
setelah makan, Reina naik ke atas untuk ganti baju.
Reina memilih baju oversize dan celana yang hanya sepanjang lutut, Reina merebahkan tubuhnya di kasur
"hem, kok gue gini-gini aja sih? bosen banget" ujar Reina mengasihani dirinya sendiri
"cabut kali ya biar nggak bosen" Reina turun mengambil kunci motor nya, Reina menyalakan dan pergi berputar-putar tanpa tahu akan kemana
"duh gue harus kemana coba, masa iya muter sana-sini doang" resah Reina
"apa gue ke mall? apa ke rumah tante Sera? apa kemana nih?!" Reina jadi bingung sendiri akan kemana ia pergi
"oke deh ke taman aja!" Reina memutuskan untuk pergi ke taman walaupun tadi sempet bingung akan milih mall atau rumah tante sera ternyata malah taman yang dipilih
author: bocah prik, pilihannya mall atau rumah tante sera, malah tujuannya ke taman!
Reina: biarin aja terserah gue! cepet lanjutin aja ceritanya!
Reina sampai di taman yang lumayan jauh dari rumahnya, reina sengaja ingin jauh dari rumahnya untuk menenangkan kepala, Reina duduk dikursi taman dengan memegang minuman yang sempat ia beli sebelum mendudukkan diri dikursi
"ah, sepi juga nih taman" ujar Reina, semilir angin membuat anak rambut Reina berterbangan
Reina menggelung rambutnya memperlihatkan leher jenjang putihnya
"loh itu anak siapa kok kaya diikutin sama tuh orang?" Reina memperhatikan gerak-gerik orang yang mengikuti anak kecil itu
"wah nggak beres nih, mumpung gue disini sikat aja lah"Reina pergi ke anak kecil itu dan berpura-pura sebagai mamahnya
"aduh sayang, kamu mau kemana?" tanya Reina dengan memegang tangan kecil tersebut
"kamu laper yah? sini sama mamah dulu" Reina mengendong anak kecil perempuan itu dan melirik ke arah orang yang mengikuti anak kecil itu
"ssttut cantik" lelaki yang tadi mengikuti anak kecil itu sekarang mencoba menggombali Reina
"ngapain lo!" tegas Reina, lelaki itu semakin mendekat, Reina menyuruh anak kecil itu untuk mundur supaya nggak terluka
"mau apa lo, sini kalo berani!" tantang Reina, lelaki itu berjalan mendekati reina
__ADS_1
"gue mau lo!" lelaki itu, dengan tangan yang akan menarik Reina
Reina langsung menghajar lelaki itu dibagian perut, lelaki itu mundur beberapa langkah. "brengsek lo" teriak lelaki itu dengan marah
"harusnya gue yang ngomong itu anjing!" jawab reina juga dengan teriak
lelaki itu lari ke Reina dan memukul Reina namun Reina masih bisa menghindar, lelaki itu terus saja mencari celah untuk memukul Reina sampai lelaki itu berhasil membuat Reina terjatuh karena tangannya tergores pisau lipat yang dibawa lelaki itu
"hahahha menyerah saja dan ikut sama gue!" ancam lelaki itu, Reina berdiri dan tanpa aba-aba langsung menendang punya lelaki itu, lelaki itu langsung tersungkur dan memegang punyanya dengan kesakitan, bagaimana nggak kalau punyamu di tendang dengan keras
"aaahh sialan lo!" marah lelaki itu, Reina pergi dengan membawa anak kecil itu mengenakan motornya, Reina membawa anak kecil itu ke minimarket ia mendudukkan anak kecil dikursi
"kamu nggak kenapa-kenapa?" tanya Reina, anak kecil tersebut melihat wajah Reina dengan bingung, Reina yang melihat itu sangat ingin mencubit pipi gembul anak itu
*duh nih anak kenapa lucu banget si? pengin gue cubit tuh bakpau!" benak Reina
"heem, terimakasih" ujar anak kecil dengan suara yang lucu
"kamu laper, mau makan?" tanya reina, anak itu hanya memegang perutnya dengan mengangguk kepala
Reina masuk ke minimarket dan membeli makan untuk anak kecil itu, Reina menyuapi dengan telaten dan sabar "sayang kamu namanya siapa?" tanya Reina dengan mengelus rambut hitam yang hanya sepanjang bahu anak kecil
"ayana" ucap ayana
"kamu tau rumah kamu dimana? mama papa kamu dimana?" tanya reina, namun itu membuat Ayana tiba-tiba sedih, reina bingung kenapa ayana sedih "hei, kenapa kamu sedih? kakak jahat?" tanya Reina mengelus pipi ayana
"kata ibu penjaga, mama sama papa udah pergi, aku cari kemana-mana tetep nggak ketemu" jawab Ayana
"kakak tau dimana mama papa Ayana?"tanya Ayana, membuat Reina ikutan sedih anak sekecil ini sudah ditinggal pergi orang tuanya
"ibu penjaga itu siapa?" tanya Reina
"itu yang ngurusin ayana, ayana kan bobo di rumah yang banyak temen-temen juga" jawab Ayana dengan polos
Reina paham maksud ayana, Reina sangat sedih ia jadi ingin Ayana menjadi adiknya
__ADS_1
"hem, ya udah gimana kalo kamu ikut Kakak aja" ujar Reina
"ikut kemana?" tanya ayana
"kamu tau rumah yang kamu buat bobo terus yang banyak temen-temen kamu?" tanya reina
"eem aku nggak tau" balas ayana
"ya udah ikut kakak jalan-jalan yuk, kamu duduk didepan" Reina mengajak Ayana untuk naik motor pergi jalan-jalan
karena sudah sore dan sudah pukul 17.54 dan jarak antara Reina dengan rumah jadi Reina memilih untuk singgah di resto untuk istirahat dan membeli makanan untuknya dan ayana
"kamu mau es krim?" tanya Reina
"mau, mau yang rasa coklat!" jawab Ayana dengan senang
Reina memesan es krim dan makanan berat untuk. mengenyangkan perutnya sendiri karena tadi nggak sempat makan
setelah pesanan datang ayana langsung memakan es krimnya dan Reina memandang wajah polos Ayana lalu ia memakan makanannya
"enak?" tanya reina memandang wajah ayana
"heem, kakak mau?" tanya ayana memberi sesendok ke mulut reina, Reina membuka mulutnya dan memakan es krim
"eemm enak yah, kamu suka kan?" tanya reina, dan dijawab dengan anggukan karena di mulut Ayana ada es krim, Ayana sengaja bertanya untuk membeli es krim untuk Ayana dan dirinya karena selera mereka sama suka rasa coklat
setelah menyelesaikan semua makanan Reina dan Ayana pergi ke pasar malam, Karena Reina merasa Ayana ingin pergi bermain namun sebelum pergi ia menyempatkan diri untuk pergi ke toko baju anak-anak, Reina membeli jaket untuk ayana, ia juga pergi ke toko baju untuknya sendiri untuk membeli jaket jeans
Reina dan Ayana sampai di pasar malam, Ayana sangat bersemangat untuk masuk lebih dalam ke pasar malam, Ayana melihat wahana kuda-kudaan
"gimana asik nggak?" tanya Reina yang sedang memegangi ayana
"asik!" seru Ayana dengan senang menaiki kuda-kudaan yang sedang berjalan
setelah selesai Reina mengajak Ayana untuk bermain di istana balon yang juga ada didalamnya banyak anak-anak lain
Ayana yang masih kecil susah menyeimbangkan tubuh membuatnya sering terjatuh, Ayana sangat senang bermain istana bola, lelah menaiki wahana mereka duduk sekedar mengistirahatkan tubuh dan membeli minum, Ayana nggak boleh keseringan minum es jadi Reina membelikan air mineral untuknya ia juga membeli susu buatnya
__ADS_1