
Alex membangunkan Reina dengan menepuk pipi Reina perlahan sampai Reina bangun
"em ada apa?" tanya Reina
"dokter sudah keluar-" ucap Alex terhenti oleh Reina yang lebih dulu memotong
"dokter? dimana? bunda baik-baik aja kan? gue boleh masuk liat bunda kan?" ucap Reina menyerbu berbagai pertanyaan
"sstt, sekarang kamu bisa liat bunda" ucap Alex, Reina langsung masuk kedalam untuk melihat keadaan bunda begitu pula dengan Alex yang mengikuti dari belakang
Reina berdiri di samping bunda, ayah akan melarang Reina untuk mendekat namun sudah lebih dulu Alex berbicara.
"cukup! sekarang bukan waktunya untuk berbicara hal tidak penting!" ucap Alex, alhasil ayah tidak jadi melarang Reina
"sayang! bangun ini ayah" ucap ayah membelai lembut rambut bunda
"bunda bangun Reina mohon" ucap Reina, air mata Reina keluar, Alex menghapus air mata Reina dengan jarinya, Reina menatap Alex karena Reina hanya setinggi perut Alex karena kaki Reina ditekuk untuk lebih dekat dengan bunda. Alex menggelengkan kepalanya tanda Reina jangan menangis, Reina membalas dengan menganggukkan kepalanya
__ADS_1
"lebih baik kalian tidur duluan, biar ayah yang menjaga bunda" ucap ayah menyuruh Reina dan Alex beristirahat
"nggak, Reina akan menjaga bunda" ucap Reina menolak
"besok kamu harus sekolah gimana kalau besok kamu telat? menurut dan tidur sekarang" ucap ayah
"aku besok nggak berangkat, aku bisa izin" enteng Reina, ayah menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju
"jangan membolos! cepat tidur atau kamu nggak boleh jaga bunda besok" ucap ayah, Reina yang mendengar itu sangat senang
"jadi, ayah udah nggak marah lagi sama Reina?" tanya Reina dengan senang, Alex menatap ayah dengan seksama
"aaaa makasih ayah! oke kalau gitu Reina akan tidur tapi besok gantian aku yang jaga" ucap Reina lalu pindah ke sofa untuk tidur
"hehh kenapa jalan kesitu? tidur dirumah!" ucap ayah melihat Reina yang akan tidur di sofa
"nggak mau, besok pagi-pagi banget Reina pulang buat siap-siap, janji" ucap Reina dengan jari kelingkingnya, akhirnya ayah mengiyakan
__ADS_1
"saya juga akan pergi, besok saya akan menjenguk lagi" ucap Alex berpamitan kepada ayah, Reina hanya memberi tanda jempol ke atas karena matanya sudah sangat berat sehingga malas untuk membuka mata
Reina tertidur pulas setelah Alex pergi, ayah menatap bunda dan Reina secara bergantian, ayah menatap Reina lumayan lama
"maafkan ayah, ayah akan tetap melanjutkan perjodohan kalian" ucap ayah yang tidak didengar oleh Reina
ayah juga menidurkan kepalanya di samping keranjang bunda, ayah terlelap dalam mimpi begitu pula dengan Reina dan bunda
keesokan harinya ayah sudah banegun dan membangunkan Reina untuk pulang dan siap-siap, Reina masih ngantuk namun dia harus pulang untuk mandi dan lain-lain
diperjalanan Reina mengunakan mobil yan[g dikendarai oleh anak buah, selama diperjalanan Reina melanjutkan tidurnya ketika sampai dia dibangunkan oleh supir ayah
Reina bangun dan turun dari mobil, Reina masuk kerumah dan pergi ke kamarnya untuk siap-siap karena masih terlalu pagi Reina sempatkan untuk makan roti dengan minuman dingin
*mumpung nggak ada ayah sama bunda* benak Reina
ketika Reina sedang asik meminum minuman dinginnya dia dikagetkan oleh suara Alex
__ADS_1
"masih pagi jangan minum es!" larang Alex dengan mengambil minuman yang diminum oleh Reina, Reina akan mengambil kembali minumannya namun tinggi badan yang tidak seimbang membuat Reina kesulitan