
sedangkan disisi Reina yang sedang marah emosi dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti, dia berjalan gontai entah dia melewati apa saja, Reina tidak memperhatikan jalan sampai dia hampir saja tertabrak kalau tidak ada Alex
Alex langsung menggendong Reina dipundaknya, Reina malu karena Alex menggendongnya seperti menggendong karung beras
"kamu diam! cukup untuk bermain-main!" Alex membawanya kedalam mobil
"buka pintunya, gue nggak mau sama lo!" ucap Reina dengan berusaha membuka pintu mobil namun hasilnya nihil
"gue bilang buka-" ucap Reina terhenti karena Alex mencium bibir Reina
"akhirnya diem" ucap Alex, Reina semakin kesal dengan Alex karena menciumnya, pertama kali Reina dicium oleh Alex
"beraninya lo!" ucap Reina dengan mengepalkan tangannya
"diam atau mau lagi?" ucap Alex, Reina langsung terdiam dia menurut saja
selama diperjalanan semuanya diam, Reina menatap luar dari kaca mobil, Reina sedih karena Alvin sudah benar-benar pergi jauh darinya, Reina juga kembali teringat kalau Alex yang membuat Alvin meninggal
__ADS_1
Alex yang mendengar suara tangisan kecil Reina menatap Reina dan mengatakan
"suatu saat kamu tau kenapa aku melakukan itu" ucap Alex membuat otak Reina sulit mengerti
"suatu saat itu kapan? kenapa nggak sekarang" tanya Reina setelah menyeka air matanya
"belum saatnya" jawab Alex
"tapi saat saatnya itu kapan?" tanya Reina lagi
"suatu hari nanti" jawab Alex, tangan reina bersiap akan mencakar Alex namun dia tarik kembali tangannya, Alex sedikit tersenyum melihat tingkah Reina, Reina baru sadar kalau mereka bukan pulang ke arah rumah
"kita akan kerumah sakit" jawab Alex, Reina menatap Alex
"ngapain?" tanya Reina
"bunda pingsan setelah kamu pergi dari pemakaman" jawab Alex
__ADS_1
Reina sangat terkejut mendengar kalau bunda pingsan karena dirinya, Reina berusaha untuk tidak menangis lagi, jadi dia hanya menunduk dengan memainkan jarinya, Alex mengelus kepala Reina dengan satu tangannya
"semua pasti akan baik" ujar Alex, Reina hanya mengangguk dia menatap Alex, dia berfikir kalau Alex sedikit baik kepadanya
setelah sampai di rumah sakit, Reina langsung turun dan bertanya dimana ruangan bunda, setelah mengetahui ruangan bunda Reina dan Alex langsung mencari kamar bunda di kamar lavender dilantai tiga
Reina sudah ada didepan pintu, Reina akan membuka pintu tersebut namun ternyata sudah dibuka dari dalam dan muncul dokter yang menangani bunda
"dok, bunda saya gimana? baik-baik aja kan?" tanya Reina dengan menggenggam erat tangan
"kamu anaknya? baik menurut pemeriksaan, pasien mengalami serangan jantung" jawab dokter tersebut
"serangan jantung? apa bisa dihilangkan penyakit itu dok?" tanya Reina
"kalau menghilangkan tidak bisa 100% lebih baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selanjutnya jangan membuat pasien mendengar berita yang membuat dirinya terkena jantung, maksudnya jangan sampai mendengar berita yang terlalu sedih itu dapat memicu serangan jantung"jawab dokter tersebut, Reina mengangguk kepalanya tanda dia mengerti, setelah itu dokter tersebut pergi begitu pula dengan Reina yang masuk kedalam untuk melihat bunda
"bunda" gumam Reina dengan suara yang sedikit serak karena menangis
__ADS_1
ayah yang mendengar suara anaknya melihat kearah Reina yang sedang berjalan mendekat
"mau apa kamu kesini? mau buat bunda kamu sakit lagi?!" marah ayah, Reina sempat menghentikan kakinya dan menatap tidak percaya ayahnya akan mengatakan seperti itu kepadanya