
Alex memukul punggung Reina sampai membuatnya pingsan, Alex menyuruh anak buahnya untuk jalan duluan kerumah biar Alex saja yang membawa Reina kembali
Alex menggendong Reina dan memasukkannya ke dalam mobil, Reina tersadar dari pingsannya, dan melihat Alex sedang berjalan didepan mobil karena akan masuk kedalam mobil
Reina membuka lagi pintu mobil dan keluar dari sana, Reina juga menahan sakit dipunggunya karena sudah dua kali dipukul
"diamlah didalam!" Alex menahan tangan reina, Reina memberontak sampai membuat Alex menggendong Reina dipundaknya dan menaruhnya kembali didalam mobil
"aaa gue nggak mau! gue nggak mau pulang turunin gue!" Reina terus saja mencari celah untuk keluar
"diem nggak usah berisik!" dingin Alex, Reina memukul bahu Alex saking marahnya
"aaaaa lo ngeselin! gue nggak mau pulang! turunin gue cepet! atau gue bikin mobil ini nabrak!" ancam Reina, Alex mendengar ancaman tersebut menjadi waspada dan menahan tangan reina yang akan memegang stir mobil
"jangan gila!" marah Alex, Reina yang mendengar suara keras dari Alex entah kenapa merasa ciut, Reina langsung terdiam
__ADS_1
"pake sabuk!" ucap Alex datar, namun Reina tetap tidak mengunakan sabuknya
"harus banget gue yang makein?" tanya Alex, Reina menatap Alex memandangnya aneh
"please lah, jangan bawa gue pulang, gue nggak mau ya tolong, lo mau gue bayar berapa? pasti gue kasih tapi jangan bawa gue pulang HUAAA JANGAN BAWA GUE PULANG"teriak Reina, namun Alex sama sekali tidak mendengarkan reina
"mendingan lo jauh-jauh sama cowo itu!" ucap Alex tiba-tiba
Reina berfikir siapa maksud dari cowo itu?
"maksud lo alvin?" tanya Reina, Alex memandang sekilas wajah Reina dan mengangguk
"HAAA lepasin guee, tolong bapak ibu saya diculik aaaa tolong saya disakitiiii!!!" teriak Reina yang membuka kaca mobil, orang-orang memandang Reina. mungkin ada beberapa yang mengira itu benar, ada beberapa orang yang mengejar mobil yang ditumpangi oleh Alex dan Reina, namun Alex menambah kecepatan
bahkan ditikungan tajam Alex berbelok dengan kecepatan tinggi dan belok sangat tajam membuat kepala Reina mengenai pintu mobil
__ADS_1
"aaww, pelan-pelan bisa nggak?!" ucap Reina memegang kepalanya
"lo yang bikin mereka ngejar! pikir dulu sebelum bertindak!" geram Alex, Reina memandang kosong jalan
*kok gue salah sih? kan memang bener kalo gue diculik, ya walaupun diculik kerumah tapi kan dengan pemaksaan itu namanya penculikan dong? ya nggak sih? lah pokoknya gue bener! aaaaaa tolong dong, oh ya kenapa alvin nggak ngejar gue ya? kenapa dia nggak nolongin gue? nggak cari tau dimana gue?! sebenernya apa yang terjadi sihh gue bingung deh kalo gini terus" benak Reina
"Alex huhu tolong jangan bawa gue pulang, g-gue nggak mau!" Reina menggoyangkan lengan Alex dan terus meminta untuk dilepaskan
"kalo nggak gini aja, lo turunin gue disini terus lo pulang bilang sama bokap gue kalo lo nggak nemuin gue dan lo ngomong aja kalo lo udah cari kesemua tempat tapi nggak ketemu! ya?" ucap Reina memberikan usul, namun tak dihiraukan oleh Alex, Alex tetap mengendarai mobil tanpa melihat Reina yang terus merengek, Alex juga menyetir dengan kecepatan tinggi karena masih dikejar oleh orang-orang
"lo urus orang-orang bodoh itu!" ucap Alex yang menelfon bawahannya, setelah mengucapkan itu Alex langsung mematikan teleponnya
"lex! lo denger gue ngomong nggak sih?!" geram Reina, Alex menatap Reina dan beralih ke dahi Reina yang ada sedikit noda darah akibat terbentur tadi, Alex melihat di spion mobil orang-orang yang mengejarnya sudah tidak ada, Alex berhenti di samping jalan dan mengambil hansaplas untuk dahi Reina
"lo mau ngapain?!"ucap Reina mencegah Alex mendekat
__ADS_1
"diem!" Alex menahan tangan reina dan tangan yang satu menempelkan ke dahi Reina, Reina sadar kalau Alex hanya akan mengobati lukanya, sungguh tadi Reina sempat berfikir akan terjadi hal diluar pikirannya
"makanya nggak usah kepedean" ucap Alex lalu menjalankan kembali mobil, namun ketika Alex akan menekan gas Reina langsung mematikan kunci mobil dan mengambil kunci mobil itu