Love History

Love History
111


__ADS_3

Alvin meronta-ronta meminta di lepaskan namun tubuh mungilnya kalah dengan tubuh kekar anak buah Avandy ketika sudah di luar ruangan anak buah Avandy kembali masuk ke dalam dan sekarang hanya ada Alvin yang menahan tangis karena melihat orang tuanya di bunuh, Alvin melihat dari celah yang bolong di pintu karena tempat itu terlihat sudah lapuk dan tua juga terlihat jauh dari keramaian


"Mama, papa hiks" ucap Alvin yang masih umur 8 tahun. Istri Frans di bunuh secara langsung oleh Avandy yaitu dengan menembakan peluru tepat di jantungnya namun ketika dengan Frans, Avandy sedikit bermain-main dengan mengeluarkan belati kesayangannya dan mengukir wajah Frans dengan belatinya membuat Frans sangat kesakitan


"heemm papa, jangan siksa papaku! hiks papa bangun" dengan menangis Alvin masuk ke dalam dan berlari menuju Frans


"P-pergi d-dari s-sini" ucap Frans dengan terbata-bata, Alvin menggeleng cepat


"Cepat!!!" sekuat tenaga Frans mendorong Alvin untuk pergi dari sana


Avandy menyuruh anak buahnya untuk membawa pergi Alvin karena dia juga tidak ingin membunuh Frans didepan matanya, tadi Avandy tidak mengetahui kalau masih ada Alvin disana dan melihat semuanya


Sejak saat itu Alvin menjadi sangat dingin. Bayangkan anak 8 tahun melihat ayah dan ibunya di bunuh didepan matanya dan sejak itu juga Alvin bertekad untuk membalaskan atas kematian kedua orang tuanya

__ADS_1


Flashback off


"Ini tidak ada bandingannya dengan perbuatan mu! kau bahkan membunuh mama saya yang tidak ikut campur dengan yang dilakukan papa!! kamu tidak berhak hidup!! pergilah ke neraka!!!" Teriak Alvin lalu akan menembakkan peluru di dada ayah namun dengan sigap Alex mendorong Alvin membuat peluru tersebut meleset dan mengenai tembok


Alvin terkejut mereka ada disini terlebih Alvin terkejut melihat Reina yang sangat terlihat takut, terkejut dan seperti tidak menyangka.


Anak buah Alex menyerbu dan akan menembak kaki Alvin supaya tidak bisa melarikan diri namun Alvin dengan cepat mengambil pistolnya dan menembakan tempat di kepala salah satu anak buah Alex


Reina menghampiri ayah dan mencoba melepaskan rantai besar yang mengikat kedua tangan ayah namun tidak berhasil. "Ayah, bertahanlah aku akan melakukan sesuatu supaya ayah bisa bebas" ucap Reina lalu mencari alat yang bisa melepaskan rantai itu


Reina yang mencari ke sana-kemari namun tidak menemukan akhirnya memilih bertanya kepada Alvin. "Dimana kuncinya?" tanya Reina dengan dingin


"Tidak akan ku serahkan" ucap nya, Reina mengambil pistol dan membidiknya di kepala Alvin

__ADS_1


"Cepat katakan dimana kuncinya atau-" ucap Reina


"Atau apa? apa kamu akan menghabisi ku?" tanya Alvin dengan senyum sinisnya


"Tentu jika lo nggak kasih" ucap Reina dengan sangat tegas


"Maka kamu juga akan mati bersamaku" ucap Alvin dengan menodongkan pistol di kepala Reina


"Cepat katakan saja! tidak usah berbelit-belit" ucap Alex


"Heh kau itu orang luar tidak pantas berada disini, pergilah tidak ada gunanya kau disini" sindir Alvin


"Benarkah saya tidak ada gunanya, haha Alvin Lee anak dari Frans Lee, orang yang telah berkhianat dan berambisi untuk menghancurkan keluarga Ricolas, mencoba mendekati anak dari Avandy Ricolas agar rencana untuk membalaskan dendam bisa tercapai tetapi kamu masuk kedalam perangkap mu sendiri karena telah mencintai anak dari Avandy Ricolas" ucap Alex dengan santai

__ADS_1


__ADS_2