Love History

Love History
#38


__ADS_3

"halo kenapa sih nelfonin mulu?!" tanya Reina geram


"susah banget dibilangin!" ucap alvin dengan dingin


"kenapa? huftt iya gue bakal tidur lo nggak usah repot-repot ngingetin gue!" ucap Reina geram kepada alvin yang terus-terusan mengganggunya


"gue gini juga karna lo! cepet tidur, besok gue jemput" ucap alvin yang langsung mematikan teleponnya sepihak, Reina yang belum sempat mengeluarkan suara pun geram akan tingkah alvin.


Reina tetap acuh dan kembali menonton Drakor yang telah ia download/unduh, Reina berjaga-jaga jika dirinya sedang dipantau oleh ayahnya


Reina melihat arah jam dinding yang ternyata sudah jam 00.23 karena reina terlalu sibuk, ya tentu sibuk menonton Drakor. Reina mulai beranjak dari tempat duduk dan pergi mengambil air Reina kehausan setelah meminum Reina naik keatas untuk tidur, mata Reina sudah sangat berat.


Reina memposisikan dirinya disamping ayana yang sedang tertidur pulas, Reina mengenakan selimut untuknya dan ayana tidak berselang lama Reina tertidur.


keesokan harinya Reina terbangun karena suara bibi yang memanggilnya, Reina melihat jam yang masih menunjukkan pukul 05.12 Reina pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan Reina juga turun untuk sekedar berolahraga ringan, setelah dirasa cukup berolahraga Reina duduk di kursi meminum segelas air putih jam juga sudah menunjukkan pukul 05.40.


Reina naik ke atas untuk bersiap mandi setelah keringatnya hilang, ketika akan membuka pintu kamar, sudah terbuka dulu dari dalam

__ADS_1


"ayana, kamu sudah bangun" ucap Reina berjongkok, Ayana menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan ucapan Reina


Reina menyuruhnya untuk duduk dibawah bersama bibi yang sedang menyiapkan sarapan, sedangkan dirinya mandi siap-siap untuk berangkat sekolah


beberapa menit kemudian Reina turun dengan mengenakan seragamnya dengan rambutnya yang diikat kuda yang menurut itu lebih simpel dan mudah untuk lari


setelah sarapan dan berpamitan dengan orang rumah Reina berniat membawa mobilnya sendiri namun sudah ada mobil yang terparkir didepan gerbang rumahnya, terbuka jendela mobil dan terlihat Alvin yang mengendarai mobilnya


"bareng gue" teriak Alvin dari dalam mobil, Reina menghampirinya dan masuk kedalam mobil alvin. tidak ada suara yang keluar dari keduanya hanya suara mesin mobil yang sedikit terdengar selebihnya hening.


beberapa saat kemudian mereka sampai di sekolahan, Alvin memparkirkan mobil tepat yang didepannya juga ada mobil David, mereka saling pandang, Reina turun dari mobil dan pergi meninggalkan keduanya yang sibuk beradu pandang


Reina sampai didalam kelasnya, disana dia langsung dihampiri oleh temannya yang bernama jeni


"Reina, lo pr nya udah dikerjain belum? gue nyontek ya! gue lupa ngga ngerjain" ucap jeni meminta contekan dari Reina


"anjirr, pr yang mana? gue aja ngga tahu tugasnya yang mana aja!" Reina dengan santai karena dia mengatakan yang sejujurnya bahwa dia tidak tahu kalau ada pr

__ADS_1


"tolol banget, pr matematika!" jeni menyoyor kepala Reina


"omg, yang bener ajaa! matematik?! buset kenapa tiba-tiba gini, siapa yang udah?" tanya Reina, jeni menjawab dengan gelengan


"hm ya udah lagian yang lain juga belum, santai aja udah" Reina dengan santai membuka handphonenya


"t-tapi gurunya galak banget, gue takut" jeni ketakutan membayangkan


"palingan nanti yabg dimarahin juga sekelas, udah tenang aja" ucap Reina dengan santai dan diangguki oleh teman lelakinya


"ya udah deh" jeni akhirnya mengikuti ucapan Reina


beberapa menit kemudian bel bunyi, guru pun mulai pergi ke kelas masing-masing untuk mengajar murid, guru pelajaran matematika juga sudah datang, pelajaran mulai


"apakah ada pr?" tanya Bu guru, semuanya dengan serempak menjawab tidak


guru yang melihat kekompakan muridnya berfikir memang itu benar apa adanya, jadi dia melanjutkan pelajaran matematika

__ADS_1


"huft syukurlah" ucap jeni yang duduk di bangku sampingnya. Reina mengikuti pelajaran dengan tenang seperti teman yang lain sampai jam selesai


__ADS_2