
Waktu sudah berganti menjadi sore dan kini waktunya berpesta hingga nanti malam yang akan berdansa, Reina juga tidak mengetahui hal itu karena itu usulan bunda, Alex hanya menurut apa ucap mertuanya
Kini Reina juga berganti baju dengan baju yang masih mewah elegan berwarna biru laut begitu juga dengan Alex yang menggunakan jas putih dan dasi putih, yang merancang baju mereka lagi-lagi bunda, bunda mengetahui Reina sangat menyukai warna selain gold yaitu biru, entah apapun itu. Jadi dia membuat konsep biru laut dan putih awan yang kalau dilihat sangat indah
Bunda tahu kalau dia bilang acaranya ada room dansa pasti Reina menolak jadi dia hanya memberitahu Alex dan mendapat persetujuan
Reina mengenakan gaun berwarna biru dengan riasan di rambut membuatnya terlihat seperti putri penguasa laut, dengan parasnya yang cantik, kulit seputih salju bibir semerah ceri, tubuh tinggi ramping. Jika dibandingkan dengan anak SMA lain tentu menjadi nilai plus tersendiri. Bunda membuat gaun dengan panjang sampai menyentuh lantai dan untuk area dada untunglah bunda memilih yang tidak terlalu terbuka, jadi bagian sensitifnya masih tertutup hanya memperlihatkan leher jenjangnya dengan kalung liontin yang selaras dengan baju
Saat ini tamu masih mengobrol, tertawa, makan dan ada juga yang joget karena musik selalu berbunyi. Sedangkan Reina sedang asik makan karena dia sangat lapar saat jam makan siang dia tidak makan. Reina makan dengan tenang walau kadang tertawa karena melihat lucu di handphonenya, untung saja Reina makan di kamar khusus pengantin jadi tidak ada yang tahu
Reina mengunyah makan dan melihat hal lucu membuatnya kembali tertawa tapi sesaat kemudian
Uhukk uhukk...
Reina gelagapan mencari minum tapi dia lupa belum mengambilnya, tiba-tiba ada yang memberinya minum tanpa melihat orangnya dia langsung meminumnya karena benar-benar menyakitkan
__ADS_1
"Hahh makasih" ujar Reina tulus
"Hm"
"Makan jangan sambil ketawa" ucap Alex
Reina menatap orang yang memberinya minum ternyata Alex. "Namanya juga reflek, mana tau" jawab Reina dengan ketus
"Eh eh mau ngapain lo?!" tanya Reina dengan berjaga-jaga takut Alex akan melakukan hal senonoh
Reina menegang mendengar kata istri, berarti dia sudah bukan jomblo
Tanpa Reina sadari kini sudah berada di gendongan Alex. Dengan perlahan Reina diturunkan duduk di kasur, Reina tersadar dan langsung bingung kenapa dirinya bisa disini bukankah tadi di sofa? Saat akan kembali menatap Alex tiba-tiba bibirnya bersentuhan dengan bibir Alex. Ternyata itu sengaja dilakukan oleh Alex saat melihat Reina menatap yang lain dia segera mendekatkan wajahnya didepan wajah Reina sampai Reina membalikkan wajahnya dan
Cup
__ADS_1
Alex segera melu*at bibir Reina tanpa memberikan peluang bagi Reina untuk menolak karena Alex menahan tengkuk leher Reina
"Eeempph" Reina terus berontak memukul dada bidang Alex tetapi dengan mudah Alex menangkapnya
Melihat Reina mulai susah bernafas akhirnya dia melepaskan tautan bibir mereka, dia tersenyum melihat Reina memerah antara marah dan malu
"Br*ngsek beraninya cium gue" ujar Reina mengelap sisa air liur di bibirnya
"Jaga ucapanmu atau aku akan kembali menghukum mu" ucap Alex menatap mata Reina dan berjalan mendekat membuat Reina mundur perlahan tapi naas dia sudah mentok di dinding kasur
"J-jangan deket-deket, gaun gue ntar rusak" ujar Reina, padahal dia tidak mempermasalahkan baju tapi dirinya dia takut dia akan diapa apain oleh Alex walaupun tidak mungkin dia disakiti
"Cepat makan kita akan kembali ke sana dan dansa" ucap Alex tersenyum
*Sialan lo mainin gue, bikin jantung mau copot* benak Reina
__ADS_1