
Caca berjalan mendekat ke pos satpam dengan raut wajah yang sangat menyedihkan di depan satpam Caca mencoba sekuat tenaga menangis. "Pak tolong saya, saya di suruh sama Bu BP buat panggil bapak, katanya bapak disuruh ke ruangan BP" ucap Caca dengan sesekali mengelap ingusan Caca juga memutar memberikan tanda supaya Reina berjalan ke mobilnya. "Emang saya harus ngapain dan kamu kenapa itu bajunya?" tanya satpam
"Saya abis di siram sama Farah dan kayaknya Bu BP panggil bapak juga karena itu deh, saya nggak tau pak mendingan bapak kesana sekarang" ucap Caca setelah melihat Reina sudah berada didalam mobil. "Ya sudah" satpam tersebut berbalik badan lalu pergi ke dalam untuk menuju ruang BP setelah beberapa meter satpam meninggalkan Caca, Caca mulai membuka pager dengan perlahan dan setelah satpam tidak kelihatan Caca langsung melambai tangan supaya Reina menyalakan dan menjalankan mobilnya
Caca menutup pagar setelah mobilnya keluar dan dia masuk ke dalam mobil dan mereka meninggalkan sekolahan. "Ke rumah lo dulu ya biar lo ganti baju dulu" ucap Reina diangguki oleh Caca. "Emang lo tau rumah gue dimana?" tanya Caca. Reina mengerem mobil dan menggeleng cepat. "Gue lupa kan gue nggak tau rumah lo, ya udah lo aja yang nyetir tapi lo bisa kan?" tanya Reina, Caca menatap tajam Reina. "Emang gue lumpuh apa sampe nggak bisa nyetir, lagian yang kena pukul tuh sini bukan kaki" Caca menunjuk samping mata
__ADS_1
Reina cengengesan melihat Caca, dia turun dan berpindah posisi duduknya dengan Caca. Caca menyalakan mobilnya dan berlalu menuju rumahnya selang sekitar 20 menit mereka sampai di rumah Caca
Rumah Caca
__ADS_1
"Gue tinggal sendiri, orang tua gue udah nggak ada sejak gue SMP ada tabrakan antar kereta, dulu waktu nyokap bokap gue lagi pergi naik kereta tiba-tiba entah gimana ada gerbong kereta lain yang langsung menghantam kereta yang ditumpangi orang tua gue, yah sejak saat itu gue tinggal sama tante gue tapi sekarang tante lagi pergi ke luar negeri" ucap Caca menjelaskan secara rinci
"Oh gitu, gue turut berdukacita ya... Eh cepet lo ganti baju sebelum beneran masuk angin terus gue mau ajak lo ke tempat yang bikin lo tenang dari berisiknya keadaan" ucap Reina lalu duduk di sofa ruang tamu. "Lo mau minum apa biar gue suruh bibi buat bikin?" tanya Caca, Reina mengibaskan tangannya. "Nggak usah repot-repot tapi kalo boleh bikinin minuman dingin" ucap Reina
"Oke tapi, minuman dingin apa? kan banyak yang dingin" ucap Caca kebingungan. "Apapun itu yang penting dingin, gue lagi haus banget soalnya biar seger" ucap Reina jujur
__ADS_1
Caca memanggil bibi dan menyuruh bibi membuatkan Reina minuman jeruk peras, karena Reina mengatakan apapun jadi Caca menyuruh bibi membuat jeruk peras saja. Caca pergi ke kamarnya sedangkan Reina menunggu minumannya datang dia bermain handphone untuk menghilangkan bosan, bibi datang membawakan jeruk peras untuk Reina. "Makasih bi" ucap Reina lalu meminum