
Reina keluar dari kamar mandi dan menatap bunda yang berada didalam kamarnya
"Ada apa sih Bun? kenapa jam segini udah nyuruh Reina siap-siap?" tanya Reina penasaran
"Ya ampun kamu lupa, sekarang hari pernikahan kamu sayangg" ucap bunda menekan kata
Reina mematung dia lupa akan hari yang dia pikir sebagai mimpi buruk. *Gila bisa-bisanya gue lupa tentang ini, gue harus gimana dong, gue nggak mau nikah*
"Reina!!" bunda berteriak memanggil Reina karena berkali-kali tidak mendapatkan jawaban dari Reina
"Aduh bunda kok nggak bilang sih kalo sekarang Reina bakal nikah, Reina nggak siap bun" rengek Reina
"Tenang aja, ini juga untuk kebaikan kamu sayang" ucap bunda mengelus lembut pipi Reina, bunda menyuruh Reina untuk mandi dan berendam sambil menunggu yang akan datang untuk merias wajah Reina
Reina sekarang duduk di depan meja riasnya dengan beberapa orang yang akan memoles wajah Reina.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Reina sudah selesai berdandan, Reina sangat cantik dengan bibir yang menggoda. Sekarang waktunya Reina menggunakan baju pengantinnya, dengan bantuan para desainer baju yang juga akan sedikit membuat kesan lebih indah di baju Reina, sampai akhirnya Reina bak Dewi negeri dongeng
"Anak bunda cantik banget" ujar bunda yang baru masuk ke dalam kamar Reina setelah dia juga ikut bersiap-siap
"Iya dong kan anak bunda" ucap Reina dengan sedikit tawa diakhir begitu juga dengan bunda yang ikut tertawa
Kini semua sudah siap, sekarang Reina sedang duduk dengan ayahnya yang sudah kembali sehat dan sudah bisa berjalan-jalan. Ayah menatap Reina lembut dia berfikir baru saja menggendong Reina tapi sekarang dia harus melepaskan Reina
"Ayah" ucap Reina menyadarkan lamunan ayah
"Itukan dulu sekarang rein udah gede bukan anak kecil lagi" ucap Reina dengan santai dan menggulung tangannya di dada
"Hahahaha nanti kalau kamu udah nikah, jangan sering keluyuran nggak baik" ucap ayah menasehati putrinya itu
"Iya ayahku yang paling handsome" ucap Reina memegang tangan ayahnya
__ADS_1
"Ya udah ayo kita pergi, bundamu sudah siap bukan?" tanya ayah
"Aku siap ayo jalan" teriak bunda dari belakang mereka, berjalan mendekati antara ayah dan anak tersebut
"Bunda kok semangat banget sih" ujar Reina menatap bunda
"Iyalah anak semata wayang bunda akhirnya nikah, dari dulu kan kamu nggak pernah deket laki-laki" ujar bunda sedikit mengejek Reina
"Hei bun apa kamu sedang mengomentari dirimu sendiri? bukankah dulu bunda juga gitu" jawab Reina dengan wajah songong tersenyum ejek kepada bundanya
Memang dulu bunda sangat anti dengan yang namanya laki-laki, dulu bahkan ada yang sempat menyatakan cintanya kepada bunda tetapi bunda tolak mentah-mentah membuat sang lelaki marah dan ingin melakukan hal keji tapi bunda dengan cepat menendang sang juniornya lalu melarikan diri namun sebelum melarikan diri bunda juga menendang bo*ong sang laki
Pertanyaannya bagaimana Reina tahu? itu karena ayah, dia memberitahu kepada Reina kalau ayah melihat semuanya melalui cctv yang sempat dia bobol
"Hei jangan mengalihkan pembicaraan" ucap bunda
__ADS_1
"Hahah bunda, liat muka bunda deh merah kek tomat busuk" tawa Reina pecah, sedangkan bunda menggerutu dan mengumpat, anak siapa sih itu, yang pasti bukan anak gue. Begitulah anak dan ibu yang sering bertengkar dalam artian positif