
para guru juga menyuruh semuanya untuk siap-siap karena mereka akan berjalan-jalan mengikuti arahan dari pak rojak, mereka akan naik lebih atas jadi mereka hanya membawa beberapa perlengkapan saja, karena itu juga tidak tidur disana mereka tentunya akan tetap kembali ke tempat kemah. Mereka mengikuti arahan pak Rojak mereka dibagi beberapa kelompok untuk mempermudah, dan mereka berbaris mengikuti aturan, Reina membawa bebarapa alat yaitu ada tongkat, mantel karena takut akan turun hujan, dia juga membawa senter hanya untuk berjaga-jaga, semua murid harus membawa obat yang kiranya mereka butuhkan reina hanya membawa hansaplas dan obat merah.
kita semua pergi lebih atas dan mendaki lebih hati-hati karena lumayan terjang tanah yang mereka injak, Reina berjalan dengan hati-hati dan juga kayu yang ia pegang juga menjadi tumpuannya dan juga untuk berpegangan, Reina mengikuti mereka dan guru-guru farah juga berada di belakang reina, Reina sudah tau pasti Farah akan melakukan hal yang membahayakannya, ketika Farah akan mendorongnya reina langsung menghindar dan memegang tangan farah Reina juga melintir tangan Farah membuatnya menjerit kesakitan.
"lo bisa nggak sih nggak bikin masalah sama gue!?"tanya Reina yang masih melintir tangan Farah, Farah memegang tangannya dan berteriak membuat semuanya melihat kearah Reina dan farah, Reina menghempaskan tangan Farah ketika dia melihat semuanya mulai memperhatikan mereka.
"huhu bu, Reina tiba-tiba mukulin saya! saya mau pegangan sama dia, malah tangan saya diplintir" ucap farah memutar balikkan fakta, Reina jengah dengan kelakuan wanita yang tak tahu malu itu.
"nggak bu, justru saya yang nolongin dia dari nyamuk Aedes aegypti. Nih liat ada tiga nyamuk yang lagi gigit lengannya" ucap reina dengan memperlihatkan tiga nyamuk Aedes aegypti mati di telapak tangannya, semuanya percaya bahwa yang dikatakan Reina benar adanya
"Farah! lain kali jangan langsung menyimpulkan yang tidak-tidak! harusnya kamu terimakasih karena hampir saja kamu kena penyakit berbahaya!" seru Bu pipit, Farah tidak terima dengan perlakuan Reina dia tetap bersikeras bahwa Reina sengaja ingin mencelakainya
__ADS_1
"t-tapi Bu tadi say-" ucap Farah terhenti oleh suara pak Rojak "sudah lebih baik kita melanjutkan perjalanan dan setelah sampai kita istirahat, cepat semuanya kembali ke barisan!" seru pak Rojak menghentikan perdebatan muridnya, Reina tersenyum melihat Farah yang berusaha mencelakainya justru dia yang kena imbasnya sendiri.
*untung tadi gue sempet mukul nyamuk Aedes aegypti, walaupun aslinya ada ditangan gue bukan di Mak lampir tapi nggak papa yang penting dia yang kena semprot, aahh untung otak gue encer pas liat nih nyamuk hihi* benak Reina. Reina juga mengancingkan jempol kebawah kepada Farah dan tatapan yang mengartikan 'rasain lo'.
beberapa jam kemudian mereka sampai di atas dan sangat indah walaupun dibawah tidak kalah indah namun disini jauh lebih indah bahkan kalau kita melihat kebawah itu seperti melihat kawanan awan yang bertebaran dan jika mata lebih jeli kita bisa melihat desa yang terdapat banyak rumah dan sawah-sawah
"wah cantik banget, sayang banget nggak bisa live Instagram"
Reina juga mengambil handphonenya untuk selfie dan memotret awan. Alvin mengambil kameranya dan memotret sekitar dia mengarahkan ke wajah Reina yang sedang melihat handphonenya, cantik sangat cantik benak alvin, diam-diam Alvin memfoto Reina, sedangkan reina yang merasa ada yang memperhatikan dia melihat kalau Alvin sedang memotretnya, Alvin tersenyum melihat wajah reina yang sedang menatapnya dengan wajah yang kebingungan membuatnya gemas melihat wajah polos Reina
"lo fotoin gue ya?" tanya Reina yang melihat Alvin tersenyum menatap kameranya, Alvin menjawab tanpa melihat reina
__ADS_1
"iya, nggak juga" ucap alvin membuat Reina bingung. *Hah iya tapi nggak,dih aneh banget* benak Reina
Reina juga membuat Vidio dan dia menyimpannya sekedar kenangan, ketika Reina sedang memotret, sinyal dari handphonennya ada membuatnya senang kegirangan
"aaahhh ada sinyal!" teriak reina dengan semangat membuat yang lain juga melihat handphonenya masing-masing "eh iya bener ada sinyal guys!" semuanya ada yang menelfon orang rumah, dan rata-rata semuanya melakukan untuk meng-upload di media sosial, Reina langsung Vidio call ke handphone bibi, dia sudah tidak sabar melihat ayana, beberapa detik masih berdering dan setelah itu diangkat dari sana, Reina dengan senang langsung menerobos berbicara
"halo! bibi, Ayana dimana?" tanya Reina setelah melihat wajah bibi yang juga terlihat senang, bibi mengarahkan kameranya ke arah Ayana yang sedang makan es krim
"halo kaka" ucap Ayana dari sebrang,Reina sangat senang melihat wajah lucu Ayana. "halo, kamu lagi makan es krim? wah enak tuh minta dong" canda Reina, Ayana menyodorkan es krim ke handphonenya
"sini pulang,masi banyak dikulkas!" ucap Ayana dengan menjilat es krimnya, Ayana menatap ke belakang Reina "itu kaka ganteng, halo kaka ganteng!" seru Ayana membuat Reina menengok kebelakang benar saja Alvin berdiri tak jauh darinya " halo sayang, lagi ngapain?" tanya Alvin menjawab sapaan Ayana. Panggilan sayang yang keluar dari bibir alvin membuatnya menelan ludah dengan kasar
__ADS_1