
Alex dan Reina sudah sampai disekolah bersamaan juga dengan Alvin yang baru saja sampai disana, Alvin menghampiri Reina dan menarik tangan Reina namun dicegah oleh Alex
"tidak usah sentuh Reina!" ucap Alex dengan dingin, Reina bahkan heran kenapa Alex sampai begitunya dengan alvin
"maksud lo apaan?! dia cewe gue terserah gue" ucap alvin yang sama sama dingin
"hah? g-gue cewe nya?" gumam Reina, Reina yang bingung bertanya kepada alvin
"gue cewe lo? sejak kapan? kok gue nggak tau ya?" ucap Reina dengan polos
Alex yang melihat itu tersenyum sinis kepada alvin, sedangkan Alvin hanya melirik Alex dan kembali menarik tangan Reina
"bren**e*!! beraninya lo pegang tangan dia!" gumam Alex, Alex akan menghajar Alvin namun tangannya ditahan oleh seseorang
"tenang lah! jangan membuat keributan disini, atau semua akan ke bongkar!"
"hm, saya pergi dulu" ucap Alex kemudian menjalankan motor besarnya
Reina yang sudah ada didepan kelas, masih bingung kenapa tiba-tiba Alex sangat marah kepada Alvin, apa yang disembunyikan Alvin dan Alex
"Reina, lo ada hubungan apa sama orang itu, terus tadi itu siapa?" tanya alvin, Reina yang tadinya akan bertanya sedemikian rupa tidak jadi, Reina berfikir kalau Alvin tidak mengenal siapa alex
__ADS_1
"Reina!" ucap Alvin sekali lagi karena Reina melamun
"eh i-iya k-kenapa?" tanya Reina
"o-oh itu anak buah ayah, bisa dibilang sekarang bodyguard gue" ucap Reina setelah sadar
"bodyguard? kenapa harus pake kaya gitu?" tanya alvin
"mana gue tau" jawab Reina dengan ketus
Reina masuk kedalam kelasnya dan duduk di kursi kebanggaannya yaitu di barisan akhir, Reina yang sedikit laper berniat akan ke kantin karena masih ada waktu 6 menit sebelum bel berbunyi, Reina hanya membeli minuman dingin dan beberapa cemilan gurih. Reina membawa jajananya kedalam kelas, itu adalah kebiasaan Reina ketika hanya membeli cemilan
"wah ternyata lo udah ada yang baru, bagus sih jadi lo nggak usah sama alvin" sinis Farah
"tapi lo orangnya menjijikkan ya, satu cowo nggak cukup, dua cowo sekaligus" ucap Reina mengompori Reina
"aduh iya nih gue nggak cukup satu, kenapa?" tanya Reina dengan sombong
"jadi lo ngaku kalo lo itu *e*cur upss" ucap Farah
"loh gue lebih suci ya! kayaknya lo pantesnya cuma jadi pe**c**!" ucap Reina membalikkan ucapan Farah
__ADS_1
"maksud lo apa!" ucap Farah dengan marah
"lo kira gue nggak tau? gue tau semuanya" bisik Reina tepat ditelinga farah
"l-lo, tau apa lo?!" marah Farah, namun Reina tidak menjawab
setelah mengatakan itu Reina pergi ke kelasnya, Reina meminum minuman dingin dikelas dan menaruh disamping tas, sedangkan jajanan yang dia beli ia taruh di laci meja karena bel sudah berbunyi dan guru pun sudah datang
Reina mengikuti pembelajaran dengan tenang walupun kadang dia mengantuk namun masih bisa dia tahan karena baru pelajaran pertama entah kalau pelajaran yang terakhir
pelajaran pertama sudah selesai setelah itu Reina memakan cemilannya yang dia taruh di laci meja, Reina memakan dengan bermain handphone
bel berbunyi lagi Reina keluar untuk membuang sampah, ketika akan masuk dia dihampiri oleh guru
"kamu kalo mau makan itu di kantin jangan dikelas!" ucap guru yang melewati reina
"iya Bu" ucap Reina
"lain kali jangan kaya gitu" ucap guru tersebut, Reina mengangguk kepala lalu kembali ke kelas
Reina yang mengikuti pelajaran seperti biasa namun ke lama-kelamaan Reina merasa ngantuk dia tertidur dikala guru menjelaskan materi, dan terbangun ketika dia dipanggil oleh temannya karena guru memanggil dirinya.
__ADS_1