Love History

Love History
84


__ADS_3

Keesokan paginya alex sudah bangun dan sedang berolahraga di samping rumah reina karena semalam alex disuruh untuk menginap disini karena hari juga malam, sebab ayah terus mengajaknya mengobrol hingga larut malam. Sebenarnya alex bisa saja pulang karena sudah biasa keluar malam namun ayah menyuruhnya tetap disana menginap begitu juga bunda yang menyetujui akhirnya alex menurut saja dan tidur dikamar tamu


Dan disebuah kamar terdapat gadis yang sedang mengumpulkan nyawanya yang baru bangun, reina terbangun karena alarm tepat bunyi disamping telinganya membuat reina kaget seakan jiwanya dipaksa keluar


"siapa yang naruh di kuping gue sih?" ucap reina dengan rambut yang acak-acakan


Entah karena masih baru bangun membuat reina tidak ingat kalau dia sendiri yang menaruh jam alarmnya disamping telinganya sendiri. Setelah nyawanya dirasa sudah kumpul dia berjalan menuju kamar mandi dan mulai melakukan rutinitas mandinya.


Reina berdiri didepan kaca kamar mandinya. "hm lumayan juga adik kembar gue mo*tok" ucap reina dengan berpose ****


"hahahaha gila gue" tawa reina melihat tingkahnya sendiri, reina mulai mandi dan menggosok badannya dengan sabun.


Sedangkan alex yang sudah selesai dengan olahraganya juga mulai masuk kedalam kamar untuk mandi, alex membuka bajunya dan terlihatlah roti sobeknya yang ada enam kotak-kotak, alex mulai mengguyur tubuhnya dengan air dan memulai mandinya

__ADS_1


Juga reina yang sudah selesai mandi sekarang sedang memakai baju sekolahnya, Reina menyisir rambutnya dan juga membiarkan rambutnya digerai.


Setelah siap reina turun ke bawah dan mengambil kunci mobilnya namun saat melewati pintu kamar tamu sangat dikagetkan karena reina melihat alex yang hanya mengenakan handuk di pinggangnya dan terlihat roti sobek alex


"aarrgghhh bunda!!" teriak reina kencang namun yang datang justru bibi


"non, ada ap- aarghhh" teriak bibi saat melihat alex hampir telanjang


bibi mendorong alex masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar


"saya tidak membawa baju ganti!!" teriak alex menggedor pintu


"non, cari baju cepet!" ucap bibi memerintah reina supaya mencarikan baju untuk alex

__ADS_1


"loh kok aku bi?" gugup reina karena dia harus kesekolah


"ucap cepet!!" ucap bibi menepuk kepala reina, sedangkan reina hanya mengusap kepalanya. Reina masuk ke kamarnya lagi untuk mencari baju yang pas untuk alex untung saja reina sering memakai Hoodie sweater jadi mungkin saja muat di alex, namun senyum reina muncul ketika melihat bajunya dan langsung mengambilnya setelah itu dia langsung berlari turun ke bawah dan memberikan bajunya kepada alex


"Reina kamu mau mempermalukan saya?!" teriak alex dengan membuka pintu kamar


"udah cepet pake, gue duluan bye!" Reina berjalan dengan menahan tawa membuat wajahnya sangat merah


"heh siapa yang nyuruh kamu pergi sendiri?" tanya bibi dengan menarik tas reina kebelakang


"nggak ada, tapi reina mau sendiri, emang kenapa bi?" tanya reina setelah bertatap dengan bibi


"kamu harus pergi dengan alex dan kamu jangan nggak mau, harus mau! gitu kata nyonya" ucap bibi memperagakan ucapan bunda

__ADS_1


Pas juga dengan terbukanya pintu kamar dan terlihat alex yang sangat memprihatinkan karena baju yang dikenakan sangat kecil tidak menutup semua perutnya dan juga celananya bahkan sangat ketat sungguh sangat konyol!


"bwhahahaha orang gila mana itu?!" tawa reina memegang perutnya karena sakit akibat terus-terusan tertawa


__ADS_2