Love History

Love History
66


__ADS_3

Bu BP yang sudah sangat 'capek' dengan Reina langsung memberikan hukuman yaitu membersihkan lapangan basket yang ada diluar ruangan, sekolahan Reina ada dua lapangan basket yaitu dalam ruangan dan luar ruangan, biasanya yang lebih banyak sampai adalah lapangan basket luar ruangan


"ibu sengaja biar aku cepet masuk rumah sakit ya? ngasih hukuman berat kaya gini?!" ucap Reina spontan


"iya biar kamu kapok" jawab Bu BP dengan santai


"oh ya udah" jawab Reina singkat lalu keluar dari ruangan BP


"oh doang? dia nggak nolak gitu? udah lah biarin aja" ucap Bu BP


Reina berjalan lemah menuju lapangan basket, disana cuaca masih lumayan tidak begitu panas


Reina memilih tempat duduk yang ada tutup diatasnya, Reina merebahkan tubuhnya disana sampai akhirnya tertidur pulas, Reina bukannya membersihkan lapangan dia malah tidur.


jam pulang sekolah tiba, semua murid berhamburan keluar dari sekolahan atau ada juga yang akan bermain voli atau sepak bola, dan ada juga yang bermain basket, basket di lapangan yang menjadi tempat Reina tidur, ketika ada beberapa murid yang ingin bermain basket terkejut melihat Reina tidur disana namun dikira mayat oleh murid tersebut


"aaaahhh mayat mayat!! woiii ada yang mati!" teriak murid tersebut membuat orang disekitarnya langsung lari dan berhamburan untuk melihat mayat yang dimaksud itu


sedangkan Reina yang merasa bising membuka mata dan melihat sudah banyak orang yang menatapnya takut

__ADS_1


"kenapa kalian liatin gue, ada yang salah? aduh jam berapa ini? udah pada pulang ya?" tanya Reina beberapa kali


"arrghh setann!!" teriak takut murid cewek


"mari surii!!" teriak yang lain


"AAARRRGHHHHH SETANNN!!!!" teriak semua murid bersamaan lalu pergi kesana-kemari tak karuan, Reina yang juga kaget karena bangun tidur langsung berdiri dan ikut lari


"mana? dimana setan?! hah? dimana?" tanya Reina kebingungan


"aaaaaa maaaakkkk, setannya bisa ngomongg!" histeris murid cowo yang tetap diam ditempat, sepertinya sangat takut sampai tidak bisa bergerak


"apaa? lo bukan setan? beneran?" tanya murid tersebut dengan gagap


"iya gue orang bukan setan! nih kalo nggak percaya lo pegang tangan gue!" Reina menjulurkan tangannya dan dipegang oleh murid tersebut


"eh i-iya manusia, hehe maafin ya" murid tersebut terlihat tidak enak karena menuduh Reina setan


"hm iya, eh sekarang udah jam pulang ya?" tanya Reina

__ADS_1


"iya" jawab murid tersebut, setelah itu Reina pergi ke kelasnya untuk mengambil tas


Reina sedang berjalan sendiri dijalan raya untuk pulang namun dia tidak melihat taksi satu pun yang lewat, sampai akhirnya mobil yang ditumpangi Alex datang


"masuk!" ucap Alex, Reina sempat akan melangkah untuk masuk kedalam mobil namun dia ingat harus mencari keberadaan Alvin


"nggak! lo duluan aja" Reina melanjutkan perjalanannya untuk ketempat terjadinya kecelakaan


"jangan sampai saya memaksa kamu!" ucap Alex dengan membuka kacamata yang ia gunakan


"gue juga nggak mau dipaksa! gue bilang lo pergi aja!" ucap Reina lalu berlari pergi menjauh


"ck kamu emang bikin saya kesel tapi itu yang saya suka" gumam Alex lalu menjalankan mobilnya


Alex turun dari mobil dan menarik tangan Reina menyuruhnya untuk pulang bersamanya, Reina memberontak minta dilepaskan


"lo! lepasin tangan gue!" ucap Reina menarik tangannya namun belum bisa lepas dari cengkraman tangan Alex


"pulang sama saya! kamu dengar kan?!"tegas Alex, Reina menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mau

__ADS_1


"gue nggak mau pulang! gue mau pergi ke tempat kecelakaan Alvin! dan lo, gue curiga sama lo!" reina to the point


__ADS_2