
alex naik ke lantai dua dimana letak kamar reina berada, ketika sampai disana alex menaruh es dimeja belajar reina dan membuka beberapa buku yang ada tidak ada yang spesial menurut alex. Disaat alex sedang membuka-buka buku, reina sudah ada disana dan langsung merebut bukunya
"lo tau privasi kan? jadi kembaliin buku gue!" ucap reina karena bukunya tidak kembali padanya sebab alex langsung menghindari tangan reina yang akan mengambil buku tersebut
"saya akan kembalikan tapi kamu harus meminum satu saja yang lain buang atau kasih ke orang" ucap alex
"apa? lo aneh udah capek-capek beli dan seenak jidat lo bilang buat buang? nggak bakal semua udah milik gue dan gue akan minum semuanya maupun lo ngelarang gue" ucap reina dengan mengambil minumannya yang ada dimeja belajarnya
"ya sudah berati buku ini akan saya bakar" ucap alex lalu mengeluarkan korek dari saku celananya
"eh eh ja-jangan!" larang reina menghentikan alex yang akan membakar bukunya
"kenapa? apa ada sesuatu didalamnya?" tanya alex dengan mengangkat alisnya
__ADS_1
"n-nggak ada, sini balikin buku gue!" ucap reina melompat untuk mengambil bukunya yang alex pegang. Karena tinggi badan reina tidak sama dengan alex semua sia-sia namun reina tidak gampang menyerah dia menggelantung di lengan alex dan tangan yang lain berusaha meraih bukunya
disaat reina hampir mendapatkan bukunya tersebut, alex memegang pinggang reina dan menarik kedalam dadanya alex mencium harus wangi rambut reina sedangkan reina yang kaget karena kakinya melayang dan susah untuk melepaskan diri dari alex
"eemm lepasin gue, gue nggak bisa na-nafas" ucap reina dengan memukul bahu alex, alex melepaskan reina dan menurunkan tubuh mungil reina
"huft hampir mati gue" ucap reina dengan memundurkan tubuhnya
alex senyum sampai menampilkan gigi putih, reina sempat terpana akan senyuman alex yang baru pertama kali dia lihat, alex menyadari reina terus menatap dirinya memajukan wajahnya ke depan wajah reina dan mencium bibir Reina sampai membuat reina terperangah. Reina mendorong dada alex dan melepaskan diri dari alex
"aaaargg lo!" reina sampai tidak bisa berkata-kata
"kenapa? bukannya kamu yang terus melihat saya?" tanya alex dengan senyuman di bibir sexsinya
__ADS_1
"nih bukunya" alex memberikan bukunya di depan wajah reina, reina menerima buku tersebut dengan cepat
"seperti diperjanjian, saya akan membuang beberapa minumanmu" ucap alex dan beranjak untuk mengambil minuman reina
reina menghalangi alex dengan tubuhnya, reina berusaha menghentikan alex yang akan mengambil minumannya
"j-jangan gitu ya, nih buat lo satu tapi lo jangan buang, k-kalo lo udah minum pasti lo suka, cobain" reina menyodorkan minuman yang dia ambil dari tas minumannya
alex mengambil minuman dari tangan reina "mungkin kalau lebih enak jika kita berdua minum bersama" ucap alex, reina berfikir kalau alex menyetujui tidak akan membuang minuman kesukaannya
alex meminum minuman yang reina kasih dan alex menahan reina yang akan pergi lalu alex menautkan bibir mereka sampai minuman yang ada di mulut alex berpindah ke dalam mulut reina
glek...
__ADS_1