
Reina dan Caca akan pergi ke mall itu juga atas kemauan Caca yang katanya hari sangat panas dan dia tidak ingin diluar terlalu lama karena di menggunakan celana pendek dan baju pendek, Reina mengiyakan begitu saja karena dia juga bingung akan kemana, Caca mengendarai mobilnya menuju salah satu mall terbesar di kota tersebut
"Let's go!" semangat Caca lalu turun bersama Reina, mereka masuk kedalam mall yang ramai oleh pengunjung yang datang, Reina berjalan disamping Caca yang ingin membeli tas baru. Caca dan Reina naik ke lantai 4 dimana semua kebutuhan wanita lengkap disana.
Caca dan Reina sudah berada di depan toko tas yang Caca inginkan, tapi berbeda dengan Reina yang justru ingin pergi mencari makanan dan minuman tepatnya minuman. "Lo pilih-pilih aja dulu tas yang lo mau, gue beli makanan dulu bentar... Lo mau nitip nggak?" ucap Reina sebelum pergi
__ADS_1
"Eemm gue masih kenyang beliin gue minuman aja yang enak" ucap Caca, Reina lantas pergi dan mencari sesuatu yang menurutnya menggugah selera. Reina berjalan mengelilingi lantai 4 tersebut dan sudah membeli minuman dengan jenis yang berbeda-beda, sekarang dia hanya meminum satu diantara tiga yang dia pesan dan satu lagi untuk Caca. Reina yang sedang santai meminum dengan berjalan dikagetkan dengan tiba-tiba ada orang yang dengan sengaja menabraknya entah apa maksud orang tersebut tetapi dilihat dari penampilannya seperti orang yang waktu itu di kamar mandi rumah sakit.
Untuk lebih jelas Reina mengikuti orang tersebut di belakangnya hingga berada di parkiran mobil, Reina terhenti karena kehilangan jejak orang tersebut ketika membalikkan badannya tiba-tiba saja mulutnya disekap dengan kain yang sudah diisi obat bius. Reina mulai lemas kakinya sudah tidak kuat menopang tubuhnya hingga dia tidak sadar diri, orang tersebut menangkap tubuh Reina yang akan terjatuh.
Remang-remang Reina sedikit mendengar suara laki-laki yang entah mengatakan apa Reina tidak begitu jelas mendengarnya. Reina berusaha membuka matanya dan sedikit mengeluarkan suara membuat orang tersebut menoleh dan tersenyum menatap Reina
__ADS_1
"Keadilan seperti apa? dan kenapa lo bawa gue, culik gue" tanya Reina mencoba menepis pikirannya yang sedikit kacau. "Saya akan memanggil ayahmu karena kamu kayaknya sudah nggak sabar" ucap orang tersebut lalu menggerakkan jarinya dan ada orang lain yang sepertinya anak buahnya mencoba menelfon kepada seseorang
"Halo siapa ini?" suara dari dalam handphone yang mirip dengan suara ayah. "Cepat datang dan jangan membawa polisi ataupun anak buah, nyawa anakmu berada ditangan saya! kalo kamu mau dia selamat cepat datang dan jangan bawa siapapun datanglah sendiri!! anak buah saya sudah mengepung rumahmu jadi jangan coba-coba menipu saya! atau nyawa anakmu melayang!" ucap orang misterius tersebut dengan tangan yang seperti bermain-main dengan buku yang ada dimeja
"Siapa kamu?!! kasih handphonenya ke anak saya!!" teriak ayah yang sepertinya sangat khawatir dengan keadaan Reina
__ADS_1
"Halo ayah, Reina nggak kenapa-kenapa cuma rada pegel nih tangan karena diiket kenceng banget" ucap Reina apa apadanya, ayah terlihat mengembuskan napasnya "Ya sudah ayah akan membawamu kembali dan jangan membuat hal bodoh!" ucap ayah lalu handphone kembali ditarik oleh anak buah orang misterius tersebut