
Reina mencari dokter yang tadi bicara dengan om denis "tunggu dok!" Reina berlari mendekati pak dokter
"apa bener tadi yang bapak ngomong kalo temen saya hanya 2% kemungkinan sembuh?" Reina menahan tangis supaya ga menangis depan dokter namun air mata ga bisa bohong terus saja keluar dengan sendiri
"kamu denger? iya memang kemungkinan sangat kecil untuk sembuh saya turut prihatin" ucap dokter
"t-tapi dok memang ga ada cara lain?!" Reina tetap memaksa
"tidak ada, kalau pun ada pasti sudah saya lakukan" jawab dokter
"kalau gitu saya permisi" dokter meninggalkan Reina yang berdiri sendiri
"huhuhu m-mita hiks k-kenapa bisa kayak gini!" Reina terus berjalan ke ruangan ICU ketika didepan pintu Reina mengelap air matanya
ceklek.. Reina membuka pintu ICU dan terlihat Tante Sera menangis dihadapan Mita, ditubuh Mita terdapat banyak sekali alat-alat di hidungnya juga terdapat alat bantu pernapasan, Reina semakin ga tega melihat sahabatnya dengan keadaan seperti itu
"m-mita" gumam Reina
"gimana bisa kayak gini" Isak tangis Reina kembali tak kuat menahan air matanya
"tenang ser" bunda menenangkan tante Sera
"tapi yan,kenapa ini bisa terjadi" tangis Tante Sera
Tante Sera menangis histeris sampai ia pingsan
"ser, seraa!! Denis Sera pingsan" teriak bunda ke om Denis
"Sera?! bangun" om Denis langsung menggendong dan ditidurkan di sofa yang ada di dalam ICU
"sayang bangun!" ucap om Denis dengan menggoncangkan pundak Tante Sera
bunda membuka tas dan memberikan satu minyak kayu putih, om Denis menaruh kayu putih itu dibawah hidung Tante Sera setelah beberapa menit Tante Sera bangun
"Mita, dimana anakku" tanya Tante Sera
__ADS_1
mungkin sudah sadar bahwa anaknya sedang kritis ia langsung menangis histeris lagi
om Denis kembali menenangkan istrinya, Reina memeluk bunda " bun kenapa Mita bisa kecelakaan hiks" tanya Reina dengan sesegukan
"bunda juga ga tau sayang, kata warga sekitar ini kecelakaan tunggal" jawab bunda
"hiks bun, Mita pasti bakal bareng kita lagi kan" tanya Reina
"tentu sayang pasti Mita bakal bareng kita semua" jawab bunda dengan suara bergetar,
setelah berjam-jam diruang ICU dan sekarang sudah larut malam, om Denis meminta keluarga reina untuk pulang dulu, sebenarnya ia ingin tetap disini namun bunda membisikan ia akan tidur dimana nanti reina justru akan mengusahakan om dan Tante karena mereka juga butuh ketenangan, akhirnya Reina pulany bersama ayah bundanya namun ia mengendarai mobilnya sendiri
pagi hari kemudian, Reina dan keluarga akan pergi menjenguk mita dirumah sakit ketika sampai disana ternyata mita juga belum siuman, reina memberi makanan untuk tante dan om yang dimasakan oleh bunda
"om tante ini ada makanan kalian pasti belum makan, nanti kalo ga makan malah sakit" ucap reina perhatian
"iya den lo harus makan kalo lo sakit siapa yang jaga anak Lo" ucap ayah
"ayo ser,dimakan jangan buat Mita sedih gara-gara lo ga makan" ucap bunda dengan tenang
"tapi gue ga nafsu makan yan!" tolak Tante Sera
beberapa kali Tante Sera menolak akhirnya ia mau makan walau hanya dua suapan tapi yang penting perut Tante Sera ada nasi
"kamu ga main sama temenmu?" tanya om denis
"oh ga om, hari ini free ga main dulu hehe" ucap Reina
"kalo kamu mau main gapapa kok jangan merasa terbebani karena mita sakit jadi kamu ga mau main" ucap tante Sera
"enggak tante, paling nanti beli jajan kalo pengin" ucap Reina
"kalian pulang aja dulu, biar mita kami yang jaga kalian belum mandi dan belum istirahat" saran bunda
"ya sudah makasih ya yan" Tante Sera dan om Denis pergi pulang dan kami yang bergantian menjaga Mita, setelah mereka pergi ayah dan bunda pergi sebentar untuk membeli minuman, Reina berjalan mendekati mita dan duduk dikursi samping keranjang mita
__ADS_1
"mit,lo harus bangun lo tau ga cowok ngeselin itu udah bisa ngehukum gue, untung waktu itu ada kakel yang sebenarnya sama-sama nyebelin si soalnya suka genit gitu bantu gue beres-beres, lo bikin gue khawatir aja pas denger lo kecelakaan, gimana sih ceritanya sampe lo bisa kecelakaan tunggal gitu? kalo lo kecelakaan tambrak antar mobil gue salahin tu mobil yang udah nabrak lo,tapi masalahnya lo kecelakaan tunggal bisa dibilang nambrak diri sendiri, Lo tau ga semua orang, keluarga lo keluarga gue termasuk gue khawatir banget sama lo gue minta sekarang lo bangun hiks" tangis Reina tak kuat menahan tangis
"huaaa Mita lo jahat banget hiks hiks" tangis Reina
ketika sedang menangis tiba-tiba pintu dibuka Reina segera menghapus jejak air matanya namun bunda tau kalo anaknya pasti habis nangis, ya yang datang adalah bunda dan ayah
"tenang sayang" bunda memeluk reina berusaha menenangkan reina
"hiks i-iya bun, Reina udah berusaha tapi sulit nahan nangisnya" ucap reina
"ssuttttt tenang-tenang kamu doa aja semoga Mita bakal sembuh dan bisa main sama kita lagi" ucap bunda sekaligus berdoa semoga ucapannya terkabul
setelah itu Reina membuka hp untuk melihat sosmed dan banyak sekali chat dari grup kelas yang bertanya berita tentang Mita apa benar, Reina hanya melihat tanpa komentar walau banyak yang chat reina namun ga dihiraukan oleh Reina karena ia masih shock dengan keadaan Reina hanya memberitahu digrup kelas bahwa Mita benar bahwa kecelakaan dan sekarang dia lagi dirumah sakit f masih keadaan kritis setelah itu ia langsung menutup handphonenya, Reina meminum yang tadi dibeli oleh bunda Reina sadar jika ga ada ayah
"loh bunda kemana ayah kok ga balik bareng bunda?" tanya Reina,bunda yang sedang membereskan bekas makanan yang masih terbuka dimeja
"oh ayah tadi harus ke kantor ga mungkin ayah ga masuk kan?!" jawab bunda
"oh" jawab Reina sambil mengangguk-angguk kepala
"bun aku mau ke keluar bentar" pamit Reina
"ya sudah jangan jauh-jauh, ati-ati" ucap bunda
setelah pamitan dengan bunda Reina jalan-jalan ke taman rumah sakit ada beberapa pasien yang sedang disana juga ada yang masih anak-anak kakek nenek dan ada juga yang masih balita, Reina duduk dikursi dan mengembuskan napas panjang, ketika sedang melihat sekitar Reina dipanggil dari kejauhan, Reina melihat dan ternyata beberapa teman kelasnya datang untuk menjenguk mita
"reinaa!!!" panggil ketua kelas bernama edo
Reina melambaikan tangan menyuruh mereka mendekat
"dimana ruangan mita kita mau njenguk?"tanya Edo
"oh Mita ada di ruangan melati dari sini jalan lurus aja terus belok kanan nanti dari situ lurus aja sampe ketemu ruangan namanya melati itu ruangan mita" jelas reina
"lo ga ikut?" tanya sinta teman kelasnya juga
__ADS_1
"gue baru aja duduk, yang penting kalian tau ruangannya kalo bingung tanya suster apa siapa, btw jangan brisik kalo disana soalnya mita masih belum siuman" Reina memberitahu
"oh oke bye" ucap sinta