
setelah selesai mengenakan baju dan sepatu warna putih yang biasa dia pakai ketika akan pergi
note: bayangin aja yang make itu Reina ygy!
Reina turun dan melihat bunda sudah siap dan ayah yang sudah rapi, bunda yang melihat putrinya sudah turun melihatnya namun bunda tidak suka pakaian Reina karena tidak memakai baju yang sudah disiapkan
"heh kamu kenapa nggak pake baju yang disiapkan?! kenapa pake celana? harusnya pake rok kalo bisa gaun!" ucap bunda memarahi Reina
"aduh bunda, udah deh kan yang make aku jadi tergantung akunya suka apa nggak" ucap Reina membela diri
bunda tetap meminta Reina untuk berganti baju namun Reina menolak untuk ganti baju,bunda mengalah ketika ayah menghentikan perdebatan antara anak dan istrinya
__ADS_1
"sudah, cepat ikut kami reina!"ucap ayah
"emang kita mau kemana?" tanya Reina
"ketemu kenalan ayah" ucap ayah
"kenalan? terus kenapa Reina harus ikut?" tanya Reina, Reina mulai curiga kalau dia akan kembali dijodohkan dengan anaknya teman ayah
*gue rasa ini beneran bakal ada perjodohan, oke kalo itu mau kalian tapi gue nggak semudah itu, gue bakal susun rencana kalau perjodohan ini beneran* benak Reina
Reina mengikuti ayah bundanya dia duduk di depan, walau awalnya dia disuruh duduk dibelakang bareng bunda namun Reina memilih duduk didepan disamping pak supir, tanpa sepengetahuan Reina ayah telah memerintahkan anak buahnya untuk berjaga sekitar mereka, dengan cara menyamar
Reina tidak tau kalau orang yang dibelakang mobilnya adalah orang suruhan ayah karena Reina tidak tau siapa saja dan seperti apa anak buah ayah
__ADS_1
ayah bunda dan Reina sudah sampai di tempat pertemuan yaitu di restoran bintang 7 yang ada di kota tersebut, Reina masuk kedalam dia duduk ditempat yang disiapkan Reina hanya mengikuti ayah dan bundanya, Reina melihat masih belum ada siapapun, sepertinya tempat yang mereka masuki sudah dipesan khusus untuk pertemuan mereka
"Bun, Reina mau ke toilet dulu sebentar" ucap Reina berdiri lalu pergi ke toilet wanita, disana Reina berfikir semakin curiga dan yakin kalau memang dia akan dijodohkan
"kayaknya bener deh, gue bakal dijodohin lebih baik gue nanti gue kesana aja, terus kalo bener ini perjodohan gue bakal pergi, gue nggak mau dijodohin, gila apa? umur gue masih muda kali, buat apa nikah lagian gue masih sekolah dan masih kelas 11 kan aneh banget, em kalo nikah sih gue mau ttapikan bukan sekarang juga" ucap Reina
ketika Reina sedang melihat dirinya di pantulan kaca toilet dia dipanggil oleh bunda yang datang kesana untuk menjemput Reina
"reina, kamu ngapain aja disini? ayo cepet!" bunda menarik Reina dan menyuruhnya mengikutinya
ketika sampai disana Reina hanya melihat Alex dan ayah yang duduk berdua sedang bercengkrama
"loh? lo ngapain disini? ayah nyuruh lo buat anter gue pulang ya? ya udah ayo gue juga udah bosen disini" ucap Reina melihat Alex duduk dengan wajah dingin dan datarnya
__ADS_1
"Alex disini bukan untuk mengantarmu pulang, tetapi dialah yang ayah maksud yaitu yang akan menjadi suami kamu!" ucap ayah membuat Reina terkejut setengah mati bagaimana bisa Alex?
"hah? haha ayah becanda kan? nggak mungkin kan?!" Reina terkejut dia tidak percaya apa yang dia dengar dari mulut ayahnya