Love History

Love History
90


__ADS_3

Alex terus berkecepatan tinggi dan berjalan melawan arah rumah karena dia tidak mungkin membawa musuh ke dalam rumah calon istrinya, Reina sangat takut dia menggenggam kedua tangannya dan terkadang tetap melihat ke belakang, Reina takut tetapi penasaran jadi dia melawan ketakutannya dengan melihat apakah mobil tersebut masih mengikuti mereka apa tidak, namun ternyata mobil silver tersebut masih mengikuti mereka dengan kecepatan yang tinggi juga


Alex melewati polisi tidur membuat tubuh mereka seakan terbang karena dalam kecepatan tinggi kepala reina hampir benjol kalau Alex tidak menahan dengan tangannya di atas kepala Reina.


"aisshh siapa sih tuh orang, bikin emosi deh" geram Reina dan akan membuka kaca mobil, Alex menahan Reina yang sepertinya akan mengomeli orang yang mengikuti mereka, namun tangan Alex Reina tepis. "lo urus mobil aja! kalo nabrak kan gue juga yang ikut mati" ucap Reina seenak jidat


"woii orang bre***ek!! tunjukin muka lo dasar pecundang!" ucap Reina dengan menunjukkan jari tengahnya


"pecundang? wah seperti lagu tik tok!" seru Reina lalu menyanyikan lagu yang sempat ramai di salah satu aplikasi dengan nada suara seperti ***** ****

__ADS_1


note: namanya sensor ya!


Disaat Reina menyanyikan lagu tersebut Alex sudah dulu menarik Reina. "lo apaan sih, gue mau konser nji*" ucap Reina keceplosan ngomong kurang baik, namun untung saja sedang keadaan genting jadi Alex tidak begitu mendengar


"bilang lagi saya cium kamu!" ucap Alex yang ternyata pendengarannya bisa mendengar omongan Reina


author: ya emang Alex punya kuping jadi dia denger, lo aja yang nggak punya otak


"nggak, ya maaf" ucap pelan Reina "tapi dia siapa? cape gue" ucap Reina yang memang sudah lelah dari pagi hingga sekarang sudah jam 15.29

__ADS_1


Dorrr.....


Tidak lama kemudian terdengar suara tembakan dari belakang membuat mobil yang dikendarai Alex dan Reina tergelitik dan Alex membanting setir sampai mobil mereka menabrak pohon besar yang ada di jalan yang lumayan sepi kendaraan, Alex masih sadar walaupun kepalanya keluar darah akibat terbentur, dia menggoyangkan badan Reina mencoba membuatnya bangun


"ehmm" gumam reina yang masih setengah sadar dengan memegangi kepalanya yang juga mengalir darah akibat terbentur


"kamu baik-baik saja? tunggu disini dan jangan keluar, anak buah saya sedang ke sini! ingat jangan pernah keluar" ucap Alex mengancam Reina


Alex melepaskan sabuk pengaman dan akan turun namun ditahan oleh reina. "Lo mau kemana? tunggu aja anak buah lo kesini, jangan sendirian ntar lo kenapa-kenapa" ucap Reina, namun alex melepaskan tangan reina yang ada di lengannya

__ADS_1


"sstt diamlah tetap disini dan kalau kondisi membaik keluarlah dan bersembunyi" ucap Alex yang akhirnya benar-benar keluar dari mobil


Alex mengambil pistol yang ada di pinggangnya dan menembakkan peluru di kaca depan mobil namun orang didalam masih bisa menghindar, orang yang nenggunakan topeng keluar dengan dua orang lainnya yang mungkin anak buahnya dan ikut menembakkan peluru kepada alex. Alex bisa menghindar dan terus menembaki orang tersebut namun Alex yang sedikit kewalahan terkena peluru di bagian tangannya, sampai akhirnya anak buah Alex datang menggunakan mobil, karena fokus orang bertopeng tersebut lengah Alex bisa menembak dua kali kaki bagian kanan orang bertopeng


__ADS_2