Love History

Love History
49


__ADS_3

malam sudah digantikan oleh mentari yang masih malu-malu untuk menampakkan diri, Reina bangun karena badannya sangat sakit dari semalem tidur dikursi seperti itu, Reina melakukan gerakan untuk meredakan rasa sakit di sekujur tubuhnya, Reina juga melihat wajahnya di kamera untuk melihat apakah ada yang aneh diwajahnya apa tidak


"hah badan gue, OMG sakit banget" Reina membungkukkan badan


"eh mba, rajin banget olahraganya" ucap salah satu orang yang sedang berolahraga di taman tersebut


"i-iya mba, olahraga yang pagi biar nanti semangat dan sehat terus hehe" ucap Reina seolah-olah sedang berolahraga disana


"em ya udah, saya mau lanjut olahraga disana saya pamit dulu" Reina pergi dengan membawa tas dan handphone yang dia taruh didalam tasnya


Reina pergi ke toilet umum untuk mencuci muka, setelah itu Reina sungguh bingung, dia tidak sekolah jadi Reina bingung akan kemana dia pergi, Reina akhirnya memutuskan untuk pergi kelaut, pagi-pagi dilaut menurutnya sangat menyenangkan jadi Reina menghentikan ojek


"pak tolong anterin saya ke laut" ucap Reina lalu naik motor


"iya siap mba!"ucap semangat bapak ojek


Reina sudah sampai di laut disana juga ada beberapa orang yang sedang berolahraga atau yang hanya sekedar duduk santai dan berselfie


setelah Reina membayar uang ojek tadi Reina duduk diatas pasir dan memainkan handphonennya, dia membaca pesan dari ayahnya


"kamu pulang atau ayah akan mempercepat pernikahan kamu!" ayah


"cepat pulang udah malam!" ayah

__ADS_1


"pulang! udah pagi, pulang sekarang! jangan terus-terusan bikin ayah marah!" ayah


"kamu online kenapa nggak jawab ayah? kenapa cuma dibaca?! cepat jawab dan pulang!" ayah


Reina hanya membaca tanpa menjawab dia juga membaca pesan dari bunda


"sayang, kamu dimana? ayo pulang sayang" bunda


"sayang ini udah malem banget! kamu dimana? kenapa kamu belum pulang juga?" bunda


"sayangg pulang lah, demi bunda🥺" bunda


"kamu udah bangun sayang? cepet pulang ya! bunda kangen" bunda


Reina membuka pesan dari nomor yang tidak dia kenal


"nggak bikin repot bisa nggak!" 08xxx


"cepet pulang!"08xxx


"dih sp lo! sokab!" reina


handphone Reina bergetar dan tertera nomor tak dikenal yang telah menelfon Reina

__ADS_1


"halo, siapa sih lo!" ucap Reina


"cepet pulang, atau gue yang harus jemput lo?!" suara Alex terdengar


"lo! g-gimana lo dapet nomor gue? tanya Reina


"dan lo nggak usah deh ikut campur urusan gue" ucap Reina


"kalo gitu berati lo minta gue jemput" ucap Alex


"ha? waras lo? nggak ada yang ngomong mau dijemput!" ucap Reina


"loh? halo! halo, ish main matiin aja!" ucap Reina lalu memasukan handphonenya di tas lalu dia pergi menyurusi pantai yang indah itu


Reina juga membeli es teh di warung-warung yang jualan di sana, Reina membeli es teh saja karena dia belum laper, Reina juga memainkan handphonennya dia membuka aplikasi permainan yang sempat Reina download jika merasa bosan dan tidak ingin online


reina bermain handphone tanpa menyadari sekitar, Reina juga tidak menyadari bahwa disana sudah ada Alex yang duduk tepat didepannya, ketika Reina kalah dan tersadar bahwa ada yang menghalangi sinar matahari, dia melihat apa yang ada didepannya, betapa terkejutnya dia melihat Alex yang sudah duduk tegap didepannya


"uhuk uhukk ekhem" Reina ter batuk kerena kaget melihat Alex yang duduk didepannya, Reina meminum lalu beranjak pergi namun ketika keluar dari warung dia sudah ditangkap oleh anak buah Alex


"lepasin, aww tolong!" teriak reina meminta tolong, ibu-ibu yang menjadi pemilik warung keluar dan melihat Reina sedang dipegang oleh lelaki bertanya ada apa


"bukan apa-apa, kami hanya sedang berlibur" ucap Alex berbohong

__ADS_1


__ADS_2