Love History

Love History
51


__ADS_3

Alex menatap tajam Reina, Alex berfikir kenapa nggak ada habisnya Reina bikin ulah, selalu saja bikin dirinya kesal


"Reina! sini kuncinya!" ucap Alex yang berusaha mengambil kembali kunci yang ada ditangan Reina, sedangkan Reina tak semudah itu untuk memberikannya


"lepasin dulu gue!" ucap Reina, Alex melepaskan tangannya dari tangan Reina, setelah itu Reina kembali bersuara


"dan sekarang lo diem, jangan gerak sedikitpun" ucap Reina menekan kata sedikitpun, Reina membuka pintu mobil


"nggak lo! aish bisa nggak sih jangan bikin gue repot! diem duduk apa susahnya sih?!" marah Alex, Reina melepaskan tangan Alex dari lengannya


"gue bilang nggak! huftt oke makasih yaa kuncinya, mungkin beberapa hari ini kunci gue yang bawa, bye!" Reina pergi meninggalkan Alex yang masih duduk dikursi mengemudi yang terus memandang Reina yang semakin jauh


"Lo bisa kabur sekarang tapi nanti gue nggak bakal lepasin lo"ucap Alex, Alex turun dari mobil dan menelfon anak buahnya lagi untuk menjemputnya, anak buahnya ada yang masih disini karena beberapa hal, sedangkan anak buah yang lain sudah pergi


sedangkan disisi Reina, dia sedang membeli minuman dingin, karena lelah terus saja lari


"ah untung gue pinter jadi bisa lolos"ucap Reina lalu menenggak minuman dinginnya


"duh gue laper banget, beli apa ya yang kenyang? tapi gue nggak mau roti" Reina berfikir sejenak untuk memilih apa yang akan dia beli, Reina pergi ke warung-warung yang menjual makanan, Reina kembali cemilan seperti keripik dan lain-lain, Reina berpindah ke gerobak yang menjual bubur ayam dia membeli satu mangkok

__ADS_1


"emm enak buburnya" ucap Reina setelah mencicipi bubur ayam jualan bapak-bapak


"waduh makasih banget neng" ucap bapak-bapak yang menjual bubur ayam


Reina memakan semuanya sampai habis dia bahkan sangat kekenyangan, Reina meminum air mineral terlebih dulu setelah memakan bubur karena nanti minuman dinginnya, ketika sedang mengelap sisa makanan yang di bibirnya handphonenya bergetar terus menerus


drttt drttt ayah


"duh gue jawab nggak ya? males banget" ucap Reina memandangi handphonenya, sampai telefon itu mati dan menelfon lagi


"aah gue jawab aja deh"ucap Reina setelah banyak pertimbangan


"aku tetep nggak mau pulang kalo ayah masih maksa!" Reina


"huft susah banget diatur kamu! ya udah ayah akan batalin pernikahan ini!" ayah, Reina terkejut sekaligus senang


"i-ini beneran? aaaa makasih ayah, Reina pulang sekarang" Reina sangat senang, lalu dia kembali ke tempat mobil yang dia tinggalkan, disana masih ada mobilnya karena tidak ada kunci jadi bagaimana bisa jalan


"aah seneng banget gue, kenapa nggak dari kemaren-kemaren aja batalinnya" ucap Reina lalu menjalankan mobilnya untuk pulang

__ADS_1


beberapa saat kemudian Reina sudah sampai dirumah dia turun dan masuk kedalam, didalam sudah ada ayah dan bunda yang menunggu di ruang tamu, bunda memandang sedih dan senang karena Reina kembali, namun berbeda dengan ayah, dia memandang Reina dengan wajah yang serius dan kalo Reina melihat ada sedikit raut marah di wajah ayah. ayah melihat tangan Reina yang memegang dua minuman dingin atau yang biasa Reina beli ada es boba, Reina melihat apa yang dilihat ayahnya langsung menyembunyikan dibelakang punggungnya


"duduk!" suara dingin ayah masuk melewati telinga Reina, Reina berjalan dan duduk sendiri di sofa


"kamu tau kesalahan kamu?" tanya ayah


"nggak, ayah juga tau kesalahan ayah?" santai Reina yang justru bertanya balik kepada ayah


"ayah? kenapa ayah? kamu yang salah bukanya minta maaf! ayah nggak suka! ayah akan menghukum kamu untuk tetap didalam kamar tidak boleh keluar kemana-mana!" ucap ayah, Reina terkejut


"nggak bisa dong ayah! kalo aku laper gimana? ayah mau anaknya mati kelaperan karna dihukum dikurung?!" ucap Reina membuat bunda langsung berdiri


"Reina! kamu nggak boleh ngomong kaya gitu! untuk makanan nanti akan dibawain sama bunda kalo nggak sama bibi" ucap bunda


"t-tapi.." omongan Reina terpotong karena suara ayah


"nggak ada tapi-tapian! dan sekarang kasih minuman itu ke ayah! kamu kalo dibilangin susah banget! dibilang jangan beli minuman dingin terus!" marah ayah yang meminta untuk Reina memberikan es boba miliknya


"nggak, ini punya Reina! lagian ini cuma dua! nggak banyak!" ucap Reina membela diri

__ADS_1


"sayang, kamu itu nggak boleh keseringan minum es kaya gini! nggak baik buat kesehatan kamu!" ucap bunda pengertian, namun tetap saja Reina tidak mau memberikan esnya kepada ayah karena pasti akan dibuang oleh ayah, Reina tak kuasa melihat es kesukaannya dibuang begitu saja tanpa diminum sungguh mengerikan bukan jika yang kalian suka dibuang begitu saja.


__ADS_2