
Reina menatap Caca dan melihat raut wajah malu. Reina menghentikan kakinya menatap ke belakang, menatap semua murid yang telah membicarakan mereka
"Lo semua nggak ada kerjaan selain ngomongin hidup orang?" tanya Reina menatap nyalang semua
Murid yang tadi membicarakan Caca merasa meriding, hingga salah satu murid yang berbicara
"Lo kenapa mau berteman sama orang kaya dia, lo tau sendiri kalo dia udah mempermalukan Lo dan dia juga sering bikin ulah sama lo" ucap murid tersebut
"Terserah gue mau berteman sama siapa, dan lo" ucap Reina menunjuk murid tersebut
"Sekali lagi lo dan temen-temen lo ngomongin Caca atau gue, lo berurusan sama gue" ucap Reina lalu pergi meninggalkan semuanya
Caca menatap orang yang telah mengejeknya
"Masih untung lo, kalo nggak udah abis lo sama gue" ucap murid tadi yang masih tidak suka dengan Caca
__ADS_1
Caca pergi tanpa menjawab dia berlari menyusul Reina yang sudah berada didepan
"Harusnya lo jangan kaya tadi rei" ucap Caca setelah berhasil menyusul Reina dan duduk didepannya
"Seharusnya gue yang ngomong gitu ke elo, kenapa tadi lo diem aja pas di ejek sama orang tadi?" tanya Reina dengan menatap Caca yang duduk di depannya
"Gue diem karena yang mereka bilang itu kenyataan rei, gue emang salah gue minta maaf sama lo sekarang yang mau berteman sama gue cuma lo doang gue dulu salah banget, gue minta maaf" ucap Caca menundukkan kepalanya
"Udahlah itu udah lewat sekarang katanya laper sana pesen" ucap Reina
Caca mengangkat kepala menatap Reina "Emang lo nggak marah sama gue? padahal gue dulu jahat banget sama lo" ucap Caca. "Gue nggak munafik, gue dulu emang nggak suka sama lo tapi dengan lo yang berubah dan nggak ngulang, ya gue mau berteman" ucap Reina
"Lo mau bunuh gue hah? sesek bege" ucap Reina, Caca melepas pelukannya dan tertawa melihat Reina
Caca memesan dua mangkok bakso, setelah makanan mereka tiba, Reina dan Caca langsung memakan baksonya
__ADS_1
Caca dan Reina sudah kembali ke kelas masing-masing karena jam pelajaran pertama sudah akan dimulai, di kelas Reina hanya terdiam dan menundukkan kepalanya dengan kedua tangan sebagai tumpuan
Guru datang dan semua murid sudah di kelas, Reina mengangkat kepala sebelum akhirnya kembali menunduk karena Reina duduk dibelakang jadi tidak terlihat.
Pelajaran pertama di mulai sedangkan Reina malah tertidur di kelasnya
"Heh siapa yang tertidur itu?" tanya guru tersebut
"Dia Reina pak" jawab salah satu teman yang bernama Novi
Guru tersebut berjalan mendekat dan membangunkan reina tetapi Reina justru memberikan satu jari untuk mengisyaratkan agar tidak berisik. Guru tersebut semakin marah karena Reina tidak menatapnya tetapi berani mengacungkan jari telunjuknya didepan wajahnya
"BANGUN!!!" teriak guru tersebut, Reina yang terkejut langsung bangun dengan setengah sadar dia mencoba menatap siapa yang telah menganggu dirinya tidur
Ketika Reina akan mengomeli orang yang telah mengganggunya tapi tidak jadi ketika menatap guru didepannya
__ADS_1
"Kenapa? mau marah sama saya?" tanya guru tersebut, Reina menatap tajam guru tersebut dan tangan yang dikepal
"Loh? kok lo disini?" tanya Reina dengan wajah yang sangat ingin mencabik-cabik orang didepannya, bagaimana tidak didepannya yang mengaku guru adalah Alex calon suaminya