ayah Reina semakin emosi langsung membawa Reina pergi dari sana
__ADS_1
"nggak! gue nggak mau pergi! ayah aku mohon bolehin aku disini buat jaga bunda"tangis Reina memohon
"cepat keluar" ucap ayah dengan tegas, Alex membawa Reina keluar
setelah sampai diluar ruangan bunda, Alex memeluk reina erat-erat, Reina juga hanya diam ketika dipeluk oleh Alex, Reina menangis dia menyalahkan dirinya sendiri
"bunda, maafin reina kalau aja Reina nggak ngomong jahat pasti bunda nggak akan masuk rumah sakit, maafin reina bunda, Reina minta maaf, bundaaa" tangis Reina semakin menjadi Alex menggendong Reina pergi dari sana karena takut akan menggangu pasien yang lain, Reina hanya diam ketika digendong dia menutupi wajahnya dileher Alex
Alex membawa Reina ke rumah, selama diperjalanan Reina terus menangis sampai dirumah dia masih menangis dengan mengucapkan kata 'maaf'
"ssttt tenang semua pasti akan kembali seperti biasa" ucap Alex setelah mereka turun dari mobil
"non yang sabar ya, nyonya pasti bakalan sembuh kok, mendingan sekarang non ke rumah sakit aja tungguin disana, biar disini bibi aja yang urus" ucap bibi
"ayah maafin Reina" tangis Reina, dia lari ke kamarnya
__ADS_1
"loh non, den itu non Reina kenapa? kok malah minta maaf sama tuan?" tanya bibi
"bukan apa bi, sekarang tolong bikinin minuman yang anget buat Reina" ucap Alex, bibi hanya mengiyakan lalu pergi ke dapur, sedangkan Alex pergi ke atas untuk ke kamar Reina
Alex membuka pintu Reina, disana Reina terlihat sedang duduk dibawah kasur dengan menekuk kedua kakinya dan menaruh kepalanya dikedua lututnya
Alex mendekat ke arah Reina lalu memeluk reina dan menepuk pelan kepala Reina, Alex sangat ikut bersedih karena orang yang dia sayang menangis
"jangan buang-buang air mata kamu" ucap Alex menyeka air mata Reina
"bunda maafin Reina, Alex, bunda bakal maafin gue apa nggak? gimana kalo ayah makin marah dan bunda nggak mau ketemu lagi sama gue, gue salah gue harusnya nggak gitu harusnya gue nggak ngomong hal yang bahkan gue nggak suka dengernya" ucap Reina dengan semakin sedih
"sstttt pastinya mereka bakal maafin kamu, sekarang tenangkan diri kamu" ucap Alex menyakinkan reina, setelah itu bibi datang dengan membawa coklat panas
"minum dulu"Alex memberikan coklat panas kepada Reina
__ADS_1
"nggak usah" tolak Reina, Alex menggelengkan kepalanya
"minum dulu, setelah itu mandi" ucap Alex, Reina meminum sedikit coklat panasnya