
Ayah menggelengkan kepalanya dan mengelus kepala Reina yang sedang berjongkok didepannya. "Ayah sudah istirahat, ini malah baru aja keluar" ucap ayah
"Om tante, David pamit pulang" pamit David lalu mencium tangan orang tua Reina
"kenapa buru-buru sekali? main lah sesekali disini" ucap ayah
"iya om, tapi sekarang David harus pergi dulu" ucap David, setelah mendapat anggukan dari ayah David keluar dan pergi meninggalkan rumah Reina
Malam hari tiba-tiba ayah meminta Reina berkumpul diruang keluarga begitu juga dengan Alex yang di beritahu oleh ayah untuk datang kerumah. Semua sudah berkumpul begitu juga dengan bunda
"Ada apa sih yah? tumben banget ngumpulin kaya gini kaya mau perang aja" ucap Reina
"Kita mau bahas tentang pernikahan kalian"
Deg
__ADS_1
Jantung Reina terasa berhenti sesaat sebelum akhirnya berpacu dengan cepat, pernikahan?....
"Nggak bisa diundur aja?" tanya Reina
"Sayang, kami mengerti perasaanmu tapi kita juga harus lebih waspada terhadap musuh yaitu dengan menikahkan kamu dengan Alex" ucap bunda mencoba membuat Reina mengerti. "Dan itu juga karena jika ayah sudah tidak ada, masih ada Alex yang bisa menjaga kamu" ucap ayah membuat Reina menatap nanar pria paruh baya tersebut
"Ayah ngomong apa sih ah, jangan ngomong gitu lagi" ucap Reina tidak terima ayah mengatakan kalau dirinya akan pergi
"Itu hanya untuk berjaga-jaga Reina"ujar ayah
"Sudah siap hanya tinggal menyebarkan undangan kepada orang, tetapi saya masih belum tahu siapa yang akan kita undang di pernikahan ini" ucap Alex
"Ayah, boleh nggak kalau pernikahan ini dibikin rahasia, maksudnya-" perkataan Reina terhenti
"Kenapa? bukannya lebih baik yang mewah dan banyak orang yang datang itu lebih baik Reina!" ucap ayah menatap anak semata wayangnya
__ADS_1
"Tapi ayah, Reina masih sekolah dan Reina juga belum pengin anak-anak sekolah pada tau Reina udah nikah" ucap Reina menundukkan kepalanya
Terdengar suara helaan nafas panjang dari ayahnya sampai suara Alex terdengar
"Baiklah, lebih baik kita mengikuti keinginan Reina ayah, karena dengan banyak yang tau juga akan membuat musuh datang dan bisa saja mereka membuat kekacauan" ucap Alex
"Hahhh baiklah ini pernikahan kalian jadi aku serahkan kepada kalian saja, yang terpenting kalian sah" ucap ayah
Akhirnya Reina bernafas lega karena pernikahan mereka hanya keluarga dua pihak yang datang, Mama dan papa Alex juga datang dari luar negri setelah sekian lama disana akhirnya mereka kembali untuk melihat pernikahan anak mereka yang ditinggal begitu lama di tanah air.
Reina berdiri di balkon kamarnya dan menatap bintang yang bertebaran di langit indah malam
"Beberapa hari kedepannya gue bakal sangat sibuk, huftt" Reina menghela nafas
Reina kembali masuk kedalam kamarnya dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dan mulai memasuki dunia mimpinya. Reina memilih tidur dan berharap semua kejadian ini hanyalah mimpi buruk dan Reina berdoa semoga ketika dia bangun semua memang benar itu hanya mimpi. Tetapi bagaimana lagi semua memang nyata dan satu Minggu lagi Reina akan menyandang gelar sebagai istri dari Alex yang terkenal akan kedinginan dan kesadisannya ketika membunuh musuhnya, Reina memang cewek kuat tetapi ketika akan melawan orang tuannya rasanya sulit dan Reina merasa tidak bisa jadi mau tidak mau Reina akan tetap menikah dengan Si songong Alex.
__ADS_1