
"apaaa!" Farah marah karena disudutkan oleh Reina
"kenapa? ga terima ayo sini mak lampir" ucap Reina membuat Farah semakin emosi
Farah menjambak rambut Reina " aarhhhg bangsat lu" marah Reina
Reina menginjak kaki Farah membuat Farah teriak "huhh rasain tuh!mamam tu kaki" gumam Reina
"aaaahhh kaki gue, kaki gue sakitt gila lo anj***"teriak farah
"DIAMM!!" geram alvin
"lo jangan manasin keadaan!" ucap Alvin
"hah bodo amat" santai Reina
"aduh Al,sakit banget kaki gue di injek keras banget sama Reina" manja farah
"wow tiba-tiba gue pengin mutah huekkk huekkk" sindir Reina dengan memperagakan gaya yang akan muntah
"lo-" jeda farah yang langsung dihentikan oleh alvin
"lo pergi bersihin toilet, jangan bantah gue" ucap alvin ke farah
"cepat atau gue bikin hukuman yang lebih berat" ancam Alvin saat melihat Farah masih diem dan memancarkan mata yang sinis ke arah reina
"apa?!, sana pergi udah disuruh bersihin toilet juga!!" ucap Reina
"tapi lo-"ucap farah
"cepat pergi sebelum gue pikir buat bikin hukuman lebih berat" suara alvin membuat Farah ga melanjutkan omongannya
"i-iiyaa" Farah keluar dari ruang OSIS dan pergi ke toilet,karena takut ga ngelakuin hukuman Alvin memerintah anggota OSIS lainnya untuk mengamati farah
Reina berdiri dan akan pergi ke kelasnya lagi namun baru tiga langkah langsung dihentikan Alvin
"Lo mau kemana?" tanya Alvin
"ya mau ke kelas lah ngapain disini lama-lama sama lo" jawab Reina
"gue kan ga dapet hukuman" santai Reina dan akan melanjutkan melangkah
"stop!" ucap alvin dingin
"hishh apa lagi si? udah yaa gue mau cabut bye" Reina tetap pergi meninggalkan Alvin
"****, nambah pekerjaan gue" geram alvin
Reina pergi melarikan diri karena hari ini mita ga berangkat ia males harus menjalankan hukuman sendiri namun lagi-lagi dari belakang suara alvin terdengar
"rei, gue bilang stop!" seru alvin
Reina ga menghiraukan suara alvin dan ia bahkan berlari
__ADS_1
*aahh kenapa harus dikejar sii? udah kaya buronan aja! lagian yang salah juga mak lampir tetep aja gue ikut kena hukuman, kali ini gue ga mau kena hukum pokoknya gue harus ngehindari si ketua osis sialan itu* benak Reina memaki alvin
karena sedang terpojok ia pergi ke atap sekolahan, Reina mencari tempat yang cocok untuk bersembunyi Reina melihat tong yang lumayan besar muat untuk tubuhnya
"ah bodo yang penting gue aman" gumam Reina, lalu naik dan masuk ke dalam tong tersebut
*ishhh awas aja lo alvin sialan, cuma gara-gara lo gue sampai harus masuk kedalam tong gini* teriak Reina dalam benak
sreekk srekkk terdengar suara sepatu yang berjalan Reina berfikir itu mungkin alvin, Reina menutup mulutnya rapat-rapat supaya ga ada suara yang keluar dari mulutnya, dan ia bahkan mengatur nafas supaya ga terlalu terdengar, Reina ga berani mendongak ke atas, dia hanya melihat ke bawah dan depannya
namun suara sepatu itu serasa mendekat ke arah Reina
*bangs**, jangan kesini bodoh!!*geram Reina dalam hati
"anj*** lo alvin!!" lirih Reina
"siapa yang lo omong anj***" suara dari atas Reina, ternyata Alvin sudah menemukan Reina yang ada di dalam tong
Reina melihat ke atas dan benar Alvin sudah diatasnya dengan melihat tajam dirinya
"keluar" ucap alvin
"ish kenapa bisa ketauan coba?" gumam heran reina
"karna lo ga pro dalam persembunyian" ketus alvin
"cepet turun" geram alvin
"bukannya bantuin malah ngromet doang!" sindir reina
"kalau bisa naik harusnya bisa turun" sindir alvin
"tadi kan bancikan pake ember!" geram Reina
"bantuin gue beneran ga bisa turun!!" geram Reina
Alvin tetep ga bergeming dia hanya melihat Reina yang kesulitan untuk turun
"ga guna lo minta tolong sama orang ngeselin kaya dia, lo bodoh banget emang Rei" ucap Reina ke dirinya
"bukanya bantuin malah ngiatin doang" gerutu Reina
"ga usah banyak omong" ucap alvin
"gi isih binyik iming" reina mengikuti omongan alvin
ketika sedang berusaha keluar dari tong yang Reina masuki tiba-tiba alvin menggendong reina membuatnya terkejut bukan main
"l-lo ngapain turunin guee!!!" teriak reina
"diem ntar lo jatoh!" alvin melirik wajah Reina
Reina terdiam dan hanya menatap wajah alvin
__ADS_1
"sampai kapan mau liatin muka gue?" tanya alvin
"geer banget siapa coba yang liatin muka songgong lo" Reina hanya bisa ngeles
Reina turun dan ingin pergi,namun tangan Reina dicekal alvin
"ga usah coba-coba melarikan diri" dingin alvin
"kata siapa gue bakal lari" tantang Reina
"kalo gitu bersihin kelas gue" ucap Alvin
"what!! kelas lo? tadi aja mak lampir suruh bersihin toilet kok gue beda?" tanya reina
"itu hukuman yang pas buat Lo" jawab Alvin
"t-ttapi kan masa harus kelas lo, masa harus kelas kakel sii??"geram Reina
"kan bisa kelas dikel atau kelas siapa gitu!!?'' tanya Reina
tanpa ngomong apapun Alvin langsung menggeret tangan Reina dan membawa ke kelasnya
"eehhh lepasin ga!!!" teriak reina
"woii denger ga sii?!" tanya Reina
Reina berusaha melepaskan tangannya, ketika sedang memikirkan sesuatu Reina melihat kaki Alvin dan membuat ia tahu harus gimanaa, Reina menginjak kaki Alvin namun bukannya Alvin yang kesakitan justru Reina yang kesakitan
"aarhh sakit, kenapa lo injek kaki guee!" geram Reina
"gue tau tadi lo mau ngapain" tenang alvin
"hihhss sok tau lo" ngeles Reina
Reina sudah pasrah untuk menjalani hukumannya, yang membersihkan kelas alvin bukan masalah takut dengan isi kelasnya namun ia males untuk kena hukuman, lebih baik ia bolos sekolah. suara gaduh dikelas 12 tepatnya kelasnya Alvin cewek-cewek ada yang sedang make-up seperti yang biasa dilakukan mita, ada juga yang sedang gibah orang dan ada yang sedang nonton di handphonenya. yang cowok ada yang main game ada yang pacaran ada yang nyanyi-nyanyi bahkan ada kang gendang maksudnya salah dari cowok itu ada yang mukul meja buat jadi gendang.
"ishh kelas apa pasar si? rame banget" gumam Reina
"cepet lo sapu, lap semua kaca dan hapus papan tulis dan lakukan sebelum jam pelajaran mulai" ucap alvin memberitahu Reina
"cipit li sipi,lip simia kici din hipis pipin tilis" reina menye-menye menirukan ucapan alvin
"cepet!!" geram alvin
"hm" gumam Reina yang mulai mengambil sapu dan peralatan lainnya untuk membersihkan kelas alvin ketika sedang menyapu ada anak cowok yang mendekati reina
"eh adek cantik ngapain disini?" genit cowok itu
"kalo pegang sapu berarti lagi ngapu lah" ucap reina
"oh iya mau abang bantuin ga?" tawar cowok itu
"oohhh boleh banget" reina merubah nada bicaranya menjadi lebih ramah bukan karena suka dengan genitan cowok itu, namun ia senang karena ada yang mau membantunya
__ADS_1