
"cek satu dua, halo halo" pak Rojak mengecek mic
"baik semuanya, di pagi yang sangat cerah ini kita semua akan pergi out bond dan perkemahan dua hari yaitu sekarang hari Rabu dan besok hari Kamis, jadi pak guru nggak mau banyak ngomong takut nanti tambah panas yah?!!" ujar pak Rojak
"iya pak!!" jawab semua murid kecuali beberapa termasuk reina yang hanya diam mendengarkan
"baik-baik tenang semua, sekarang kita pergi ke lokasi yang berada di bukit yang yaa nggak begitu jauh namun nggak deket juga" ucap pak rojak
"sekarang bubar barisan dan pergi ke kendaraan masing-masing, disana sudah ada beberapa anggota Pramuka, kalian juga akan dipandu oleh diantara mereka, sekarang, bubar barisan jalan!" murid semuanya balik badan dan bubar menaiki kendaraan mereka, ada yang sendiri ada juga yang berboncengan
"duh alvin kemana lagi?!" Reina celingukan mencari alvin
"kunci kan sama dia, gue harus bonceng siapa coba?" bingung reina
"reina" panggil David, Reina menoleh ke arahnya yang sedang berjalan menghampiri Reina
"ada apa?" tanya Reina, David melihat sekitar hanya ada beberapa orang saja yang masih disana
"lo nyariin siapa kok tadi celingukan?" tanya David
"oh gue nyari alvin"jawab Reina, David tanpa sepengetahuan Reina memancarkan kemusuhan
"kenapa lo nyariin dia? dia bikin masalah sama lo?" tanya david
"gue-" suara Reina terhenti karena alvin sudah bersuara terlebih dahulu
"dia bareng gue!" ucap Alvin dari arah samping mereka
Alvin merangkul pundak reina dan membawanya pergi namun di hentikan oleh David
"lo bareng sama dia?" tanya David ke reina
"hm, iya" jawab Reina
"bareng gue aja, ayok" David memegang tangan reina dengan erat
"lepas tangan Lo!" seru alvin dengan memandang nggak suka
"Reina harus sama gue! dia lebih cocok sama gue!" ujar david, membuat Reina pusing melihat perdebatan mereka
"diem! kalo kalian masih aja berantem gue nggak bakal ikut salah satu diantara kalian!" geram reina
"lo David, gue udah bareng sama Alvin cowo sialan ini, jadi gue tetep sama dia lagian barang-barang gue juga sama dia" ujar Reina menunjuk alvin
"dan lo, lo bisa nggak nggak usah pegang-pegang gue" sambung reina melepas rangkulan alvin
"nggak lo tetep sama gue" ujar Alvin mempererat rangkulannya yang sekarang pindah di pinggang reina
__ADS_1
"lo-" Reina sudah nggak bisa berkata-kata
"lo! lepasin tangan lo dari pinggang Reina!" marah David melihat Alvin merangkul reina
"nggak" singkat alvin membuat David marah
"anj*** lo!" David memukul wajah alvin membuat luka dibibir alvin dan mengeluarkan darah
"David!" marah reina
David nggak mendengar Reina mereka terus saja beradu hantam, Alvin juga memukul David membuatnya tersungkur, Reina menolong david
"stop kalian!" ucap Reina marah
"lo nggak papa?" ujar Reina membantu David berdiri, Alvin yang melihat itu langsung pergi meninggalkan David dan Reina
*duh kenapa gini sii?! dia pergi kemana lagi, masa gue ditinggal?* benak Reina
"gue nggak papa kok" ujar David
"lo jangan gitu lah, gue kan dari awal udah sama alvin" ucap reina
"lo nggak bisa kaya gini! gue tau lo suka sama gue tapi sorry banget gue nggak bisa bales suka lo" ucap Reina dengan lirih namun mantap
"sekali lagi sorry, mendingan lo sama kak Sisil lagian dia baik walau kadang ngeselin, gue cabut dulu bye" ucap reina lalu pergi meninggalkan David yang masih terdiam
"buka mobilnya!" Reina mengintip dari kaca mobil, sedangkan Alvin membuka kunci dan reina masuk ke dalam mobil
"aduh tuh bibir lo ada darah, disini ada P3K?" tanya Reina mencari p3k
Reina menemukannya dan mencari kapas untuk mengelap darah yang keluar dari bibir alvin
"lo tadi harusnya nggak usah kepancing omongan david, biarin aja" ujar Reina dengan fokus mengobati alvin, Alvin memandang wajah cantik Reina dari alis, mata, hidung dan bibir pink alami itu
*manis* benak Alvin saat memandang bibir reina
"gue tau gue cantik tapi nggak gitu juga liatin nya" sindir Reina, ia melihat ke wajah alvin yang juga sedang melihatnya jarak antara mereka sangat tipis bahkan nafas satu sama lain terasa
*duh jantung gue nggak aman, huft tenang-tenang* benak reina
Reina memalingkan wajahnya dan menutup kotak P3K lalu menaruh di tempat sebelumnya
mereka terdiam sejenak lalu Alvin menjalankan mobilnya untuk pergi ke bukit selama perjalanan mereka belum juga memulai pembicaraan
"lo kenapa sih?" tanya Reina yang melihat ada yang aneh di alvin, Alvin tetap diam
"al, lo tuh kenapa?! lo kerasukan setan apa" ujar reina, Alvin melihat reina sekilas lalu kembali melihat ke depan
__ADS_1
"ish lo jangan bikin takut!" Reina sebenarnya sudah mulai takut sedang alvin diam
"lo kerasukan setan mana?! al!" geram Reina yang sejak tadi dicuekin
Reina memutuskan untuk menepuk pundak Alvin namun tangannya langsung ditangkap oleh alvin, Alvin juga mematikan mobilnya di pinggir jalan
"lo- lo mau ngapain?" tanya Reina waspada, Reina berusaha melepaskan tangannya dari genggaman alvin
"lepasin tangan gue" Reina memukul dada Alvin yang mulai mendekatinya
Alvin dengan mudah menangkap tangan Reina, sekarang kedua tangan Reina sudah dipegang oleh alvin
"kenapa lo tadi bantuin dia?!" tanya Alvin dengan dingin dan sorot mata yang nggak berpindah tempat dari mata reina
"g-gue cuman bantuin, ya ada apa-apa" jawab Reina jujur
"lo nggak suka sama dia kan?!" Alvin terus saja menanyakan kepada Reina
"lo kenapa sih?? lo pikir gue suka sama David?"tanya Reina, setelah Reina mengucapkan hal tersebut Alvin bertambah memajukan wajahnya di wajah reina
"lo awas!" teriak reina berusaha melepas tangan dan berusaha membuka pintu
cup
Alvin mencium bibir reina dan ******* bibir reina, Alvin juga menahan tengkuknya untuk mempermudahnya
Reina terus memukul dada alvin, Alvin melepas bibir reina
"hukuman buat lo" santai alvin, membuat Reina melotot
"hah? hukuman apaan? gue nggak salah apa-apa!?" jawab Reina nggak terima
"karna lo udah bantuin dia dan udah mau dipegang sama dia" jawab alvin
"kan itu bukan kemauan gue!" Reina terus saja mengoceh
"awas aja lo" Reina mengancam alvin
"mau ngacem apa?" tanya Alvin dengan santai, Reina yang merasa diremehkan langsung pindah ke belakang dan mencekik leher alvin dengan lengannya
"lepasin gue!" geram alvin
"nah rasain tuh, dah cepet jalan!" perintah Reina ia duduk dikursi belakang
"ngapain Lo disitu! pindah!" marah alvin
"nggak!" Reina tentu saja sedang waspada kalau ia duduk disamping Alvin Reina takut akan terjadi seperti tadi
__ADS_1
"gue nggak bakal jalan sebelum lo pindah!" ujar alvin