
"mau ngapain kali kamu kesini? mau bikin bunda tambah sakit? lebih baik kamu pergi dari sini, kehadiran kamu membuat bunda lebih sakit!" ucap ayah dengan meletakan buah-buahan dimeja samping ranjang bunda
"nggak, kali ini aku nggak akan pergi! aku akan tetep disini sama bunda walaupun ayah larang, bunda juga seneng kalo aku disini!" ucap Reina, ayah menatap Reina lalu berpindah menatap bunda
"ayah akan tetap melarang kamu! lebih baik kamu keluar dari sini! cepat!" ucap ayah membentak Reina
"ayah!" marah bunda, bunda sakit hati melihat anaknya dibentak oleh ayah
"diam bun! kali ini jangan membantah ayah! dan kamu cepat keluar dari sini! kamu datang kesini justru membawa sial!" ucap ayah tanpa sadar setelah ayah sadar dia langsung terdiam
"ayahh!" teriak bunda dengan memegangi dadanya
"tarik kembali ucap mu!" ucap bunda dengan terengah-engah
"Bun, bunda! are you oke?" ucap ayah dengan khawatir, ayah memencet bel untuk memanggil dokter
__ADS_1
"dokter!" teriak Reina memanggil-manggil dokter, tak lama kemudian dokter datang beserta suster
"a-ayah ta-tarik ucap-pan a-yahhh" ucap bunda sebelum akhirnya tidak sadarkan diri
"bunda! bangun! Reina nggak mau bunda kenapa-kenapa" tangis Reina, Reina menangis histeris, Alex menenangkan Reina dan membawa Reina keluar biarkan dokter yang menangani sama halnya dengan ayah yang ikut keluar walaupun awalnya dia tidak ingin meninggalkan istrinya
"kamu lihat! kamu membuat keadaan menjadi kacau!" ucap ayah dengan menunjuk Reina yang sedang menangis didepan pintu ruangan bunda
"ayah juga salah! harusnya ayah nggak ngomong sesuatu yang bikin bunda jantungan! sebelum ayah datang bunda masih ketawa bareng Reina! tapi setelah ayah dateng dan ngomong kasar itu membuat jantung bunda kambuh!" ucap Reina dengan lantang, sampai membuat ayah terdiam seribu bahasa
*tuhan, aku mohon jangan ambil bunda dulu, cukup Mita dan Alvin yang kau panggil, kali ini jangan tuhan* benak Reina
"kalian tidur saja, biar saya bangunkan kalau dokter sudah keluar" ucap Alex yang melihat Reina dan ayah kelelahan
"nggak" ucap Reina, walau sebenarnya Reina juga sudah lelah karena Reina kurang tidur akhir-akhir ini, begitu pula dengan ayah
__ADS_1
"om tidur saja biar nanti saya yang berjaga" ucap Alex, ayah mengangguk karena badannya sudah sangat cape
"kamu juga" ucap Alex menatap Reina yang sedang menyenderkan kepalanya ditembok
"gue belum ngantuk" ucap Reina yang tetap memandang kosong depan, Alex membiarkan terlebih dulu Reina, karena pasti nantinya juga akan tidur sendiri jika dibiarkan.
Dan benar saja beberapa saat kemudian Reina tertidur dengan kepala yang mengangguk-angguk dan hampir jatuh kalau Alex tidak sigap menahan kepalanya dan menaruh dipundaknya
*kamu memang bisa diandalkan, Alex*
Sekitar 40 menit kemudian dokter keluar dari ruangan bunda, ayah langsung menghampiri dokter tersebut dan bertanya
"gimana istri saya dok? semua baik?" tanya ayah
"sekarang istri bapak sudah membaik tetapi tadi hampir saja tidak tertolong, sepertinya tuhan masih menyayangi kalian dan tidak menginginkan kalian bersedih" ucap dokter tersebut dengan ramah
__ADS_1
"te-terimakasih dokter, saya bisa melihat istri saya bukan?" ucap ayah
"tentu, tapi jangan membuat pasien khawatir" ucap dokter yang setelah itu pergi