
Reina hanya bisa diam karena kedua tangannya sudah diikat, bahkan sangat sulit untuk mencari celah untuk kabur
"pak, kalo nggak gini aja! saya ikut kalian aja saya janji bakal nurut, boleh ya pak!" bujuk Reina namun tetap tidak di dengarkan oleh petugas
"diam saja! kamu dari tadi nyerocos terus! lebih baik kamu bantu doa saja! biar masalah ini kami yang turun tangan!" ujar petugas
"kalo cuma bantu doa tetep saya nggak tenang pak! pak tolong lah dimana empati bapak huhuhu" Reina menangis karena tidak diperbolehkan untuk ikut mencari Alvin
para petugas tetap membiarkan Reina menangis sampai tiba di tepi sungai mereka langsung membawa Reina untuk menjauh dari sana, ketika petugas sedang menuntun Reina untuk menjauh tiba-tiba ada yang memanggil namanya
"Reina!" seru David ketika melihat Reina dibawa oleh petugas
"lo kenapa? dan kenapa bisa diiket kaya gini? pas sebenarnya apa yang terjadi, dua temen saya" tanya David
"oh kamu temennya? sekarang bawa temen kamu, dia nekat pergi sendirian menyusuri sungai untuk mencari korban!" ucap petugas
"apa! Reina lo gila apa!" marah David
"sudah lebih baik kamu bawa dia pulang atau kembali kesekolahan, ini bukannya jam pelajaran?! cepat pergi kesekolah!" tegas petugas, David menganggukkan kepalanya dan berterimakasih sebelum pergi
__ADS_1
"vid, tapi gue harus cari Alvin dulu! gue, gue nggak mau ke sekolahan sebelum Alvin ketemu" ucap Reina dengan sedih
"iya selesai sekolah kita cari Alvin, tapi sekarang kita kembali kesekolahan" ucap David dengan sabar dia menepuk punggung Reina
Reina selama diperjalanan tetap diam memikirkan Alvin dan ketika dia sedang berfikir tiba-tiba ucapan Alex terngiang-ngiang di kepalanya "atau kamu ingin tidak bisa melihatnya lagi?"
"Alex" gumam Reina yang tidak didengar jelas oleh David
"hm ada apa?" tanya David
"gue, gue harus pergi! lo anter gue ke-" Reina menghentikan ucapannya karena dia tidak tau dimana keberadaan Alex, selama ini dia tidak tau Alex tinggal dimana
"ke? kemana? lo yang jelas lah kalo ngomong!" ucap David
David dan Reina sudah sampai diparkiran sekolahan, Reina turun dari mobil dan David menyuruh Reina untuk datang ke ruangan Bu BP, Reina mengangguk tetapi Reina juga menyuruh David untuk pergi kelas saja karena Reina bisa pergi sendiri
"ibu cari saya?" tanya Reina setelah merasa lebih baik
"iya! cepat masuk!" jawab Bu BP
__ADS_1
"kamu tau apa yang membuat kamu ada disini?!" tanya Bu BP
"saya tau" jawab Reina singkat
"baik karena kamu tau, coba apa sebab kamu bisa disini?" tanya Bu BP
"ya mungkin karena saya berkelahi dengan Mak lampir? ya walaupun itu bukan kesalahan saya" jawab Reina
"Mak lampir? siapa Mak lampir dan apa kamu bilang? 'bukan kesalahan saya' ?!. Apa dengan berkelahi saja itu bukan kesalahan?" tanya Bu BP
"saya nggak akan mulai kalau tidak ada yang memulai! nggak mungkin ada asal kalau nggak ada api!" ucap Reina
"kamu dibilang salah ya tetep salah!" marah Bu BP
"terserah lah, saya lagi pusing" ucap Reina lalu mendudukkan dirinya di sofa dengan santai
"siapa yang suruh kamu duduk?!!" tanya Bu BP
"nggak ada" jawab Reina
__ADS_1
"berdiri! cepatt!" ujar Bu BP
"bu! mau ibu apa sih? cepet deh to the point aja! kelamaan" ucap Reina dengan sedikit cepat karena dia sudah lumayan letih, tetapi hal tersebut membuat Bu BP semakin marah dan geram dengan tingkah Reina