
"bunda Reina pulang!" teriak Reina membuat seisi rumah bising
"iya bentar!" teriak bunda dari arah dapur, bunda datang dengan membawa bubur kacang ijo yang baru selesai bunda bikin
"nih coba cicipin bubur kacang ijo baru aja bunda selesai bikin" ucap bunda, Reina menerima dan menaruh dimeja makan
"aduh panas" ujar Reina, bunda hanya geleng-geleng kepala
"kan bunda ngomong baru aja selesai bikin, berati masih panas dong" ucap bunda dengan sabar, Reina hanya mengiyakan
Reina menyicipi dan rasanya enak manis dari gula Jawa sangat terasa " enak bun, manisnya pas" ujar Reina setelah menyicipi bubur kacang ijo buatan bunda
"wah syukur deh kalo gitu, bunda juga bikin buat temen kamu, siapa ya namanya? bunda lupa" ujar bunda dengan mengingat siapa nama temen Reina
"loh buat temenku? emang temen yang mana?" tanya Reina
"yang waktu itu nyelametin kamu pas di jalan raya" tukas bunda, Reina ingat, Alvin yang bunda maksudkan
"oh alvin? dia kakak kelas aku sebenarnya bukan temen si-" belum selesai Reina, bunda langsung berbicara
"kalian pacaran!" ucap bunda dengan raut wajah terkejut
"wah akhirnya anak bunda suka sama cowok, tau nggak? bunda sempet takut kamu eemm itu suka sama sejenis" ujar bunda dan dilanjutkan dengan tawa dari bunda
"nggak bun, dia bukan pacar Reina! dia kakak kelasku dan kami awalnya nggak kenal itu juga baru kenal sekarang-sekarang aja!" sambung Reina menjelaskan
"yah!" bunda mengembuskan napas panjang, ia kira Reina menyukai alvin
"ya sudah. Tapi nanti kamu anterin buburnya ke rumah alvin yah" ujar bunda sambil menyicipi bubur yang ia bikin sendiri
"aku nggak tau rumahnya bun" jujur Reina, bunda melihat Reina dan berfikir
"eem ya kamu tanya kek" ujar bunda
"ish suruh aja dia kesini!"tukas Reina
"iya juga yah!! ya udah kamu sekarang suruh dia ke sini buat makan disini" ujar bunda, membuat Reina melotot mata
"sekarang banget?! besok aja!" ujar Reina
"loh kan buburnya ada sekarang bukan besok! kalau besok ya udah bau nggak bisa dimakan Reina anak bunda yang paling cantik pinter!" ujar bunda dengan menyapit pipi Reina
__ADS_1
"eemm iya bun l-lepasin pipi Reina" Reina memegang tangan bunda yang ada di pipinya, bunda melepaskan tangannya dari pipi Reina
"nah sekarang mending kamu ganti baju terus telfon alvin buat ke sini bilang aja disuruh bunda, ingat telfon alvin awas saja kalo nggak ditelfon" bunda memperingati reina
"iya bun" ujar Reina lalu pergi ke kamarnya
"yang anak bunda siapa sih? aku apa dia?!" gumam Reina lalu membuka pintu kamar
Reina ganti baju dan mengunakan Levis dan mengunakan kaos polos berwarna putih dengan lengan pendek yang hanya diatas siku, ia juga mengikat rambutnya dan menampakkan leher jenjangnya yang sangat indah, Reina menelfon alvin sesuai perintah bunda
*halo* ucap Reina
*Lo disuruh bunda buat kerumah gue, lo kerumah gue atau gue diceramahi tanpa henti sama bunda* sambung Reina
*emang kapan?* tanya alvin
*sekarang, bunda kayaknya udah nunggu deh, soalnya tadi juga nyuruh gue buat telfon Lo* jawab Reina
*hm* gumam Alvin dan mematikan teleponnya
"dasar belum juga selesai ngomong udah dimatiin" geram Reina
Reina turun dan melihat bunda sedang bermain hp di sofa dengan meminum teh, bunda yang melihat Reina berjalan ke arahnya meletakkan hp di meja dan menyeruput teh
"kapan dia akan kesini?" tanya bunda
"aku nggak tadi nggak tanya" enteng Reina dengan memakan keripik kentang
"kok nggak tanya?" tanya bunda, Reina hanya menggeleng kepala
"kan bunda cuma ngomong suruh kesini sekarang, nggak ngomong jam berapannya" ujar Reina, bunda menggelengkan kepalanya
"eemm aku mau ngomong apa ya?!" bingung Reina, ia merasa akan memberitahu bunda sesuatu namun Reina lupa
"oh iyaa bun, hari Rabu dan Kamis aku bakal out bond ke bukit" ujar Reina setelah ingat apa yang akan ia bicarakan
"Rabu sama Kamis yah" ujar bunda dengan berfikir
"emang kenapa bun?" heran Reina melihat bundanya seperti berfikir dan kebingungan
"bunda besok sampe minggu harus pergi ke luar negri, ayah ada pekerjaan dan bunda harus ikut membantu ayah" ujar bunda serius
__ADS_1
"bunda bakal pergi kapan terus jam berapa?" tanya Reina
"bunda bakal berangkat besok jam 10" ujar bunda
"nggak papa kan, mungkin akhir-akhir ini bunda sama ayah bakal pergi terus karena sedang ada kendala di kantor ayah" ujar bunda memberitahu kenapa ia harus pergi ke luar negeri
ketika sedang berbicara suara klakson mobil ayah berbunyi, sepertinya ayah sudah pulang, ketika bunda akan membuka pintu, pintu sudah dibuka oleh ayah dengan raut wajah panik
"bun kita harus Inggris sekarang!" ujar ayah dengan cepat
"bukannya besok?" tanya bunda
"sekarang! bunda siap-siap karena kita sudah ditunggu disana" ujar ayah, ayah mendekat ke Reina dan mencium kening Reina
"maaf sayang ayah sama bunda harus berangkat sekarang, kamu hati-hati disini kalau pergi jangan pulang kemalaman!!" ucap ayah
"ayah, emang harus sekarang banget?" tanya Reina dengan menunduk, ayah mengangkat wajah Reina " ayah harus pergi sekarang! ayah akan kabarin kalau akan pulang! ingat jangan terlalu minum es!" ingat ayah
"iya" ucap Reina, ayah memanggil bunda dan bunda datang dengan membawa tas
"dadah sayang" ucap bunda dengan mencium dahi Reina, Reina hanya diam membisu sampai ayah dan bunda pergi
*kenapa harus pergi lagi!* benak Reina
air mata Reina turun lagi, dulu waktu kecil Reina juga sering ditinggal oleh ayah bundanya karena urusan pekerjaan, dan ketika mendengar ayah dan bunda nggak pergi dia sangat senang. Tapi sekarang ia akan ditinggal mereka lagi. Reina berfikir apakah urusan pekerjaan lebih penting daripada anaknya sendiri?!. Reina menghapus air matanya, saat itu juga suara bel bunyi, Reina membuka pintu, Alvin ternyata sudah datang dengan mengunakan motornya
Alvin melihat wajah Reina yang terlihat sedih dengan sedikit jejak air mata, Reina yang merasa seperti sedang diperhatikan langsung menyuruh Alvin untuk masuk dan dengan cepat Reina mengelap wajahnya supaya nggak ada bekas air matanya
"oh sorry, bunda nyuruh lo kesini cuma buat makan bubur kacang ijo sama makan disini,tapi karna sekarang bunda lagi pergi-"jeda Reina
"lo boleh pulang hehee" sambung Reina dan ia berusaha untuk tertawa
"ikut gue" alvin membawa Reina keluar dan menyuruhnya untuk ikut ia mengunakan motornya
"kemana? gue mau dirumah aja" ucap Reina
"ke tempat yang tenang" jawab alvin
"hah?! Lo mau bunuh gue?" tanya Reina membuat Alvin memukul pelan kepala Reina
"kalo gue mau bunuh Lo, udah dari tadi gue bunuh" ujar alvin
__ADS_1
"cepet duduk!" ujar Alvin, Reina mengikuti apa kata Alvin, Alvin menjalankan motornya dan pergi ke suatu tempat