
Alex terus mengendarai motornya dan terus masuk kedalam hutan gelap tersebut dari kejauhan terlihat ada yang aneh bayangan besar seperti rumah atau gubuk. Alex mencurigai kalau itu adalah tempat persembunyian penculik reina, untuk memastikan Alex menjalankan motornya mendekat namun beberapa meter dari gubuk tersebut Alex mematikan motornya dan memilih untuk berjalan kaki karena takut akan membuat bising dan ketauan
"Pergi ke arah yang saya lewati dan matikan mesin motor kalian jika ada bayangan gubuk dari arah dalam hutan, jalan terus dan kepung seluruh area gubuk pastikan tidak ada celah untuk kabur" bisik Alex meletakkan tangan di telinganya untuk memberitahu anak buahnya
"Baik bos" jawab salah satu dari anak buah Alex
Alex berjalan mengendap-endap dan benar memang ada rumah kecil di tengah hutan ini
NOTE: BAYANGIN AJA ITU MALEM-MALEM
__ADS_1
Alex menatap dengan seksama rumah kecil itu mungkin saja didalamnya ada anak buah penculik reina jadi Alex harus berhati-hati, Alex mengendap-endap menuju samping rumah kecil itu dan menempelkan telinganya di setiap mencoba mendengar dimana suara Reina.
"Ini yang mau nolongin gue siapa sih, kenapa nggak ada yang dateng badan gue remuk ya ampun!" geram Reina dengan sesekali berteriak membuat anak buah orang misterius tersebut marah dengan Reina
"Diam atau gue pukul hah? dari tadi ngomong terus" marah sala satu algojo yang sepertinya sudah ingin memukul Reina namun ditahan oleh algojo satunya
"Jangan macem-macem nanti tuan bisa ngamuk habis kita" ucap algojo yang menghentikan aksi temannya yang akan memukul Reina
"Sekarang lo diem sekali lagi lo ngomong gue lakban mulut Lo" sambung algojo tersebut
"Eh om emang tuan kalian siapa?" tanya Reina penasaran karena kenapa tuan mereka tidak ingin mereka menyelakai dirinya
__ADS_1
"Tidak perlu tau kamu" ucap algojo lalu pergi dan menutup kembali pintunya
"Ish, pelit banget om nggak mau kasih tau ntar kuburannya sempit lho!!!!" teriak Reina namun tidak ada jawaban dari balik pintu membuat Reina menghela nafas pasrah
"Apa gue bakal mati disini, huhuhu apes banget idup gue dah nggak ada seru-serunya" ucap reina menangisi dirinya
Alex menguping dari balik tembok yang terbuat dari kayu tersebut dan mendengarkan semua pembicaraan mereka, akhirnya Alex menemukan Reina. Begitu juga anak buah Alex sampai disana dan langsung menyusun rencana dengan beberapa anak buah Alex berada di luar rumah kecil itu dan ada yang ikut Alex masuk kedalam untuk melawan semua anak buah penculik tersebut
Alex mendobrak pintu dan anak buah orang misterius tersebut langsung berdiri semua dan melawan Alex. Alex memukul semua yang menghalanginya hingga semua tersungkur di lantai, setelah itu Alex langsung mencari ruangan yang menjadi tempat penyekapan Reina, anak buah Alex juga melawan orang yang telah menyekap Reina dan membiarkan Alex untuk mencari Reina
Alex berlari dan memukul dua algojo yang menjaga pintu dimana ruangan tersebut ada Reina, Alex sempat terkena pukulan di samping bibirnya dan mengeluarkan darah Alex memukul balik orang tersebut dan menginjak tangan mereka membuat mereka mengerang keras kesakitan. Reina terkejut mendengar suara berkelahi di depan pintu dia juga bingung harus bagaimana, namun setelah itu suara erangan kesakitan hilang dari balik pintu hanya suara berkelahi dari arah depan. Setelah itu pintu terbuka dan terlihat Alex yang menendang pintu tersebut Reina sangat senang
__ADS_1