Love History

Love History
91


__ADS_3

Reina yang sedang bersembunyi dibalik pohon dimana tempat mobil Alex tabrak berlari menuju Alex yang sedang memegangi tangannya yang terkena peluru oleh orang bertopeng tersebut, Reina menanyakan apakah itu menyakitkan Alex hanya menggelengkan kepalanya, bagaimana mungkin itu tidak menyakitkan pikir Reina. Reina tidak menggubrisnya lagi dan membawa alex kedalam mobil salah satu anak buah Alex


"Om bawa kita ke rumah sakit ya! dan tolong yang cepet!" ucap Reina yang tidak melihat siapa yang membawa mobilnya


"s-siap" ucap orang tersebut yang sedikit terbata mendengar reina memanggilnya dengan sebutan om, apakah dirinya sudah sangat tua sampai dipanggil Om


"aduh, Alex! darah lo banyak banget, gue harus apain ya?... oh iya" ucap Reina dan setelah teringat dirinya harus melakukan apa Reina langsung merobek sedikit bajunya untuk mengikatkannya di lengan alex yang terkena peluru supaya darah yabg keluar tidak semakin banyak


"om cepetan dong!! ini kasian anak orang udah kehabisan darah! kalo kenapa-kenapa ntar gue dikira nyiksa nih orang" ucap Reina beruntun karena melihat bibir Alex yang mulai memucat


"iya, saya akan menambah kecepatan tolong pegangan" ucap anak buah Alex sopan kepada Reina namun berbeda ketika dihadapkan orang lain

__ADS_1


Anak buah Alex menambah kecepatan membelah kota yang lumayan ramai kendaraan, Reina memegangi Alex supaya ketika berbelok ataupun mengerem tidak jatuh, didepan ada tikungan tajam ke arah kanan membuat Reina berpindah dan tergeser ke arah kiri dimana dia semakin dekat dengan Alex dengan Alex yang menahan kepala Reina dari jendela kaca dengan tangannya, Alex masih sadar walaupun dengan mata yang tertutup


Reina turun dari paha Alex dan duduk disamping alex dia menepuk-nepuk pelan pipi Alex. "lo tahan ya, terus sadar jangan pingsan! sebentar lagi sampai dirumah sakit lo harus kuat!!" ucap reina dengan sungguh-sungguh


*hm jadi gini rasanya disayangi dikhawatirkan, saya suka dengan rasa ini!* benak Alex


"tentu saya kuat, hal kecil seperti ini bukan masalah besar dan lebih baik kita obati saja dirumah tidak usah ke rumah sakit" ucap Alex, Reina menggelengkan kepala dia tidak setuju dengan ucapan alex


"apa kamu menghawatirkan saya? aah lihatlah kau sangat manis jika mukamu seperti itu" ucap Alex


Reina mengerjap matanya, Reina juga berfikir apakah dirinya memang menghawatirkan Alex. *nggak, gue nggak khawatir gue cuma punya rasa kasian doang kan? i-iya kan?* benak Reina

__ADS_1


"sssttt diem dulu, sakit aja masih bisa gombal" ucap Reina bergumam


"itu bukan omongan kosong itu benar Reina, kamu terlihat cantik jika khawatir" ucap Alex semakin membuat Reina terbang namun di satu sisi Reina juga malu


"diem nggak?!! kalo lo terus ngomong gue pencet nih luka lo!" ucap Reina sebenarnya itu hanyalah ancaman saja tidak mungkin Reina tega melakukan hal itu


"baiklah saya akan diam" ucap Alex lalu kembali hening isi dalam mobil tersebut sampai akhirnya mereka semua sampai di rumah sakit, Reina dan Alex turun dari mobil dan membawanya kedalam ruangan


"dokter tolong, tangannya terkena tembakan dan banyak darah yang keluar!" ucap Reina


"silakan tunggu saya akan mengambil pelurunya" ucap dokter lalu masuk ke dalam ruangan dan memulai pekerjaannya sebagai dokter

__ADS_1


__ADS_2