Love History

Love History
132


__ADS_3

Reina sedang berada di kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya, sekarang jam menunjukkan pukul 10.12 Setelah kejadian tadi pagi, Reina tidak bisa tidur jadi dia hanya menatap diam-diam Alex memang dia juga tampan dengan wajah tegasnya yang membuat siapapun takut.


Reina melepaskan sehelai demi sehelai baju yang dia kenakan lalu Reina memasukan kaki mulusnya kedalam bak mandi, Reina memasukan seluruh tubuhnya hingga hanya kepala saja yang terlihat, Reina mengambil handphone yang sengaja dia bawa untuk menonton film yang sedang ramai dibicarakan tentu saja Reina penasaran, bisa dibilang hampir semua film negara sebelah selalu ramai


Reina mulai menyetel Drakor yang sedang ramai itu, dia menonton dengan santai karena memang sebelum itu Alex sudah pergi jadi hanya dia yang berada di mansion ini.


Saat menonton banyak sekali ekspresi yang keluar, sama seperti sekarang setelah dia senyum dan tertawa sendiri tiba-tiba berganti menjadi marah.


Alex saat ini baru sampai di depan gerbang mansion, dia membuka gerbang dan menutupnya setelah berada didalam, Alex turun dengan membawa kedua orang tua Reina karena memang mungkin saja Reina ingin berbicara banyak dengan orang tuanya jadi dia memboyong ayah dan bunda, tapi saat masuk dia tidak melihat adanya Reina jadi dia memutuskan untuk mencari di kamar, sedangkan ayah dan bunda duduk santai di ruang tamu


Ceklek pintu kamar terbuka tapi tidak terlihat Reina justru suara tangisan dari dalam kamar mandi membuat Alex langsung panik dan membuka pintu kamar mandi, dia langsung menarik Reina yang saat itu masih terkejut dengan kedatangan Alex


"kyyakkkkkk" teriak Reina saat melihat dirinya yang tanpa sehelai apapun di gendong oleh Alex dengan Alex yang menatap dirinya intens


Buuukkk

__ADS_1


Reina memukul junior, membuat Alex meringis. Dengan segera Reina mengambil handuk dan menutupi tubuh yang bisa dijangkau oleh handuknya itu


"Bre**sek... ngapain lo di sini?!" Tanya Reina menggebu-gebu


"Saya denger suara nangis makanya saya langsung ke sini? kamu tidak terluka 'kan?!" ucap Alex bertanya dan akan mendekat namun segera Reina menghentikannya


"Nggak liat gue lagi mandi?! keluar!" Marah Reina teriak dia juga mendorong Alex untuk keluar dari kamar mandi, tetapi karena cipratan air yang tadi untuk Reina berendam berceceran di lantai membuat reina dan Alex terjun kedalam bak mandi dengan posisi Alex diatas Reina


Byuuurr


"KYAAAKKKK" Teriak Reina sadar saat dirinya berada dibawah Alex


"Bangun lo!" ucap Reina dengan wajah sangat merah, bagaimana tidak dia sekarang hanya menggunakan handuk dan itupun sudah mulai terlepas dan apalagi kedua tangan Alex berada di kedua miliknya


"Lex" panggil Reina tertahan

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Alex


"Lepasin tangan lo!!" ucap Reina dengan menahan suaranya


Alex menatap tangannya yang berada di dada Reina, dengan usil dia meremas kedua gundukan itu membuat Reina merinding dan menutup mulut


Dengan segera Reina mendorong Alex tanpa memerhatikan tubuhnya, tetapi setelah Alex berdiri dan tidak berada didalam bak, Reina semakin menenggelamkan tubuhnya hingga hanya kepalanya yang muncul


"Pria mesum!!" teriak Reina dengan kencang


Alex mendekatkan wajahnya didepan Reina membuat Reina semakin mundur tapi dia sudah tidak bisa kemana-mana selain di situ.


"Saya tidak mesum, saya ini suami kamu bahkan saya bisa melakukan lebih dari tadi" ucap Alex membuat wajah Reina merah


"Gue nggak bakal biarin itu" jawab Reina, Alex tersenyum menatap Reina "Apa kamu yakin? bukankah tadi kamu ikut menikmatinya?" ucap Alex dengan membelai pipi Reina

__ADS_1


"Cepatlah, orang tuamu berada di bawah" ucap Alex lalu mencium sekilas bibir Reina, lagi-lagi Reina hanya bisa diam mematung


__ADS_2