Love History

Love History
96


__ADS_3

Reina berjalan hingga sampai di depan kelasnya dia terhenti karena dipanggil oleh temannya. "Reina, lo masih sakit?" tanya Risma sebagai ketua kelasnya sifatnya friendly membuat teman yang lain senang berteman dengannya


"Siapa? gue?" balik tanya Reina. *Siapa yang sakit? apa kemaren Alex yang bikin alesan gue sakit? ah mendingan gue iyain aja kali ya daripada dia tau kalo gue mau nikah kan nggak banget* benak Reina


"Iya elo! jangan-jangan lo masih sakit ya?" tanya Risma, Reina tersadar dan menggelengkan kepalanya. "Enggak, gue udah sembuh" ucap Reina. "Oh ya udah gue mau ke perpustakaan lo ikut nggak?" tanya Risma yang akan mengembalikan buku yang sempat dia pinjam untuk belajar dan juga akan meminjam buku lagi di perpustakaan

__ADS_1


"Emm, gue ikut nggak ya? rada males sih tapi bingung juga di kelas mau ngapain, ya udah gue ikut tapi tunggu buat taruh tas dulu" ucap Reina yang kemudian masuk ke dalam kelas untuk menaruh tas


Setelah itu Reina dan Risma pergi ke perpustakaan, mereka sampai di perpustakaan Reina pergi melihat-lihat buku, Reina mencari letak buku-buku novel dia membuka dan memilih-milih buku yang menurutnya bagus, Reina memilih buku yang ada di bagian atas dengan memanjat kursi yang ada di sana


"Gue cuma buka-buka buku doang sambil nunggu lo, dan gue cuma baca sebentar doang tadi, lo udah pinjamnya?" tanya Reina, Risma mengangguk. "ya udah yuk cabut ke kelas" ucap Reina. Reina dan Risma kembali ke kelas karena bel juga akan berbunyi sebentar lagi

__ADS_1


Diperjalanan menuju kelas Reina melihat Farah dan Caca yang sedang terlihat bertengkar dan banyak yang menonton pertengkaran mereka, ada beberapa murid yang mencoba menghentikan perdebatan tersebut namun mereka tetap tidak berhenti apalagi Farah yang terus marah-marah. "Kira-kira itu ada apa ya? kok kayaknya nggak selesai-selesai berantemnya? liat yuk" ucap Risma yang sama penasarannya dengan Reina, akhirnya mereka berdua mendekat ke kerumunan tersebut dan menyaksikan


"Rasain lo! gue udah baik sama lo eh lo malah nusuk gue dari belakang" ucap Farah dengan marah dia menyiram baju Caca menggunakan jus yang dia pesan di kantin. Caca yang tidak terima dengan perlakuan Farah menjambak rambut Farah dengan kuat sampai Farah kesakitan dan terasa berdenyut di kepalanya. "Baik kata lo? sejak kapan lo baik sama gue? sejak kapan?!! haha pantes aja banyak orang nggak mau temenan sama lo, gimana mau berteman sama lo yang orangnya cuma mikirin diri sendiri, nggak liat orang disekitarnya yang nahan malu dengan perbuatan lo! gue dulu masih bisa biarin lo berbuat sesuka lo, tapi sekarang gue nggak sudi temenan sama orang yang suka ngerebut kebahagiaan orang lain!" ucap Caca menggebu-gebu. Farah mencoba menahan malu tapi dia sudah tidak bisa menahannya dan memukul wajah Caca sebelum akhirnya pergi meninggalkan Caca yang tersungkur dan lebam di samping matanya


Siswa lain mencoba membantu Caca dan ada beberapa yang sudah melaporkan kepada guru. "Lo nggak kenapa-kenapa ca?" tanya Risma, Caca berdiri dan menepuk baju yang telah disiram oleh Farah

__ADS_1


__ADS_2