
"maafin bapak ya reina, sekarang kalian pura-pura nggak tau aja bapak bakal cari Farah dan temannya untuk dihukum. Oh iya siapa nama teman Farah yang ikut berbohong?" tanya pak guru olahraga, Yeni menjawab karena reina tidak menjawab pertanyaan guru, sedangkan reina memilih pergi karena dirasa sudah tidak dibutuhkan dirinya disana begitu pula bel berbunyi ketika reina sedang berjalan menuju kantin
reina membeli minuman untuk mendinginkan tubuhnya dan otak. reina duduk santai di tempat duduk pojok sendirian, sampai akhirnya ada David yang menawarkan diri untuk duduk bersamanya, reina memperbolehkan David duduk.
"lo abis olahraga?" ucap David sedikit berbasa-basi
"menurut lo? udah jelas-jelas gue pake kaos ya pastinya abis olahraga lah" ucap reina dengan ketus
"lo kenapa tumben banget lo jutek sama gue?" tanya David dengan mengambil minuman yang telah dia pesan
"biasa tuh Mak Lampir bikin ulah sama gue, nggak bosen apa bikin rusuh sama gue, gue aja udah enek sama dia" ucap reina dengan memainkan sedotan
"emang dia ngapain lo lagi?" tanya David yang mulai tertarik dengan pembicaraan
"dia mau bikin kepala gue benjol untung nggak kena, tapi malah kena temen gue dan tadi hampir aja gue difitnah" ucap reina dengan geram
__ADS_1
"tapi sekarang dia yang kena hukum bwhahah" tawa reina saat menceritakan kalau Farah yang dihukum bukan dirinya
"oh iya, liat Farah yuk! gue mau liat" ucap reina dengan berdiri bersemangat
"gue ikut! emang lo tau dimana dia dihukum?" tanya David
"gue nggak tau makanya ini mau nyari, tadi sih masih main voli tuh anak, coba aja kesana sapa tau masih ada" ucap reina lalu kembali melanjutkan jalan menuju tempat bermain voli tadi
sesampainya disana cuma ada Farah the geng, guru BP dan guru olahraga. Reina menguping pembicaraan apa yang sedang diucapkan guru
"t-tapi pak! maafin kita pak, kita janji nggak akan ngulang kesalahan yang sama" ucap Caca memohon kepada guru
"iya pak, maafin saya, s-saya cuma bantuin Farah aja pak kita bukan yang ngelempar bolanya pak, iya kan sel?" tanya Caca kepada sely dan diangguki oleh sely
"loh? apa-apaan kalian?! maksudnya lo mau salahin gue ha?" sewot Farah emosi
__ADS_1
"STOP!!!!" teriak guru BP
"sekarang kalian muterin lapangan dengan jalan jongkok!!! jika ada yang berdiri harus mulai dari awal!" ucap guru BP dengan tegas
Farah, Caca dan Sely mulai melaksanakan hukumannya awalnya mereka pikir guru-guru itu akan pergi ternyata mereka mengawasi Farah the geng, Farah sangat marah dia melihat reina yang sedang menutup mulutnya karena dia tertawa tak bersuara membuat Farah semakin marah, sedangkan reina yang merasa ditatap langsung balik menatap dengan wajah mengejek
*lo liat aja, gue bakal bikin lo berlutut di kaki gue!* benak Farah dengan berjalan jongkok
*dengan senang hati gue nunggu pembalasan lo!* benak reina yang seakan mengerti arti tatapan Farah yang sangat marah
"hahaha lo liat mereka, kasian banget tapi gue suka liatnya hahaha" ucap reina dengan tertawa puas
"iya nggak apa biar dia kapok terus-terusan bikin masalah sama lo" ucap David
"gue rasa mereka nggak akan kapok deh bikin rusuh sama gue, tapi kayaknya bakal ada tontonan yang asik nantinya" ucap reina dengan senyum simpul
__ADS_1