Love History

Love History
47


__ADS_3


note: bayangin aja itu malem hari yaa!


Reina membuka pelan-pelan jendelanya dan melihat sekitar, Reina membawa tas selempang dan membawa hp, uang dan beberapa makanan yang dia simpan diam-diam didalam kamarnya bahkan dia membawa es boba yang dia taruh didalam rak khusus jajanan. Reina juga hanya menggunakan Hoodie sweater, karena malam hari pasti akan sangat dingin



"gue sebenernya males buat kabur-kaburan kaya gini! tapi ayah yang bikin aku mau buat kabur" ucap Reina lalu membuka jendela dan loncat turun kebawah, dia juga lari namun Reina memperhatikan suara kakinya supaya tidak terdengar. ketika di gerbang dia melihat ada Alex dan anggotanya, pak satpam yang berjaga, Reina berfikir sangat sulit untuk bisa keluar dari sana saking banyaknya yang berjaga


"duh gue kira cuma pak satpam yang jaga, kenapa harus ada Alex sama anak buahnya?!" Reina bingung bagaimana harus keluar dari sana


Reina sangat bingung, apa Reina harus memanjat tembok tinggi itu? pikir Reina, disekitar rumah Reina ada tembok menjulang lumayan tinggi untuk tinggi badan Reina

__ADS_1


"ah cuma gara-gara ini gue rela manjat, awas aja kalo ketahuan lagi ban*s**" gumam Reina


"tapi gue manjat pake apa?! duh otak ayo mikir dong!" ucap Reina dengan meremas tangannya, Reina bingung bagaimana cara memanjat tembok itu, hanya mengandalkan kekuatan tangan pasti Reina akan jatuh, dia tidak sekuat itu


"oh ya kan ada tangga di gudang, kenapa nggak kepikiran ya?" Reina berbalik dan ke belakang untuk mengambil tangga di gudang, gudang tersebut berada di belakang samping rumah, disana ada satu ruangan yaitu gudang, Reina menggotong tangga dengan sangat hati-hati jangan sampai ada suara sedikitpun


"berat banget nih tangga, kebanyakan dosa kali ya?" ucap Reina pelan, reina sudah menaruh tangga ditembok dia hanya tinggal memanjat dan naik ke atas


Reina sudah ada diatas dan Reina melompat dari atas ke bawah


"gue nggak bakal pulang kalo ayah nggak mau ngebatalin pernikahan itu" ucap Reina lalu pergi kejalan raya, Reina bingung akan pergi kemana dan dia juga hanya membawa uang yang cukup untuk menginap satu malam


"aah gue jadi harus ngirit, gue nggak mau ngabisin duit cuma satu malem tidur. kalo cuma semalem doang besoknya gue tidur dimana? lah mendingan gue tidur di mana aja yang penting aman, duh pundak belakang gue sakit pasti gara-gara Alex tuh" marah Reina yang merasa sakit lalu dia memijat pelan pundaknya

__ADS_1


Reina pergi ke kafe hanya sekedar duduk dan dia tidak memesan apapun karena dia sudah membawa jajan dan minum sendiri. sungguh memalukan kalo kita pergi ke cafe pastinya akan membeli atau memesan sesuatu namun Reina hanya 'numpang' duduk


"aish bodo ah yang penting gue kenyang, lagian disini mahal, gue juga bawa duit cuma dikit" ucap Reina lalu meminum Boba yang dia bawa


"hm gue baru inget, kok gue ngerasa ada yang aneh ya?.... astaga Ayana! dimana Ayana?! apa jangan-jangan Ayana udah dibawa ke panti sama ayah? duh gue mau balik juga nggak bisa, semoga aja ayana tetep happy deh dimana pun itu" Reina berdoa kepada Tuhan


ketika Reina sedang asik memakan keripik tiba-tiba ada yang menyapanya. Reina melihat siapa yang memanggilnya


"Reina! lo ngapain malem-malem disini?"tanya alvin, ya! itu adalah Alvin


"lo juga kenapa disini?" Reina justru balik bertanya


"kenapa malah balik tanya, kan gue yang pertama tanya sama lo" ucap Alvin, Reina tiba-tiba merasa sedih karena mengingat dirinya akan dinikahkan dengan orang lain, padahal dia sudah nyaman dengan Alvin

__ADS_1


Alvin melihat raut wajah Reina yang berbeda, bingung apa ada yang salah dengan ucapannya pikir Alvin


"lo kenapa? lagi ada masalah?"tanya Alvin, Reina hanya menatap Alvin dengan mata berkaca-kaca


__ADS_2