Love History

Love History
#25


__ADS_3

Reina pergi ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran, ia sangat marah dengan Farah yang melakukan hal menjijikan seperti itu, ia ingin membalas dendam kepada Farah, jadi Reina keluar dari kelas dan mencari Farah ternyata Farah sedang diruang BP, Farah dihukum untuk membersihkan toilet yang ada di lantai atas, Reina segera ke lantai atas untuk mengotori toilet dengan itu Farah akan semakin kesulitan untuk membersihkan bahkan ia membeli telur mentah dan memecahkan dilantai toilet tentu itu membuat bau yang sangat amis, Reina bersembunyi ketika melihat farah sudah mendekat bersama Bu BP mungkin untuk menjaga Farah supaya nggak kabur pikir Reina


"loh bu kok ini ada pecahan telornya sih?" heran Farah dengan menutup hidung


"saya nggak tau, tapi kamu harus bersihin ini semua sampai bau amis ilang! awas saja kalau nggak selesai!" ujar Bu BP


"saya juga bakal bawa orang buat jaga kamu, supaya kamu nggak kabur!" sambung bu BP


"lah Bu nggak usah, saya sendiri aja yah yah!" rengek Farah, namun Bu BP tetap pada pendiriannya untuk menaruh orang disana untuk menjaganya, setelah itu Bu BP menelfon seseorang setelah beberapa menit dua lelaki datang mengenakan seragam penjaga


"pak saya minta tolong jagain dia, jangan sampai dia pergi sebelum toilet ini bersih, paham!?" tegas Bu BP


"siap Bu!" ucap dua pria tersebut dengan hormat tangan


setelah itu Bu BP pergi, Reina masih saja ditempat persembunyiannya


"hihihihi rasain lo!" Reina cekikikan melihat farah kerepotan menghadapi dua penjaga dan membersihkan toilet


"ngapain lo?" suara dari samping reina, Alvin. Alvin yang sedang bertanya kepada reina


"lo ngapain disini?" Reina balik bertanya, alvin hanya menatap wajah cantik reina


"hah? kenapa liatin gue?" bingung Reina dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"lo ngapain disini?" ulang alvin


"oh nggak ngapa-ngapain, lo?" tanya Reina


"cuma lewat" santai alvin


"lo udah persiapin semua kebutuhan out bond?" tanya alvin


"oh iya gue lupa, ntar aja deh" ucap Reina dengan cengengesan


"hm" Alvin menjawab dengan deheman


Reina juga menganggukkan kepalanya, ia masih tetap disana untuk melihat farah sebab ditangannya juga masih ada telur dua buah yang sengaja ia simpan untuk melemparnya ketika Farah sedang membersihkan, namun Reina bingung kenapa alvin belum juga pergi dari sana


"eh lo nggak dicariin pak guru?" tanya reina


"nggk" singkat alvin

__ADS_1


"Lo ngapain tetep disini?" tanya Reina, Alvin memandang dari atas sampai bawah Reina


"lo sendiri ngapain tetep disini?!" tanya alvin, Reina bingung akan menjawab pertanyaan alvin


"em gue lagi nunggu temen, iya nunggu temen hehe" ucap Reina mengarang dan Alvin tentu nggak percaya begitu saja. Alvin melihat ke belakang dan mengintip ternyata farah sedang dihukum


"dah tau kan? sana pergi" usir reina


"hei al!" seru aldo memanggil alvin


"lo ngapain disini bareng reina? ayok cabut" ujar aldo, namun alvin menolak


"lo pergi dulu, gue nyusul" ucap alvin dan aldo hanya menganggukkan kepalanya


"ya udah" ucap Aldo setelah itu ia pergi. sekarang hanya tersisa Alvin dan Reina


"kenapa lo nggak ikut dia sih?" tanya Reina


"gue pengin liat lo ngerjain farah" ujar alvin


"huh ya udah tapi lo diem jangan berisik!" Reina kembali bersembunyi bersama alvin, Reina memberi satu telur mentah kepada alvin. Reina yang terlebih dahulu melempar telur yang jatuh di bawah kaki farah dan terciprat ke sepatu farah.


"hihihihi mampus kan lo!" Reina menertawai Farah yang sedang berjingkrak-jingkrak karena telur itu mengenai sepatunya bahkan kaos kakinya terkena sedikit, sekarang gantian alvin yang melempar telur


*omg gimana bisa? ah mungkin kebetulan* benak Reina.


"aaahhhh apa ini?!! siapa sih yang ngelakuin ini! keluar lo!" teriak farah


"heh! diem, bersihin semua biar saya yang cari siapa yang bikin rusuh" ujar salah satu dari orang yang menjaga Farah


"jangan-jangan ini kerjaan Reina, dasar Reina breng***!" geram farah


"awas aja lo, gue bakalan bales ini semua!" lirih farah


"hei! cepat bersihkan, jangan membuang-buang waktu ku!!" marah orang yang menjaga Farah


"i-iya pak" ujar farah,lalu ia mengambil air dan pel lantai untuk membersihkan lantai bau amis telur


"iiyuuhhh bau banget huekk" farah menutupi hidungnya


"iiihhh rok gue!" teriak farah ketika air yang ia siramkan ke lantai malah mencipratkan ke roknya membuat rok nya basah

__ADS_1


"ahahahah rasain lo" ujar Reina melihat semua yang terjadi pada farah, setelah itu ia pergi supaya nggak ketahuan


"lo liat kan tadi! ahaha" Reina tertawa dengan puas


"nakal" gumam Alvin, reina nggak mendengar dengan jelas


"hah? lo ngomong apa gue nggak denger?" tanya reina


"nggak, lupain aja" ujar alvin


setelah itu Reina pergi ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran, setelah mengikuti pelajaran bel sekolah bunyi semua murid berhamburan keluar dari sekolahan


"ah gue nanti harus beli tenda, sama yang lain" Reina menarik nafas lalu menghembuskan


"lah kenapa nggak minta bantuan pak karyo, nah kenapa nggak dari kemarin inget" Reina menepuk kepalanya sendiri menyadari kebodohannya sendiri


Reina pulang dan mencari pak Karyo, pak Karyo adalah tukang kebun dirumahnya, beliau sudah lumayan lama kerja disana, rata-rata yang bekerja dirumah Reina sudah lumayan lama


"pak, saya boleh minta tolong?" tanya Reina


"boleh lah neng, emang apaan?" tanya pak karyo


"tolong beliin tenda sama perlengkapan buat dibukit, soalnya besok harus dibawa please yaa mau" Reina merengek seperti anak kecil


"siap neng" ujar pak karyo


"wah makasih, ini uangnya yaa kalo kurang kabarin saya aja! oke!" Reina sangat bersemangat


"pokoknya siap deh!" ucap pak karyo dengan hormat tangan


setelah itu Reina duduk di depan sofa, ia merindukan bunda biasanya yang duduk di sofa depan tv itu bunda dan reina namun sekarang bunda dan ayah belum aja pulang.


"non, makan dulu sini bareng bibi!" panggil bibi, Reina menoleh ke belakang, Reina sangat bersyukur masih mempunyai orang-orang baik dirumahnya


"iya bi! rein lagi jalan ke situ!" teriak reina, Reina makan siang bersama bibi dimeja makan, ada beberapa makanan kesukaan Reina seperti, cumi, tumis kacang panjang, udang goreng tepung. Reina suka cumi namun nggak suka gurita menurutnya gurita nggak enak, lebih enakan cumi


'wah siapa nih yang juga suka cumi, ketimbang gurita?!🤫'


"eemm enak banget bi, the best bibi!" Reina memberi dua jempol untuk masakan bibi


"tentu saja siapa dulu? bibi!" ujar bibi dengan bangga

__ADS_1


"hahahah iya-iya" mereka tertawa bersama dan melanjutkan makan mereka


kalau orang lain lihat pasti sudah mengira bahwa Reina dan bibi adalah ibu dan anak


__ADS_2