Love History

Love History
#18


__ADS_3

ketika sampai di ruangannya Mita, ternyata sudah ada Tante Sera dan om Denis " rein, kamu nggak papa? Tante denger kamu sempet kecelakaan?" khawatir Tante Sera


"aku sudah nggak papa Tante, cuma terkilir aja tapi sekarang udah ga sakit" jelas reina


"Mita belum ada kemajuan ya tan?" tanya Reina dengan sedih melihat sahabatnya terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit


"iya sayang kita doakan saja semoga cepet sembuh" doa Tante sera


Tante Sera memeluk reina, Reina yang dipeluk Tante Sera berusaha untuk nggak menangis, ketika sedang berpelukan dengan tante sera Tiba-tiba ranjang tidur mita bergetar hebat, Mita kejang-kejang membuat kami semua khawatir. ayah dan Reina memanggil dokter dengan kencang,dokter dan suster datang.


"tolong semuanya tunggu diluar" ucap suster lalu menutup pintu ruangan


"mitaaa!!! anakku huhu" tangis Tante Sera


om Denis memeluk Tante Sera dan menenangkan tante Sera,Reina duduk dikursi dan melamun "ser,Denis, kalian tenang doakan saja semoga semua baik-baik saja" ucap ayah menenangkan om dan tante


setelah sepuluh menit kemudian suster dan dokter keluar dengan membawa ranjang mita, tante Sera langsung menanyakan apa yang terjadi sampai harus membawa anaknya


"anak ibu harus di operasi karena tiba-tiba ada gumpalan darah di kepala anak ibu sehingga membuatnya kejang-kejang" ucap dokter lalu lanjut pergi ke ruang operasi


semua mengikuti ke ruang operasi sampai disana mereka menunggu tante Sera sudah sedikit tenang walau sekarang lebih banyak diam, sudah menunggu lebih dari tiga jam namun dokter belum juga keluar semua orang menjadi sangat khawatir sekarang juga sudah sore, semuanya diam berdoa dalam hati semoga mita baik-baik saja, setelah lima jam menunggu akhirnya dokter keluar dengan banyak noda darah.


"dok, bagaimana anak saya? baik-baik saja?" tanya tante sera dengan menangis, namun dokter hanya diam membuat Tante Sera marah


"jawab!! anak saya baik-baik aja kan dok!!" marah Tante sera


"dok anak saya gimana?!" tanya om Denis, sambil mengelus punggung Tante Sera

__ADS_1


"maaf pak anak bapak sudah berpulang" jawab dokter dengan suara sedih lalu membungkukkan badan


Tante Sera menangis sangat keras langsung masuk dan melihat putrinya yang sudah pucat tertutup kain


"HAAAAAA mitaaa bangunn sayangg!" Tante Sera histeris melihat anaknya yang sudah meninggal


"m-mita" gumam Reina,air mata nggak bisa bohong terus mengalir tanpa disuruh


om Denis juga langsung masuk melihat anak semata wayangnya, ia menangis didepan jenazah putrinya


"sayang bangun,kamu boleh minta apapun sama ayah tapi kamu harus bangun dulu sayang!!" ucap om Denis lemah


"mitaaa!!!" teriak Tante Sera, setelah berteriak tiba-tiba tubuhnya terhuyung ke belakang membuat semua orang kaget, bunda mendudukkan Tante Sera di lantai lalu menepuk pipi Tante Sera pelan, om Denis juga menghampiri Tante Sera, Reina menghampiri mita yang sudah sangat putih pucat


"mit lo nggak mungkin ninggalin gue!, lo nggak boleh pergi haaaaaa Mita!!" tangis reina, ayah menenangkan reina memeluk reina


"yah nggak mungkin Mita pergi, waktu itu baru aja kami main pergi jalan-jalan bareng kenapa sekarang dia pergi " Reina sudah nggak bisa mengontrol diri


ayah hanya memeluk erat reina, Reina melepas pelukannya dan beralih memeluk mita yang sudah sangat dingin sampai dirinya tenang


*Mita, gue selalu doain lo semoga kita bertemu dikemudian hari, gue sahabat lo yang selalu sayang sama lo,jangan lupain gue kalo lo udah bahagia disana!* benak Reina


Reina menghampiri ayah bundanya, dipaha om Denis ada Tante Sera yang belum sadar dari pingsannya setelah sadar Tante Sera langsung mencari mita, Tante Sera masuk ke salam ruangan mita untuk bertemu Mita, Namun lagi-lagi dia menangis melihat anaknya meninggal dunia.


setelah itu mita dipulangkan kerumahnya untuk melaksanakan pemakamannya, semua orang datang bahkan teman sekelas Reina dan Mita datang, ada juga anggota OSIS termasuk alvin datang untuk melihat terakhir kalinya, Reina memakai baju hitam sepanjang lutut dan mengenakan celana warna hitam sampai menutup mata kakinya. ketika akan dimakamkan Tante Sera menangis histeris melihat anaknya harus masuk ke dalam liang lahat, Reina nggak kuat melihat Mita dikuburkan memilih untuk menunduk pandangan, setelah selesai dimakamkan Reina nggak kuat nahan tangis pergi ke daerah sepi untuk menangis karena ia nggak mau dilihat sedang menangis oleh orang-orang termasuk teman kelasnya, ketika sedang menangis dibawah pohon ada yang memeluknya.


"menangis lah lo pasti shock banget" ucap Alvin dan semakin memeluk reina kedalam dekapannya

__ADS_1


"huhuhuhuh Mita, lo jahat ninggalin gue, Tante Sera, om Denis" tangis Reina dengan memukul punggung alvin


"mita, Lo kenapa nggak pamit sama gue!! gue berdoa kalo gue di samping Lo, Lo bakal bangun kenapa kemarin lo nggak bangun buat pamit sama kita semua!, Lo jahat mita, gue benci sama lo tapi gue juga sayang sama lo hiks huhuhu" Reina nggak bisa mengontrol emosinya yang sedari tadi Reina tahan


"lo pasti seneng kan udah bikin bokap lo nangis depan lo karena itu yang lo pengin dari dulu" ucap Reina


"HHHAAAAAA Lo j-" belum menyelesaikan ucapannya Reina tiba-tiba pingsan karena sangat emosional


"Rei!" ujar alvin, Alvin menggendong reina dan memasukkan ke dalam mobilnya


"rein, bangun jangan bikin gue khawatir" alvin menepuk-nepuk pipi reina dan Alvin juga mecipratkan air ke wajah reina, Reina yang merasakan ada yang jatuh ke mukanya membuka mata


"gue dimana?"bingung Reina karena menurutnya ini bukan mobilnya


"mobil gue,Lo udah baikan?" tanya alvin menatap wajah cantik reina


"i-iya sorry bikin lo repot" ucap Reina meminta maaf


"gue mau ke makam dulu" Reina turun dari mobil dan kembali ke makan mita yang sudah nggak ada orang satu pun dan sepertinya Tante Sera juga baru pulang karena ia melihat mobil om Denis baru saja melaju


"Mita, lo kenapa pergi duluan?lo nggak mikirin kita semua yang kehilangan banget" ucap Reina dengan menangis


"gue kan bilang ati-ati waktu lo bakal pulang,kenapa lo nggak dengerin gue buat ati-ati kan sekarang semua orang sedih, lo bodoh banget Mita!" sambung Reina


"padahal Lo satu-satunya sahabat gue yang tau segalanya tentang gue kenapa lo pergi" tangis reina


"gue pamit dulu, gue janji bakal sering-sering ke sini" pamit Reina lalu pergi pulang karena tadi dia nggak bawa mobil jadi dia jalan kaki walaupun jaraknya jauh tapi ia sangat males untuk bicara, Reina juga tadi bilang sama bunda suruh pulang kalo bunda nggak liat reina

__ADS_1


__ADS_2