
Reina merasa sudah tidak bisa kemana-mana, dia mengambil ancang-ancang untuk naik ke atas dengan langsung melompat dan berpegangan, namun Reina gagal karena pinggangnya ditarik kembali oleh Alex
"sudah saya bilang cukup! atau kamu ingin dapet hukuman?" tanya Alex dengan menarik pinggang Reina membuat mereka sangat dekat, dada Reina semakin naik turun
"lepasin gue! lo apa-apaan sih!" Reina berusaha untuk melepaskan rangkulan Alex
Reina menginjak kaki Alex sampai membuat Alex meringis dan melepaskan tangannya dari pinggang Reina, namun ketika Reina akan lari dirinya menginjak batu kerikil yang membuat kakinya terkilir dan terjatuh, memang tempat mereka saat ini banyak batu-batu kecil
"aww ssttt kenapa harus jatoh sekarang coba?!" Reina menahan kakinya dan berusaha untuk kembali berdiri, Reina melihat Alex yang sudah dibelakangnya menyuruhnya untuk berhenti
"diem disitu! gue kan lagi cape ya dan kaki gue kesleo, jadi biarin gue pergi ya!" ucap reina yang masih duduk ditanah dengan menahan kaki bagian kanannya
Alex bukannya pergi namun dia malah memegang kaki Reina, dia membuka sepatunya dan memijat pelan kaki Reina sampai sedikit berbunyi yang mengilukan ditelinga
"aaaahh, pelan-pelan bisa nggak?! sakit tau!" protes Reina karena suara tadi membuat sakit kakinya namun memang terasa lebih baik setelah berbunyi
__ADS_1
Alex memberikan sepatu yang tadi kepada Reina, Reina bingung dia kira itu untuk dirinya memakai kembali sepatunya namun ketika akan mengunakan sepatu ke kaki tiba-tiba dirinya digendong begitu saja oleh Alex tanpa aba-aba
"aahh turunin gue! gue bisa jalan sendiri!" ucap Reina marah
Alex menurunkan Reina dan menyuruhnya untuk berjalan sendiri
"ya sudah cepat jalan" perintah Alex, Reina yang merasa diragukan langsung berjalan pelan namun ketika dia akan jalan yang lebih cepat kakinya lagi-lagi terkena batu namun sekarang yang lebih besar, mungkin karena cahaya yang ada itu hanya remang-remang jadi tidak kelihatan apa saja yang ada di sana, reina hampir saja jatuh namun di rangkap oleh Alex
"nggak usah maksain, nurut sama saya!" ucap Alex, Reina hanya berpegangan kepada Alex Reina melingkarkan tangannya ke pundak Alex
Alex tahu kalau Reina mengejeknya namun dia tetap diam
Alex orangnya cuek, datar dan dingin, namun ketika dia sudah sayang kepada seseorang dia akan selalu menjaganya, begitu pula ketika ada orang yang akan mencelakai orang yang dia sayang, Alex sendiri yang akan turun tangan, Alex memiliki sifat yang dewasa tidak kekanak-kanakan
__ADS_1
Alex membawa Reina kembali kedalam restoran tempat mereka bertemu tadi bersama orang tua Reina, disana masih ada ayah dan bunda dengan bunda yang menangis dipelukan ayah, ketika mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat bunda langsung berbalik badan
"Reina, kamu kenapa?" tanya bunda, bunda menyuruh Alex untuk menurunkan Reina di kursi
"gapapa" singkat reina, Reina tetap diam dia hanya menjawab secara singkat Reina masih malas untuk berbicara dengan orang tuanya
"apa yang terjadi Alex?!" tanya ayah kepada Alex
"dia terjatuh ketika akan melarikan diri" jawab Alex, Reina malas mendengar lalu bersenderan dan menutup mata, berpura-pura tidak mendengar semua ucapan bunda maupun ayah
"gue mau ke kamar mandi" ucap Reina, Reina mengerakkan kakinya yang sudah mulai membaik namun masih sedikit sakit jika berlari kencang
"gue nggak mau perjodohan ini terjadi, tapi apa yang harus gue lakuin?" Reina berfikir keras, begitu juga bersamaan ada pegawai yang melintas Reina langsung memanggilnya
"iya mba ada apa?" tanya pegawai tersebut
__ADS_1
Reina memberitahu apa maksud dirinya memanggil pegawai itu, pegawai tersebut awalnya heran dan curiga namun Reina menyakinkan dan pegawai tersebut percaya, Reina tersenyum sumringah.