
"ish, kesel banget gue sama lo!" geram Reina lalu turun dan pindah duduk disamping Alvin, Alvin menjalankan mobilnya setelah Reina mengenakan sabuknya selama perjalanan mereka tetap diam hingga sampai di tempat yang dituju. sudah banyak sekali yang disana ada yang sedang foto, ngemil ada juga yang sedang berpacaran pelukan
pak Rojak yang sudah sampai langsung membuat barisan supaya nggak mencar dulu
"semuanya baris jangan ada yang pergi sebelum diperintah!" ucap pak Rojak mengunakan pengeras suara
"disini mobil motor bisa diparkiran karena sudah dapet izin, dan sekarang kita harus mendaki untuk sampai di atas yang akan kita jadikan perkemahan" ucap pak rojak yang disampingnya ada dua guru lagi yaitu bu risa, dan bu pipit
"kalian harus menggendong tas kalian sampai diatas! dan berhati-hati selama menginjak kaki, semua paham?!" tanya pak rojak
"paham pak!" saut semua murid
"baik semuanya boleh pergi ke atas disana sudah ada tanda kemana kalian harus naik, jangan ada yang mengotak-atik tanda tersebut sampai ada yang ketauan atau yang sengaja bakal bapak hukum!" ancam pak rojak
semuanya mulai jalan untuk sampai di atas Reina mulai jalan dengan mengendong tasnya yang sudah berisi perlengkapan kemah, alvin sudah pergi karena dipanggil oleh Bu Pipit dan pak rojak Reina nggak tau alasannya
Reina yang berjalan dibarisan akhir karena ia tadi harus mengambil barangnya sendiri dan ia tadi juga yang terakhir sampai di tempat ini, jadi semua murid sudah mengendong tasnya masing-masing sedangkan Reina belum apa-apa
"duh berat juga nih tas" ujar Reina dengan menggendong tas
Reina mengikuti barisan didepannya yang lumayan jauh "aduh!" Reina terjatuh tersandung batu karena kurang berhati-hati
Reina melihat ke depan namun barisan yang didepannya sudah hilang ia berusaha berjalan mengikuti tanda yang dibilang pak rojak, dan syukurnya Reina berhasil bertemu rombongannya
"hutf untung aja bisa ketemu, kalo nggak aduh jangan sampe deh!" Reina senang, lalu ia mendudukkan dirinya di bawah pohon sama seperti yang lain karena kecapekan
semua mulai berkumpul ketika melihat pak rojak,Bu Pipit dan Bu Risa
kalian boleh beristirahat sejenak setelah itu kalian dirikan tenda untuk sekedar tidur-tiduran, Reina mendirikan tenda sendiri karena ia juga akan tidur sendiri, semua cewek dikelasnya sudah berpasangan, setelah jadi mendirikan tenda Reina masuk dan duduk didalamnya, ia juga mengeluarkan semua peralatan lainnya, yang lain juga ada yang duduk didalam tenda ada juga diluar tenda, ada juga yang sedang masak mie mungkin laper, kata pak Rojak bagi yang mau jalan boleh namun jangan terlalu jauh
Reina pergi melihat sekitar dan bertemu alvin, alvin mendekat dan bertanya akan kemana reina " mau kemana?" tanya alvin
"gue mau jalan-jalan doang" jawab Reina
__ADS_1
"sama gue" ucap alvin, namun langsung ditolak oleh reina
"nggak usah lagian gue cuma muter doang" jawab Reina
"hm yaudah" alvin membiarkan reina pergi sendiri, karena ia sudah memasang pelacak di sepatu reina sehingga kemana pun Reina pergi Alvin akan tetap tahu
Reina pergi dan mendengar suara gemericik air sepertinya ada sungai atau air terjun disana pikir reina, Reina mengikuti suara itu dan ternyata benar ada sungai mengalir dengan air terjun yang berada 10 meter dari reina
"wow!" Reina terperangah melihat keindahan alam
Reina memfoto dirinya dan air terjunnya
"wih bagus banget!" ucap Reina melihat fotonya
Reina berjongkok dan bermain air handphonennya ia taruh disampingnya
"jernih banget tapi lumayan deres sih! ahah ikan lo ketauan!" ucap Reina melihat dua ikan sedang berenang bersama
ketika Reina akan mengambil ikan tiba-tiba tubuhnya didorong dari belakang membuat terjatuh ke dalam air, Reina berusaha berenang ke tepi namun arus terus saja membawanya lebih jauh
*gue nggak siap mati disini! huhuhu tolong, tolong gue please* benak Reina
semakin lama penglihatan Reina kabur dan semakin burem hingga gelap Reina nggak sadarkan diri, sedangkan disisi lain tertawa puas melihat Reina terbawa arus
"hahhaha rasain lo!"ucap farah
"far, apa ini nggak keterlaluan? gimana kalo dia mati?" tanya salah satu anggota gengnya
"iya bener far, ini udah kriminal!" tegur yang lain
"kalian kenapa belain dia sih? oh kalian pasti dibayar sama dia kan!? dibayar berapa lo pada?" tanya farah
"gue nggak suka cara lo! lo bukan temen gue!" ucap anggota gengnya mereka meninggalkan Farah sendirian
__ADS_1
"huh terserah, lagian gue juga nggak butuh lo semua" teriak Farah
Reina yang masih pingsan berhenti di sebuah batu besar, Reina belum sadar sampai sekarang. sedangkan semua murid sudah harus kumpul untuk sekedar kumpul bersama karena sudah mulai siang menjelang sore, guru juga mulai menyuruh muridnya untuk mencari kayu bakar sebelum malam tiba, alvin yang merasa reina belum kembali sejak tadi khawatir ia mencari kemana-mana namun belum ketemu, ketika sedang mencari tiba-tiba ada cewek yang se kelas dengan Reina berteriak Reina nggak ada, semuanya kaget mendengar kabar tersebut oak guru juga khawatir
"semuanya tenang! kita cari reina bersama-sama, semua jangan. berpencar Karena disini hutan takutnya kalian justru yang tersesat" ucap pak Rojak
Alvin nggak mendengar pak Rojak ia pergi begitu saja mencari keberadaan reina
"alvin! berhenti kamu jangan gegabah!" teriak Bu Risa
"ya ampun tuh anak!" geram pak Rojak
rombongan lain ada yang tetap di tenda ada juga yang mengikuti mencari reina
"lo dimana rein!" marah alvin mengutuki dirinya sendiri karena nggak menjaga reina, Alvin melihat jam tangannya yang sudah dimodif dengan alat pelacak yang ada di sepatu reina
"aah ketemu!" Alvin mengikuti arah yang ditunjukkan jam tangannya, Reina berada jauh dari tempat rombongan
Alvin terus mencari Reina hingga sore datang ia tetap mencari keseluruhan dan mulai mendekati keberadaan Reina, Alvin melihat sungai dan di jam tangannya menunjukkan Reina ada disana, Alvin semakin khawatir, Alvin melihat batu besar dan terdapat cewek yang tak sadarkan diri langsung mendekat dan ternyata itu memang benar reina
"Reina, bangun!" alvin menepuk pipi reina
"sorry" ucap Alvin lalu memberi nafas buatan, tak lama kemudian Reina bangun dengan menyemburkan air dari mulutnya
"uhuk uhukk" Reina terbatuk-batuk
"tenang" ucap Alvin dengan menepuk punggung Reina
Rein berusaha menyembunyikan tangisnya namun tetap saja ketahuan oleh alvin, Reina langsung memeluk alvin dan menangis
"hiks hiks, makasih" Reina berterimakasih
"hm" Alvin bergumam, membelainya rambut basah reina
__ADS_1
"kita balik" ucap Alvin dan di angguki oleh Reina ketika Reina akan berdiri kakinya justru sakit karena tadi sempat terjepit diantara bebatuan
"aahh" Reina menahan kakinya yang berdarah