
Reina duduk dikursi dan berdiri begitu terus yang dilakukan Reina. "nona, lebih baik bersihkan darah yang ada ditubuh mu, saya akan menunggu disini" ucap anak buah Alex yang tadi menjadi supir. Reina balik badan dan melihat dirinya di pantulan kaca banyak darah ditubuhnya bahkan ada yang sudah kering, Reina berfikir sejenak sebelum akhirnya dia pergi ke kamar mandi rumah sakit untuk membersihkan noda darah
Reina berada di kamar mandi depan kaca, disana Reina mulai membersihkan darah yang ada ditangannya semua baik-baik saja sampai akhirnya terdengar suara yang tidak begitu keras dari salah satu kamar mandi, Reina penasaran bunyi yang dua dengar. Reina mulai memeriksa pintu dengan mengetuk terlebih dahulu sebelum akhirnya tidak mendengar suara dia membukanya, semua pintu sudah dia buka namun tidak ada apapun yang terlihat mengganjal
"ada yang mainin gue kayaknya deh" gumam reina dan berbalik menuju kaca. Di kaca tiba-tiba tertulis sesuatu dengan warna merah dengan tulisan berbahasa spayol tienes que morir
__ADS_1
Reina melihat tulisan tersebut dan mulai faham akan arti tersebut. "apa maksudnya 'kamu harus mati', perasaan gue nggak punya musuh selain Mak lampir tapi masa Mak lampir sampe ke sini lagian kita udah jarang ketemu kan gue nggak berangkat sekolah dan nggak masuk akal jika Mak lampir kan dia nggak tau gue disini" ucap Reina dengan memegang samping tulisan tersebut
Pranggg....
terdengar sesuatu yang pecah Reina menengok dan langsung melihat apa yang terjatuh, ternyata vas bunga yang terjatuh dan Reina juga melihat seseorang yang berlari menjauh dari sana dengan menggunakan topi dan berbaju hitam, apakah dia yang menulis itu pikir Reina
Setelah menghilangkan noda darah Alex yang menempel ditubuhnya Reina keluar dari kamar mandi dan kembali ke ruangan Alex ternyata Alex sudah keluar dan sedang menunggu dirinya. "kenapa kamu begitu lama di kamar mandi? apakah kamu bersemedi" ucap Alex asal
__ADS_1
"tidak, nanti aku ceritakan lebih baik kita kembali ke mobil" ucap Reina dengan wajah serius, Alex melihat Reina langsung mengiyakan lalu mulai memperhatikan sekitar dengan gayanya sehingga kebanyakan orang tidak mengetahui kalau Alex sedang memperhatikan
Alex dan Reina berjalan didepan sedangkan anak buah Alex berjalan di belakang mereka. "anak buah lo bisa dipercaya?" bisik Reina, Alex menatap Reina dan tersenyum mengiyakan ucapan Reina. reina menganggukkan kepalanya dan mereka masuk ke dalam mobil
setelah Alex sudah duduk dan mobil juga sudah mulai berjalan, Reina mengeluarkan handphone yang ada di sakunya dan membuka foto yang dia potret. "lihatlah, tadi ada yang mengancam gue di kamar mandi, tapi gue nggak liat siapa orangnya yang gue liat cuma pake topi orangya ya lumayan tinggi pake baju item itu doang" ucap Reina menceritakan bagaimana dia di kamar mandi dan ada yang menuliskan kata-kata ancaman
"hm, biarkan saja biar saya yang membereskan" ucap Alex santai lalu menyenderkan kepalanya di bahu Reina, Reina yang masih memikirkan yang dia alami pun membiarkan Alex menyeder di bahunya
__ADS_1