
Reina berjalan ke parkiran untuk mengambil mobilnya ia langsung pulang kerumah karena hari ini sangat melelahkan untuknya, setelah sampai Reina langsung duduk disamping bundanya
"bunda" suara reina memanggil bunda yang sedang duduk menonton televisi
"iya sayang, udah pulang?" tanya bunda, bunda menyuruh Reina untuk mendekat duduk disampingnya
"bundaku yang cantik kalo aku belum pulang pastinya aku ga ada disini didepan bunda dong!" jawab Reina yang sedang mendudukkan diri sofa samping bunda
"bun, aku cape banget" Reina mengeluh, bunda yang mendengar anaknya mengeluh berniat akan membuat minuman seger
"hm.. ya udah bunda bikinin minuman yang seger aja yah" tawar bunda dengan mengelus rambut Reina
"hm iya bun" jawab reina, sambil menunggu bunda Reina ke kamar untuk ganti baju. setelah ganti baju Reina kembali turun ke depan tv
"nih bunda bikin es boba pokoknya seger banget!"ucap bunda membuat reina kaget karena Reina tidak tau kalau ada Boba dirumahnya
"loh kok ada Boba?bunda beli kapan?" tanya Reina
"ada dong kan bunda beli di minimarket, soalnya bunda tau pasti kamu suka sama Boba" jawab bunda
setelah meminum es boba dengan menonton tv bareng bunda dan mengobrol
"rei, kamu cape banget emang disekolah kamu dihukum?" tanya bunda dengan bercanda
"iya" singkat reina langsung membuat bunda kaget karena ternyata anaknya bisa dihukum bukanya Reina selalu mematuhi peraturan di sekolahnya
"apa?! kamu dihukum emang kamu ngapain"tanya bunda
"hehehe aku tadi ribut sama mak lampir terus dihukum deh begitu" jawab Reina
"mak lampir siapa? terus kamu ngeributin apa sampe dihukum segala?" bingung bunda
"itu si farah dari dulu dia selalu bikin Reina kesel" jawab Reina singkat karena ia ga mau ngadu sama orang tua Reina berfikir ini masalahnya maka harus dia yang bereskan
"emang kamu p-" sebelum bunda menyelesaikan ucapannya Reina segera memotong
"aduh bun aku mau ke kamar dulu" Reina berlari naik ke atas
"hah" Reina mendudukkan tubuhnya di kasur.
aku ingin tidur sungguh melelahkan hari ini dan sangat sial yang penting besok libur
*eh tapi mita bakal pulang ga ya?* benak reina
Reina menelfon mita
"duh kok ga di angkat-angkat!?" bingung Reina "ish nyebelin banget sumpah lo mit!" geram Reina
__ADS_1
Reina chat mita
*Mita,Lo dimana si? gue telfon ga diangkat?!*
*lo ga kenapa-kenapa kan?*
*kalo lo udah pegang hp jangan lupa telfon gue!, gue mau tidur tapi kalo lo telfon gue bakal tetep denger!*
*INGET TELFON GUE!!*
Reina tidur namun dalam hati sangat gelisah karena mita belum juga menelfon nya, padahal sekarang juga sudah malam Reina menelfon mita lagi untuk memastikan
"ishhhh mitaa lo mana sii??!" geram reina
"oh iya gue telfon Tante Sera aja kali yah buat tanya tentang Mita" Reina langsung mencari nomor Tante Sera
"halo tan, Reina mau tanya kalo Mita kok hp nya ga bisa dihubungin? apa Tante lagi sama Sera?" tanya Reina
"loh Reina, katanya Mita mau pulang sekarang mungkin lagi dijalan mungkin hpnya dimatiin" jawab Tante Sera
"o-oh i-iya mungkin yah tan, oh berarti mita lagi diperjalanan? ya udah Tante makasih" ucap Reina
"oh ya sudah salam buat bunda kamu ya" setelah mengatakan salam untuk bunda Tante Sera mematikan teleponnya
"hm ya udah deh, lagian Mita juga lagi diperjalanan" Reina berusaha menenangkan diri
Reina turun kebawah untuk mengambil minum namun ia mendengar suara berita di tv,ada mobil yang kecelakaan namun Reina sangat terkejut ketika melihat mobil kecelakaan itu ternyata mobil Mita, Reina sangat shock dan memecahkan gelas yang ia pegang membuat seisi rumah keluar
"bun bunda i-itu mobilnya m-mita" dengan terbata-bata Reina menunjuk tv
"ya ampun Mita!!" teriak bunda
"bun Mita gimana bun!" tangis reina
Reina berlari keluar namun dicegat oleh ayah "kamu mau kemana?!" tanya ayah
"aku mau ke sana mau lihat Mita yah!! awass!" Reina menghempas tangan ayah lalu ia pergi ke tempat kecelakaan itu. ketika sampai di sana sudah banyak yang mengerubungi Reina berlari hingga melihat korban yang sedang di gotong untuk masuk kedalam ambulance
"Mita!! Lo dimana mitaa!!!" teriak histeris Reina membuat semua orang menatapnya
"mba saudara korban" tanya warga
"iya saya mencari korban dari mobil ini!" Reina menunjuk mobil yang digunakan mita
"korban dari mobil itu sudah dibawa kerumah sakit-" jawab warga itu namun dipotong oleh Reina
"rumah sakit! rumah sakit manaa!!?" tanya Reina
__ADS_1
"rumah sakit dekat sini RS f" setelah memberitahu tempat rumah sakit Reina langsung mengemudikan mobilnya ke rumah sakit
ketika sampai ia langsung bertanya ke resepsionis
"dimana korban kecelakaan" tanya Reina dengan cepat
"korban ada di ICU" jawab mba resepsionis
Reina berlari pergi ke ICU ketika sampai didepan ICU ia melihat ada Tante Sera dan suaminya
"Tante" isak Reina memanggil Tante Sera
"Reina" Tante Sera memeluk reina dan menangis bersama
"Tan, sebenarnya apa yang terjadi bagaimana bisa mita kecelakaan?"tanya Reina
"Tante ga tau Tante j-juga bingung" dengan sesegukan Tante menjawab
"Tante ayo hiks duduk dulu, Tante harus hiks tenang"Reina menyuruh Tante duduk dan ia pergi membeli minuman untuk dua orang itu tentu mereka belum minum apapun pastinya mereka lebih shock
"Tante, om ini air minum dulu" Reina memberi minum ke Tante dan om
"Sera!" seru dari arah belakang ternyata bunda dan ayah sudah datang
"Yani!" jawab Tante Sera langsung memeluk bunda
"sera yang sabar kita semua pasti doakan yang terbaik buat mita" bunda menenangkan tante Sera dan ayah juga menenangkan om Denis
Reina hanya berdiri didepan pintu ruang ICU dan ber bolak-balik kesana-kemari, akhirnya Reina memilih duduk
*mit, gue tau lo pasti bisa kembali seperti biasa, gue tau lo kuat!* benak reina
setelah tiga jam menunggu, tiba-tiba pintu terbuka dan Tante Sera langsung bertanya ke dokter yang menangani mita
"dok bagaimana anak saya? baik-baik saja kan? saya boleh liat anak saya kan dok?" Tante Sera menyerbu dokter dengan banyak pertanyaan
"maaf disini siapa ayah dari pasien?" tanya dokter
"s-saya dok"jawab om Denis
"kita harus bicara tuan" ucap dokter dengan melirik kami semua
om Denis dan dokter pergi berbicara berdua sedangkan bunda ayah dan Tante Sera masuk melihat mita, Reina sebenarnya ingin langsung melihat kondisi Mita namun ia penasaran apa yang akan dibicarakan dokter sampai harus bicara empat mata dengan om denis
"jadi begini pak, setelah melakukan pemeriksaan ternyata anak bapak mengalami pembentukan keras di bagian kepala dan tulang leher itu yang membuat anak bapak tadi sempat meninggal-" ucapan dokter terjeda karena om Denis langsung memotongnya
"apa?! meninggal apa maksud dokter!" marah om Denis
__ADS_1
"tenang pak, sekarang anak bapak sudah kembali hidup. Namun perkiraan saya anak bapak bisa kembali hidup normal hanya 2% saat ini anak bapak masih kritis" terang dokter membuat om Denis lemas dan langsung meninggalkan dokter, reina yang melihat om Denis akan kembali ke ruang ICU bersembunyi dibalik tembok Reina menahan tangis setelah om Denis melewatinya Reina menangis sesenggukan
"m-mita lo jangan tinggalin gue"tangis reina