Love History

Love History
115


__ADS_3

Reina sedang berada didalam mobil bersama Alex untuk pergi menuju rumah sakit untuk melihat kondisi ayahnya, selama di mobil tidak ada percakapan antara Reina dan Alex hingga mereka sampai di parkiran rumah sakit. Reina turun begitu juga dengan Alex.


Reina membuka pintu dan terlihat bunda juga ada di sebelah ayah yang senderan dengan bantal. Reina tersenyum senang melihat ayahnya semakin membaik dan kata dokter tidak lama lagi ayahnya bisa pulang, bunda yang melihat anaknya datang menyambut mereka


"Gimana sekolahnya sayang?" tanya bunda memegang tangan Reina


"Biasa aja bund" ucap Reina jujur . Ketika sedang mengobrol dokter tiba-tiba datang untuk kembali mengecek kondisi ayah, setelah di periksa ternyata ayah semakin membaik dan boleh malam ini . Bunda sangat senang dan bersyukur begitu juga dengan Reina. Reina dan bunda pergi keluar sebentar entah kemana perginya. Alex sedang berbicara dengan ayah sepertinya lumayan penting


Alex dan Reina duduk di sofa ruangan ayah karena bunda harus pulang dulu untuk mandi karena bunda belum pulang. Ayah telah di kasih obat oleh dokter dan karena itu juga ayah tertidur pulas


"Pernikahan kita akan dipercepat" ucap Alex dengan menatap manik mata Reina yang juga menatap manik Alex


"What! ke-napa di percepat, nggak b-bisa ayah masih sakit" elak Reina


"Justru karena itu ayah menyuruh untuk mempercepat" ucap Alex memajukan wajahnya. Ayah memang menyuruh alex untuk mempercepat pernikahan mereka karena bisa saja musuh mereka menyerang Reina ketika dirinya tidak ada bersama Reina masih ada Alex yang bisa menjaga Reina


*Mampus lo Reina* benak Reina

__ADS_1


Reina menggigit bibir bawahnya dan mengalihkan pandangannya dari tatapan Alex yang masih tetap menatapnya


Malam tiba dan bunda sedang membereskan barang ayah yang akan dibawa pulang, setelah semua siap mereka berjalan menuju mobil Alex dan menuju rumah. Alex yang mengemudikan mobil dan Reina duduk disamping kursi kemudi sehingga ayah dan bunda duduk di belakang


"Acara pernikahan kalian sudah siap bukan?" tanya ayah


"Sudah" ucap Alex dengan singkat


"Emm, ayah" ucap Reina dengan ragu-ragu


"Hm kenapa?" tanya ayah


Setelah beberapa percakapan tadi, tanpa mereka sadari telah sampai di rumah, Reina turun begitu juga dengan Alex. Reina membantu ayah keluar setelah itu bunda juga keluar, Alex mengeluarkan kursi roda untuk ayah karena kakinya masih sakit untuk diajak berjalan.


Malam semakin larut dan Alex juga sudah pulang sedari tadi, sedangkan Reina masih belum tidur karena terpikir dengan pernikahannya. "Gue masih sekolah dan harus nikah, bahkan dibikin gede-gedean?! gue nggak mau temen-temen gue tau, apalagi gue masih kelas 2 SMA" ucap Reina dengan mondar-mandir seperti setrikaan


"Gue harus ngomong sama ayah, tapi gue nggak mau bikin ayah pikiran dia kan baru keluar dari rumah sakit pasti sekarang juga lagi istirahat" ucap Reina menggigit bibir bawahnya

__ADS_1


Akhirnya Reina mengirim pesan kepada Alex karena dia tidak ingin menganggu ayahnya


*M**ine*


Lo bisa ngomong nggak sama ayah buah undur pernikahan ini?


Si songong


Tidak bisa kalau mau bicara sendiri dengan ayahmu


*M**ine*


Ish jangan gitu lah... kalo nggak ya acaranya jangan gede-gede gue nggak mau semua tau pernikahan ini, untuk saat ini gue mau jadi rahasia


/read


"Astaga nyebelin banget sih nih orang" ucap Reina melempar handphonenya dikasur

__ADS_1


......................


Reina menamai kontak Alex adalah Si songong, sedangkan Alex menamai Reina adalah Mine


__ADS_2