
"Mau sampai kapan kamu berdiri di sana? cepat masuk mobil!" teriak ayah dari dalam mobil, Reina tersadar dan berlari kecil menghampiri ayah yang sudah duduk di mobil. Di dalam mobil Reina tetap diam sampai ayah yang bertanya kepada Reina
"Kamu kalau mau pergi sebaiknya bawa anak buah ayah kalau tidak pergi bersama Alex" ucap ayah dengan pandangan tetap ke depan
"Lah kenapa? aku kan bukan anak kecil lagi, lagian Alex juga ada kesibukan sendiri kali yah, jangan membebankan aku ke dia... Aku bisa jaga diri baik-baik" ucap Reina, ayah menatap Reina. "Kali ini menurut sama ayah, semua demi kebaikan kamu!" tegas ayah
Reina hanya diam dan ikut menatap ayah. "Ayah, apa nggak bisa diundur" ucap Reina dengan memegang tangannya sendiri. "Tidak bisa, apalagi di keadaan seperti ini harus ada yang bener-bener jagain kamu, sekarang kamu dan Alex juga akan sering pergi untuk melihat sudah seberapa siap tempat pernikahan kalian, dan ayah mohon Reina setelah menikah dengan Alex kamu jangan...... bertingkah konyol seperti dirumah" ucap ayah menggoda Reina
__ADS_1
"Mana ada aku konyol!" ucap Reina cemberut
"Ayah becanda hahaha, sudahlah mulutmu sudah persis seperti bebek" ucap ayah yang masih belum puas menggoda Reina
"Ayah!!! Awas aja nanti aku bilangin bunda" ucap Reina mengancam ayah dengan membawa nama bunda karena ayah paling takut dengan bunda, mungkin karena takut tidak mendapat jatah? hihihi
"Heh beraninya kamu mengancam ayah hm? ya sudah sana kamu aduin ke bunda, ayah nggak takut" ucap ayah seolah tidak takut
__ADS_1
Baru mau bicara ayah sudah merebut handphone Reina. "H-halo sayang, hm? bukan apa-apa, ayah cuma ingin tau kamu udah sarapan belum?" ucap ayah. "Ayah pikun apa gimana sih? kan tadi juga makan bareng" ucap bunda dengan bingung apa yang terjadi pada suaminya
"Bunda ayah jahat sama Rein!" ucap Reina cepat-cepat, bunda mendengar "Heh awas ya kamu, jangan apa-apain anak gue! kalo nggak-" ucap bunda terpotong oleh ayah. "I-iya sayang, kami hanya sedang saling mengejek tapi kita juga membicarakan yang baik-baik kok" ucap ayah cepat
"Bwhahaha bunda kalo disini pasti ketawa sama muka ayah hahaha" tawa Reina keras. "Emang kenapa sayang?" tanya bunda. "Muka ayah keringetan, kaya takut gitu hahahaha" ucap Reina yang masih tertawa. "Muka ayah emang jelek makanya suka keringetan hahaha, udah lah bunda lagi beres-beres nanti lagi telfonya" ucap bunda lalu mematikan penggilan telefon
"Beraninya kamu ngadu sama bunda hm? rasain ini" ayah menggelitiki perut Reina membuat Reina merasa geli
__ADS_1
"Aaahahha stop ayah, r-reina nyerah" ucap Reina terbata, ayah menghentikan aksi menggelitik
Tidak sadar karena terus bercanda di mobil mereka sudah sampai di sekolahan Reina, Reina turun dari mobil namun sebelum turun ayah mengatakan "Tetaplah hati-hati, jangan terkecoh oleh keadaan!". Kata tersebut seperti kata mantra yang selalu berputar di otaknya, memangnya siapa yang akan menyakitinya di sekolahan hanya ada Mak lampir yang akan mengganggunya selain itu sepertinya tidak ada. Namun Mak lampir hanya nyamuk yang lewat jadi sekali hap langsung ditangkap, mudah membuat Mak lampir marah dan emosi