Love History

Love History
110


__ADS_3

Ayah berada di ruangan yang sangat gelap dia di sandera dengan kedua tangannya di ikat rantai besar dan tubuhnya sudah babak belur bahkan pakaian yang awalnya dia gunakan rapih sekarang menjadi tidak berbentuk


"Aku akan membuatmu merasakan apa yang orang tuaku rasakan dasar manusia biad*b!!" ucap orang tersebut dengan wajah yang sudah tidak ditutup oleh topeng


Ctarrrrr.....


"AAARRGHHH" teriak ayah menggema di ruangan tersebut.


"Aaahh bukankah waktu itu kau juga menguliti wajah ayahku? mari ku perlihatkan bagaimana rasanya" Ucapnya lalu mengukir wajah ayah mengunakan belati miliknya


"Arghhhkk b-bunuh sa-saja s-saya" ucap terbata ayah karena sangat kesakitan di siksa olehnya

__ADS_1


"Heh? bunuh? kenapa terburu-buru Avandy Ricolas hm, bukankah kau dulu juga menyiksa ayah saya seperti ini?" tanya orang tersebut dengan senyum devil


Flashback


Bertahun-tahun yang lalu, Avandy Ricolas menghukum tangan kanannya karena telah mengkhianati kepercayaan dan bersekongkol dengan lawan bisnisnya juga hampir membuatnya masuk ke dalam ambang kematian dengan memasukan racun tingkat tinggi yang meminum sedikit saja bisa fatal kedalam kopinya, namun takdir berkata lain yang meminum adalah orang suruhan tangan kanannya tersebut. Tangan kanan Avandy Ricolas adalah ayah Frans Lee ayah dari Alvin teman yang pernah dekat dengan Reina


Sejak Avandy mengetahui bahwa Frans berkhianat dan ingin menghabisi nyawanya langsung membuat perhitungan dengannya, awalnya Frans meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi namun setahun setelahnya Frans ketauan melakukan korupsi di perusahaan milik Avandy dan membuat kerugian sangat besar, bahkan puncak masalah adalah ketika Avandy mengetahui kalau Frans adalah mata-mata dari lawan bisnisnya dan berniat menghabisi nyawa istrinya untuk mengancam dirinya langsung memukul Frans dan menghukum berat Frans


"Jangan pak! maafkan suami saya pak, bagaimana dengan saya dan anak saya jika suami saja tiada" tangis istri Frans dengan membawa anaknya yang bernama Alvin


"Menjauh lah ini adalah buah yang ditanam oleh dia! Dia mata-mata dan mata-mata harus di musnahkan! Cepat pergi saya tidak ingin kasar kepada wanita!" ucap Avandy dengan dingin namun istri Frans tidak menghiraukan dia tetap berada di samping orang tuanya

__ADS_1


"Tidak pak!! maafkan suami saya pak!! saya mohon! jangan bunuh dia!" tangis istri Frans


Avandy tidak ingin mendengar lagi menyuruh anak buahnya untuk membawa istri dan anaknya keluar dari ruangan itu, sang istri terus memberontak keras dan menangis memohon untuk dilepaskan suaminya sedangkan anaknya hanya bisa menangis


"Diam! cepat pergi sebelum peluru ini berada di kepalamu!" ucap Avandy menunjukkan pistolnya


"Baik! tidak apa biar saya yang mati bersama suami saya! tapi jangan siksa dia! bunuh kita bersama tapi jangan siksa saya mohon!!" tangis istri Frans menempelkan kedua tangannya memohon


"Apa dia juga akan ikut?" tanya Avandy menunjuk anak mereka


"J-jangan bawa saja dia keluar jangan apa-apakan anakku! biarkan kami yang menerima apa yang telah suami saya lakukan, jangan a-anak kami dia tidak tau apapun!" ucap istri Frans

__ADS_1


"Lihatlah istrimu sangat mencintaimu tapi kamu malah membawanya kedalam neraka, kamu memang tidak pantas hidup Frans!!" tegas Avandy lalu menyuruh anak mereka dibawa keluar


__ADS_2