Love History

Love History
86


__ADS_3

"tidak apa, gue hanya mikir disini dirumah segede ini sepi banget dan lo nggak memperkejakan orang buat masakin lo, nyuci baju lo dan yang lain?" tanya reina


"saya tidak membutuhkannya lagian sebentar lagi kamu juga yang akan memasakkan makanan untuk saya" ucap alex berdiri di depan reina, reina sangat canggung dengan posisi mereka dimana reina ingin keluar tapi sulit karena alex menahan pinggang reina dan menekan tubuh reina di sofa, dengan reina dibawah alex tentu posisi itu sangat vulgar


"eh ada orang" ucap reina berbohong supaya alex berdiri


"jangan mencoba bohong, saya tidak suka dibohongi, Habibi!" ucap alex dengan suara serak membuat reina meneguk ludah kasar


*ya ampun, habibi? aaarrgg kenapa tiba-tiba panas, tenang reina lo harus tenang! arrg nggak bisa, gue nggak bisa tenang, habibi ya ampun meleleh guee!!!* teriak reina di benaknya


"ada apa hm? kenapa wajahmu memerah?" tanya alex menyentuh pipi lembut reina


reina mendorong dada alex namun tidak ada pengaruh apapun karena tubuh alex lebih besar dari reina

__ADS_1


"alex! berdiri cepet! ntar ada orang!" ucap reina memaksa alex untuk menjauh dari tubuhnya


"kali ini saya akan melepaskan tapi tidak lain kali" ucap alex lalu berdiri dan membantu reina berdiri dengan menarik tangan reina


setelah itu mereka kembali keluar Mension dan pergi memilih wedding dress dengan menggunakan mobil alex.



diperjalanan alex memulai percakapan. "saya tidak menerima tawaran kamu dan sebentar lagi kita menikah" ucap alex secara tiba-tiba


alex senyum dan memukul pelan kepala reina. "saya tidak akan mengambilnya sebelum kamu lulus jadi tenang saja, saya akan mengontrol diri saya" ucap alex


Reina yang sempat khawatir menjadi lebih tenang, tapi kenapa tiba-tiba menjadi langsung pernikahan bukannya tadi hanya lamaran dulu

__ADS_1


"emang ada apa, kenapa sampai harus memajukan pernikahan?" tanya reina


"ayah, bunda akan pergi ke luar negeri dan itu akan lama-"ucap alex yang terhenti oleh reina


"oh jadi cuma karena itu pernikahan ini dimajukan? ya udah" ucap reina yang terlihat pasrah dan berusaha untuk tersenyum, alex menggenggam tangan reina seolah memberi kekuatan untuk reina


Reina menyadari kalau dirinya tidak masuk sekolah. "astaga gue udah telat!!" teriak reina


"tapi nggak apa-apa lah, males juga gue buat sekolah" santai reina lalu menyenderkan kepalanya


"tenang saya sudah memberikan izin kepada gurumu" ucap alex, tidak lama kemudian mereka sampai di tempat dimana mereka kan mencoba beberapa baju pernikahan mereka, reina sempat terpana melihat betapa besarnya tempat ini


__ADS_1


Disana ada orang yang menyambut reina dan alex, disana reina ikut memilih mana saja yang dia suka, alex meminta reina untuk memakai beberapa baju disana dan dia akan menilainya. reina harus memilih dulu mana yang akan dia pakai karena hampir semuanya disana bagus dan keren, setelah lama mencari reina sudah mempunyai 3 pilihan dan dia pergi ke tempat ganti untuk mencoba secara satu per satu, reina juga sempat dibantu oleh pekerjanya karena sulit menggunakan baju itu sendiri, reina memakai baju yang pertama dia memakai sendiri karena dia masih bisa memakainya sendiri tanpa bantuan orang lain.


__ADS_2