
"gawat Rei sekarang udah jam 12 pas, duh pasti sekarang udah dikunci" rengek mita
"what cepet banget jam nyaa" geram Reina
"ya ga kan emang kita yang pergi lumayan jauh" ucap mita
"dah lah gue pasrah aja" Reina hanya bisa pasrah jika ia akan dimarahi nyokap bokapnya
"sama gue juga" pasrah mita
setelah beberapa saat mereka sampai dirumah mita
"duh gimana yaa gue takut dimarahin bokap" takut Mita
"ga cuma Lo doang gue juga takut tapi kita ntar kabarin yaa kalo lo dimarahin hahaha" ejek Reina
"Lo juga, kabarin kalo dah dimarahin bokap Lo" balas ejek mita
"dah lah jalanin aja, tapi semoga ga disita lagi nih mobil eh gue balik dulu bye" Reina menyalakan gas dan menyebut supaya lebih cepat sampai
ketika sampai dirumah Reina membuka pintu namun pintu sudah ditutup karena sekarang sudah jam 00.11
"ya ampun cuma telat 11 menit doang" gumam Reina
"pak punya kunci pintu ga" tanya Reina ke pak satpam dirumahnya
"ga dong neng, oh iya tadi kata tuan kalau neng pulang terus rumah dikunci berarti neng harus tidur di kos-kosan" ucap pak satpam
"apah di kos-kosan ya ga bisa dong kan cuma beda 11 menit" tolak Reina
"ya sudah neng terserah neng aja yang penting saya sudah ngasih tau neng" pak satpam pengin ke posnya
Reina bingung namun ia Ingat kalau dibawah jendela kamarnya ia menaruh tali yang diikatkan supaya kalau ia telat bisa masuk kamar tanpa ketahuan
"hehehe otak gue emang brilian" ucap Reina
__ADS_1
"ga papa deh yang penting bisa masuk" gumam Reina
Reina mencoba untuk menaiki tali yang ada didepannya, karena sudah lumayan sering menaiki kain yang diikat dari satu kain ke kain lainnya dari ada sedikit buletan yang bisa menjadi pinjakan untuk naik
"hahh akhirnya bisa masuk" lega Reina
"ayah kurang pinter nih, udah tau anaknya cerdik hahah" tawa Reina
namun ketika sedang tertawa ia dikejutkan dengan ayahnya yang ada didepannya ketika ia berbalik untuk menaruh tas
"dari mana ajah hm" tanya ayah
"eh ayah hehe, dari mana? ya dari beli buku lah" ucap Reina
"beli buku? mana bukunya?" tanya ayah
"tadi tutup yah" ngeles Reina
ayah hanya menatap putrinya dengan tajam karena ia tau Reina sedang berbohong karena setiap Reina berbohong pasti tangannya ga bisa diem selalu memainkan jari telunjuknya
"iya yah maaf" ujar Reina
"jujur sebenarnya kamu habis dari mana sampai pulang larut gini hm? pengin ayah hukum?" ancam ayah
"j-jangan dong yah" ucap Reina
"tadi aku pergi ke mall" gumam Reina
"mall? tapi tadi penjaga ayah melihat katanya kamu pergi ke pasar malam" tanya ayah dengan tajam
"hah ayah bawa penjaga ayah buat ngikutin aku?" kesal Reina
"iya karena kamu selalu pergi jauh, kalau ayah kasih penjaga kan jadinya kamu selalu di jangkauan ayah" ucap ayah
"iya aku emang dari pasar malam sama Mita tapi ayah ga juga harus bawa penjaga buat ngikutin aku" marah Reina
__ADS_1
"sekarang ayah keluar dari kamar Reina" ucap Reina
"karena ayah ga mau kamu kenapa-kenapa, ayah itu khawatir sama kamu" tegas ayah
"ga usah pake penjaga juga aku bisa jaga diri sendiri yah" Reina masih marah dengan ayahnya yang terlalu protektif dengan dirinya
Reina menarik ayahnya supaya keluar dari kamarnya setelah ayahnya keluar Reina mengunci pintu
"Rei buka pintunya!" suara ayah terdengar dibalik pintu dengan marah
"cepat buka, kamu bukanya makasih sudah ayah kasih penjaga malah gini kamu ke ayah" Marah ayah
karena suara gaduh, bunda dateng ke atas
"ayah,ada apa ini kenapa berisik?" tanya bunda
"liat Reina dia baru pulang jam segini dan berani bohong lagi sama ayah" geram ayah
"sudah lah yah, sekarang pergi ke kamar biar bunda yang ngomong sama Reina" ucap bunda
"ya udah" ayah pergi ke kamarnya
"Reina, buka sayang" ujar bunda
"udah bun aku mau tidur" suara Reina yang terdengar serak seperti sedang menangis
"ayah kamu kaya gitu itu tandanya dia sayang sama kamu, kamu tau ga diluar sana banyak yang disayang sama ayahnya kalau ayah memberi penjaga buat kamu itu berarti dia khawatir kamu kenapa-kenapa paham sayang" panjang lebar bunda
tidak ada suara lagi, bunda mengira bahwa Reina telah tidur
"ya sudah selamat malam sayang" setelah itu terdengar suara menjauh dari luar kamar
"gue ga marah kalo ayah marah-marah sama gue tapi kesel aja kenapa harus pake pengawalan segala" ucap Reina
"bodo amat deh capek gue" Reina tidur karena capek telah menghabiskan waktu untuk bermain
__ADS_1