
Reina akhirnya selesai melakukan ritualnya setelah ada kejadian membuatnya malu dan ingin sekali rasanya menyakar-nyakar wajah menyebalkan Alex itu, tetapi saat ini dia kesampingkan itu dan fokus untuk bertemu dengan ayah bundanya. Mereka tentu saja tidak mengetahui apa yang terjadi karena kamar Alex itu terdapat penyadap suara sehingga suara dari dalam tidak terdengar, tapi itu sedikit menguntungkan bagi Reina karena kalau saja tadi orang tuanya melihat yang terjadi bisa lebih besar kekacauan ini.
Reina melihat ayah sedang mengobrol dengan Alex dan bunda juga sedang ikut menyimak diantara kedua lelaki tersebut, saat melihat Reina turun bunda langsung menyuruh Reina duduk disampingnya
"Hehehe, gimana tadi malem udah ini belum?" bisik bunda dengan menempelkan kedua jemarinya kedepan membuat Reina melotot
"Bunda ngomong apa sih?!" tanya Reina tetapi tidak ada raut malu-malu membuat bunda berfikir apakah kedua belum melakukan 'itu'
"Udah apa belum?" tanya bunda
"Apanya sih bunda ya ampun?!" tanya Reina semakin membuat bunda kesal tapi itu memang rencananya supaya bunda tidak terus bertanya atau dia yang akan dalam kesulitan
"Eh bunda sama ayah disini udah lama?" tanya Reina mencoba mengubah topik
"Nggak begitu lama, tapi lumayan lumutan nunggu kamu" ujar ayah menatap anaknya yang sudah menjadi istri
__ADS_1
"Oh" Reina hanya beroria polos, Reina menatap ayahnya dengan serius. "Besok Reina mulai sekolah ya, tapi Reina mau naik mobil sendiri... boleh 'kan yah" Rengek Reina menatap melas kepada ayah
"Kenapa tanya sama ayah? kamu sudah punya suami rein jadi kamu harus meminta izin dengannya" jawab ayah dengan enteng bahkan dia juga menyeruput secangkir kopi yang disediakan
"Iya kamu itu sudah menjadi istri jadi kamu tidak boleh tidak meminta izin kepadanya, apa lagi kamu itu susah banget di bilangin. Sekarang sudah berbeda jadi kamu harus bisa memikirkan mana yang baik untukmu" tambah bunda ikut menyuarakan
Reina menghela nafasnya dan menatap Alex sedangkan Alex yang ditatap hanya menampilkan senyum yang tidak sampai kemata
"Kamu boleh sekolah lagi tapi..." dengan sengaja Alex menggantung kata-katanya membuat Reina penasaran
"Aaaawww bun bunda, kuping Reina nanti copot kalo terus dijewer!" ucap Reina meringis kesakitan
"Sama suami sendiri masih ngomong 'lo'. ingat Reina dia itu sudah suami kamu, masa ngomongnya gitu?! cepat minta maaf" ujar bunda dengan tenang, tapi tangannya masih memegang telinga Reina
"Maaf, maafin gue... udah 'kan sekarang lepasin lah tangan bunda ini sakit banget pasti kupingku merah" ucap Reina dan memang benar telinganya merah karena dijewer, melihat itu bunda meminta maaf dan Reina hanya mendengus
__ADS_1
"Minta maafnya yang bener dan kamu juga masih bilang 'gue' " ucap Alex
"Hah... yang bener aja masa gini doang masih diperpanjang sih?!" kesal Reina
"Udahlah lanjutin yang lo-"belum selesai bicara, bunda menatap tajam Reina
"Maksudku, lanjutin yang tadi mau kamu bilang, tapi itu apa?" tanya Reina mengubah panggilan
"Kamu harus mau saya antar jemput" jawab Alex dengan menyilangkan tangannya di dada
"Nggak usah, kamu pasti banyak pekerjaan nanti aku malah merepotkan" Reina berusaha untuk menolak dengan halus
...****************...
Kalian kalau bingung, kok tiba-tiba ayahnya Reina minum kopi? padahal disana tidak ada siapapun selain Alex dan Reina
__ADS_1
jawabannya disini, jadi di mansion Alex ini ada asisten rumah tangga tapi hanya datang beberapa kali di jam pagi untuk masak dan beberes setelah selesai dia pulang, sekarang asistennya sudah menyelesaikan tugasnya jadi dia pulang.